Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON PADA EKOSISTEM BERBEDA DI PERAIRAN PULAU BARRANG LOMPO KOTA MAKASSAR

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 10 No. 1 (2024) · pp. 65–78

DOI
10.20956/bioma.v10i1.36485
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2024-11-30
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Plankton sangat penting bagi rantai makanan laut dan keseimbangan ekosistem. Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang kaya, termasuk Pulau Barrang Lompo di Sulawesi Selatan, penelitian tentang plankton sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi, keanekaragaman plankton, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi komunitas plankton di ekosistem berbeda di pulau tersebut. Pengambilan sampel di empat stasiun mengungkapkan adanya 31 jenis plankton: 22 fitoplankton dan 9 zooplankton. Fitoplankton, yang didominasi oleh Bacillariophyceae, memiliki rata-rata 1.547 individu per liter, sementara zooplankton, yang sebagian besar terdiri dari Oligotrichea, memiliki rata-rata 70 individu per liter. Keanekaragaman fitoplankton tergolong sedang, sedangkan keanekaragaman zooplankton tergolong rendah. Adapun kondisi suhu, pH, dan salinitas normal, sehingga secara keseluruhan parameter kualitas air masih berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan dan perkembangan plankton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekosistem padang lamun memiliki kelimpahan fitoplankton tertinggi sedangkan terumbu karang sebagai ekosistem dengan zooplankton paling melimpah. Indeks keanekaragaman fitoplankton menunjukkan tingkat sedang, dengan zona lamun tertinggi, sedangkan zooplankton menunjukkan keanekaragaman rendah, dengan zona karang merupakan ekosistem tertinggi dibanding ekosistem lain. Keanekaragaman zooplankton rendah disebabkan oleh jumlah spesies dan distribusi yang terbatas. Kata kunci: kelimpahan, keanekaragaman, plankton, ekosistem, Barrang Lompo

Collaboration network of the authors

39 authors · 104 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Magdalena LitaayAffiliation unknown5
Slamet SantosaAffiliation unknown3
Khairul AmriAffiliation unknown2
Willem MokaAffiliation unknown2
Marwa DevianaAffiliation unknown1
Fahruddin FahruddinSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1
Eddy SoekendarsiAffiliation unknown1
Munif Said HasanAffiliation unknown1
Nur HaedarAffiliation unknown1
Syahribulan SyahribulanAffiliation unknown1
Erviana TahirAffiliation unknown1
Risco G BudjiAffiliation unknown1
Nadiarti NurdinAffiliation unknown1
Yusran Nurdin MassaAffiliation unknown1
Amrullah SalehAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
Mahatma LanuruAffiliation unknown1
Riska AnnisaAffiliation unknown1
Muhtadin Asnadi SalamAffiliation unknown1
Febriyanti AngreniAffiliation unknown1
Willeum MokaAffiliation unknown1
Wahyulfatwatul UASAffiliation unknown1
Ayub Wirabuana PutraAffiliation unknown1
Fajar AryantiAffiliation unknown1
Nurkhalisa AmatiAffiliation unknown1
Dian Wana LestariAffiliation unknown1
Agusrahman Eka Putra AbasAffiliation unknown1
Andi Evi ErvianiAffiliation unknown1
MarzukiAffiliation unknown1
Munif Said HassanAffiliation unknown1
ZohraAffiliation unknown1
Farhan Farhan Syah Rafli PasolongAffiliation unknown1
Agus Rahman Eka Putra AbasAffiliation unknown1
Muhammad Ruslan UmarAffiliation unknown1
Dian AhmadoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON PADA EKOSISTEM BERBEDA DI PERAIRAN PULAU BARRANG LOMPO KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Madjid, Islah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dody Priosambodo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dody Priosambodo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ambeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saifullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Plankton sangat penting bagi rantai makanan laut dan keseimbangan ekosistem. Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut yang kaya, termasuk Pulau Barrang Lompo di Sulawesi Selatan, penelitian tentang plankton sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi, keanekaragaman plankton, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi komunitas plankton di ekosistem berbeda di pulau tersebut. Pengambilan sampel di empat stasiun mengungkapkan adanya 31 jenis plankton: 22 fitoplankton dan 9 zooplankton. Fitoplankton, yang didominasi oleh Bacillariophyceae, memiliki rata-rata 1.547 individu per liter, sementara zooplankton, yang sebagian besar terdiri dari Oligotrichea, memiliki rata-rata 70 individu per liter. Keanekaragaman fitoplankton tergolong sedang, sedangkan keanekaragaman zooplankton tergolong rendah. Adapun kondisi suhu, pH, dan salinitas normal, sehingga secara keseluruhan parameter kualitas air masih berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan dan perkembangan plankton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekosistem padang lamun memiliki kelimpahan fitoplankton tertinggi sedangkan terumbu karang sebagai ekosistem dengan zooplankton paling melimpah. Indeks keanekaragaman fitoplankton menunjukkan tingkat sedang, dengan zona lamun tertinggi, sedangkan zooplankton menunjukkan keanekaragaman rendah, dengan zona karang merupakan ekosistem tertinggi dibanding ekosistem lain. Keanekaragaman zooplankton rendah disebabkan oleh jumlah spesies dan distribusi yang terbatas.
Kata kunci: kelimpahan, keanekaragaman, plankton, ekosistem, Barrang Lompo</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/36485</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v10i1.36485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025; 65-78</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/36485/12068</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>