Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

RESPONS PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR ATLANTIK MALANG TERHADAP CEKAMAN SALINITAS SECARA IN VITRO

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 11 No. 2 (2026) · hlm. 184–193

DOI
10.20956/bioma.v11i2.51822
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Terbit
2026-06-22
Penerbit
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Bahasa
en

Abstrak

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang produktivitasnya dapat menurun akibat cekaman salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan planlet kentang kultivar Atlantik Malang terhadap berbagai konsentrasi natrium klorida (NaCl) secara in vitro serta menentukan batas toleransinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00%, masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi planlet, jumlah daun, dan perubahan morfologi planlet. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey 5%, sedangkan data morfologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh planlet memiliki persentase hidup 100% pada semua perlakuan. Namun, peningkatan konsentrasi NaCl menyebabkan penurunan pertumbuhan planlet yang ditunjukkan oleh berkurangnya tinggi planlet dan jumlah daun. Cekaman salinitas juga memicu perubahan morfologi berupa perubahan warna daun dari hijau menjadi kekuningan hingga kecokelatan seiring meningkatnya konsentrasi NaCl. Konsentrasi NaCl 0,25% masih dapat ditoleransi oleh planlet kentang dengan pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan perlakuan lainnya.

Jaringan kolaborasi para penulis

38 penulis · 96 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Monash University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sri WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui12
Mahfut MahfutAfiliasi tidak diketahui3
Resya Tamara AgustinAfiliasi tidak diketahui3
Lutfiah YuniarAfiliasi tidak diketahui3
Rezza Kusumma DewiyatnoAfiliasi tidak diketahui3
Emantis RosaAfiliasi tidak diketahui2
Tundjung Tripeni HandayaniAfiliasi tidak diketahui2
Sumardi SumardiAfiliasi tidak diketahui2
Nabela H.N. HarfianiAfiliasi tidak diketahui2
Wanda AmeliaAfiliasi tidak diketahui2
Nurshella AphertaAfiliasi tidak diketahui2
Kharisma Purnama AgustinAfiliasi tidak diketahui2
Sistiana WindyarianiUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1
Anatasya Dufa SabillaUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1
Billyardi RamdhanUniversitas Muhammadiyah Sukabumi1
Adrianus AdrianusAfiliasi tidak diketahui1
Gardis AndariAfiliasi tidak diketahui1
Supiyanto SupiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Nismah NukmalAfiliasi tidak diketahui1
Wuri ArtikasariAfiliasi tidak diketahui1
Rochmah AgustrinaAfiliasi tidak diketahui1
Herta M. ManullangAfiliasi tidak diketahui1
Salman FarisiAfiliasi tidak diketahui1
Fadila RaisyadikaraAfiliasi tidak diketahui1
Yulianty YuliantyAfiliasi tidak diketahui1
Ega F.S. BinaAfiliasi tidak diketahui1
Wawan A. SetiawanAfiliasi tidak diketahui1
Christina N. EkowatiAfiliasi tidak diketahui1
Risma RasmaniAfiliasi tidak diketahui1
Sarah SarahAfiliasi tidak diketahui1
Resta TaniaAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad NurdinAfiliasi tidak diketahui1
Iqbal ZulfikarAfiliasi tidak diketahui1
Angger Bagus PrasetiyoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">RESPONS PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR ATLANTIK MALANG TERHADAP CEKAMAN SALINITAS SECARA IN VITRO </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurcahyani, Endang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alfina Putri, Agus Yanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yulianty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Irawan, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang produktivitasnya dapat menurun akibat cekaman salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan planlet kentang kultivar Atlantik Malang terhadap berbagai konsentrasi natrium klorida (NaCl) secara in vitro serta menentukan batas toleransinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00%, masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi planlet, jumlah daun, dan perubahan morfologi planlet. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey 5%, sedangkan data morfologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh planlet memiliki persentase hidup 100% pada semua perlakuan. Namun, peningkatan konsentrasi NaCl menyebabkan penurunan pertumbuhan planlet yang ditunjukkan oleh berkurangnya tinggi planlet dan jumlah daun. Cekaman salinitas juga memicu perubahan morfologi berupa perubahan warna daun dari hijau menjadi kekuningan hingga kecokelatan seiring meningkatnya konsentrasi NaCl. Konsentrasi NaCl 0,25% masih dapat ditoleransi oleh planlet kentang dengan pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan perlakuan lainnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/51822</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v11i2.51822</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 11 No. 2 (2026): Bioma : Juli - Desember 2026; 184-193</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/51822/14605</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>