Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEWARNAAN ALTERNATIF DENGAN MENGGUNAKAN KULIT BATANG BAKAU (Rhizophora apiculata Blume.) PADA UJI MIKROSKOPIS Candida albicans PENYEBAB KANDIDIASIS ORAL

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 9 No. 2 (2024) · pp. 67–72

DOI
10.20956/bioma.v9i2.34999
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2024-06-01
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Kulit kayu bakau (Rhizophora apiculata) dapat dimanfaatkan untuk pewarnaan alternatif. Tumbuhan bakau kaya akan kandungan tannin. Senyawa tannin dapat digunakan sebagai zat zat warna. Warna yang di kandung oleh kulit kayu bakau memungkinkan sebagai alternatif pada pewarnaan uji mikroskopik jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kulit kayu bakau dapat dimanfaatkan sebagai pewarnaan alternatif pada uji mikroskopis Candida albicans. Jenis penelitian ini eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap menggunakan 5 perlakuan (1:6, 1:7, 1:8, 1:9, 1:10) dan 5 ulangan. Hasil pengulangan dan konsentrasi berbeda diuji menggunakan uji Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji man whitney. Hasil uji Kruskal wallis didapatkan nilai p value < 0,05 artinya kulit batang bakau dapat dijadikan pewarnaan alternatif uji mikroskopis Candida albicans. Hasil uji lanjut Man Whitney didapatkan konsentrasi 1:6 memberikan kualitas pewarnaan paling baik yang sama dengan KOH 10%. Dapat disimpulkan bahwa kulit batang bakau (Rhizophora apiculata) dengan konsentrasi 1:6 dapat digunakan sebagai pewarnaan alternatif untuk Candida albicans. Kata kunci: Kulit batang Rhizophora apiculata, Pewarnaan Alternatif, Candida albicans

Collaboration network of the authors

3 authors · 2 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rita Permatasari YusdarfadriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEWARNAAN ALTERNATIF DENGAN MENGGUNAKAN KULIT BATANG BAKAU (Rhizophora apiculata Blume.) PADA UJI MIKROSKOPIS Candida albicans PENYEBAB KANDIDIASIS ORAL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sophia, Anggun Sophia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suraini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Kulit kayu bakau (Rhizophora apiculata) dapat dimanfaatkan untuk pewarnaan alternatif. Tumbuhan bakau kaya akan kandungan tannin. Senyawa tannin dapat digunakan sebagai zat zat warna. Warna yang di kandung oleh kulit kayu bakau memungkinkan sebagai alternatif pada pewarnaan uji mikroskopik jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kulit kayu bakau dapat dimanfaatkan sebagai pewarnaan alternatif pada uji mikroskopis Candida albicans. Jenis penelitian ini eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap menggunakan 5 perlakuan (1:6, 1:7, 1:8, 1:9, 1:10) dan 5 ulangan. Hasil pengulangan dan konsentrasi berbeda diuji menggunakan uji Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji man whitney. Hasil uji Kruskal wallis didapatkan nilai p value &amp;lt; 0,05 artinya kulit batang bakau dapat dijadikan pewarnaan alternatif uji mikroskopis Candida albicans. Hasil uji lanjut Man Whitney didapatkan konsentrasi 1:6 memberikan kualitas pewarnaan paling baik yang sama dengan KOH 10%. Dapat disimpulkan bahwa kulit batang bakau (Rhizophora apiculata) dengan konsentrasi 1:6 dapat digunakan sebagai pewarnaan alternatif untuk Candida albicans.
Kata kunci: Kulit batang Rhizophora apiculata, Pewarnaan Alternatif, Candida albicans</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/34999</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v9i2.34999</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 9 No. 2 (2024): Bioma : Juli - Desember 2024; 67-72</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/34999/11554</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>