Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perencanaan Lanskap Kebun Wisata Stroberi Lemo-lemo di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) · Vol. 1 No. 1 (2023) · pp. 1–10

DOI
10.20956/julia.v1i1.27316
ISSN
2988-232X
Published
2023-06-27
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata. Kebun wisata stroberi Lemo-lemo di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu lahan yang memiliki potensi sebagai objek wisata. Tujuan studi ini adalah membuat perencanaan lanskap kebun wisata stroberi Lemo-lemo sebagai kawasan agrowisata yang bernilai fungsional, edukatif, dan estetis. Metode yang digunakan adalah proses perencanaan lanskap dengan pendekatan sumberdaya tapak meliputi tahap inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Analisis dilakukan berbasis kesesuaian lahan dan deskriptif berdasarkan potensi dan kendala tapak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tapak memiliki kelas kesesuaian yang beragam mulai dari kelas sesuai marginal (S3) hingga kelas sangat sesuai (S1). Karakteristik lahan yang tergolong kelas S1 adalah kriteria kelembaban, drainase, tekstur, bahan kasar, kedalaman tanah, KTK liat, kejenuhan basa, pH H2O, C-organik, lereng, dan genangan. Konsep dasar perencanaan kebun wisata ini adalah kawasan agrowisata yang bersifat edukatif yang menonjolkan karakter lanskap alami. Penataan tapak dilakukan dengan mengembangkan tanaman stroberi, jeruk lemon, pepino, dan tanaman hias yang dilengkapi fasilitas dan utilitas untuk kenyamanan pengunjung. Rencana tata ruang dibagi menjadi 1) ruang wisata meliputi zona tanaman stroberi dan tanaman hortikultura (sayur dan hias); dan 2) ruang pendukung wisata meliputi zona penyambut, penjualan, edukasi, santai, ibadah, dan parkir. Tata hijau yang direncanakan dibagi berdasarkan fungsi, yaitu tanaman utama, penyambut, pengarah, estetika, pembatas, dan tanaman hortikultura.

Collaboration network of the authors

40 authors · 234 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • IPB University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Katriani MantjaAffiliation unknown17
Hari IswoyoAffiliation unknown15
Tigin DariatiAffiliation unknown15
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown13
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown12
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown5
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown5
Nasaruddin .Affiliation unknown5
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown5
Astina TambungAffiliation unknown4
Muh. Farid BDRAffiliation unknown4
Muhammad FariedAffiliation unknown4
Amir YassiAffiliation unknown4
Rizza Nurul ApriliaAffiliation unknown3
Feranita HaringAffiliation unknown3
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown3
Abdul MollahAffiliation unknown3
Hatta JamilAffiliation unknown3
Sakka PatiHasanuddin University2
Yunus MusaAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Amin NurAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Muh. FariedAffiliation unknown2
Amirullah DachlanAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Khumaira Alya AqilahAffiliation unknown1
Andi Junila AuliaAffiliation unknown1
Putra Pamungkas RohadiAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Asdiana Anugrah DuhriAffiliation unknown1
Juniar HasyimAffiliation unknown1
Widodo WidodoIPB University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perencanaan Lanskap Kebun Wisata Stroberi Lemo-lemo di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Qadri, Ari Nur Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurfaida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ridwan , Ifayanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata. Kebun wisata stroberi Lemo-lemo di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu lahan yang memiliki potensi sebagai objek wisata. Tujuan studi ini adalah membuat perencanaan lanskap kebun wisata stroberi Lemo-lemo sebagai kawasan agrowisata yang bernilai fungsional, edukatif, dan estetis. Metode yang digunakan adalah proses perencanaan lanskap dengan pendekatan sumberdaya tapak meliputi tahap inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Analisis dilakukan berbasis kesesuaian lahan dan deskriptif berdasarkan potensi dan kendala tapak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tapak memiliki kelas kesesuaian yang beragam mulai dari kelas sesuai marginal (S3) hingga kelas sangat sesuai (S1). Karakteristik lahan yang tergolong kelas S1 adalah kriteria kelembaban, drainase, tekstur, bahan kasar, kedalaman tanah, KTK liat, kejenuhan basa, pH H2O, C-organik, lereng, dan genangan. Konsep dasar perencanaan kebun wisata ini adalah kawasan agrowisata yang bersifat edukatif yang menonjolkan karakter lanskap alami. Penataan tapak dilakukan dengan mengembangkan tanaman stroberi, jeruk lemon, pepino, dan tanaman hias yang dilengkapi fasilitas dan utilitas untuk kenyamanan pengunjung. Rencana tata ruang dibagi menjadi 1) ruang wisata meliputi zona tanaman stroberi dan tanaman hortikultura (sayur dan hias); dan 2) ruang pendukung wisata meliputi zona penyambut, penjualan, edukasi, santai, ibadah, dan parkir. Tata hijau yang direncanakan dibagi berdasarkan fungsi, yaitu tanaman utama, penyambut, pengarah, estetika, pembatas, dan tanaman hortikultura.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/27316</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/julia.v1i1.27316</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia); Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 1 Nomor 1 Juni 2023; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2988-232X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/27316/9957</dc:relation>
</oai_dc:dc>