Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Bioremediasi Tanah Tercemar Logam Berat Kadmium (Cd) dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tamangapa di Kota Makassar Menggunakan Saccharomyces cerevisiae untuk Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max L.)

Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) · Vol. 1 No. 2 (2024) · pp. 108–119

DOI
10.20956/julia.v1i2.34909
ISSN
2988-232X
Published
2024-06-11
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Laju peningkatan produksi tanaman pangan khususnya kedelai mengalami leveling off, bahkan produksi kedelai mengalami penurunan sehingga harus impor. Diperlukan upaya peningkatan produksi dengan mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan contohnya ketersediaan lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tercemar logam berat Kadmium (Cd) dengan menggunakan konsep bioremediasi. Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu contoh mikroba yang biasanya digunakan unuk proses bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara media kultur dan konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biofertilizer, Departemen Budidaya Pertanian, dan Teaching Farm Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah 12 perlakuan yang terbagi atas 2 faktor yaitu jenis media kultur dan konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media yeast dan konsentrasi 15 ml Saccharomyces cerevisiae yang memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai terbaik. Jenis media kultur yang memberikan hasil terbaik adalah media yeast pada parameter volume akar. Konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae yang memberikan hasil terbaik adalah pada konsentrasi 15 ml pada parameter volume akar.

Collaboration network of the authors

40 authors · 218 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown13
Katriani MantjaAffiliation unknown13
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown12
Tigin DariatiAffiliation unknown11
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown9
NurfaidaAffiliation unknown7
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown6
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown5
Muhammad FariedAffiliation unknown5
Nasaruddin .Affiliation unknown4
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown4
Muh. Farid BDRAffiliation unknown3
Feranita HaringAffiliation unknown3
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown3
Amirullah DachlanAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
Rizza Nurul ApriliaAffiliation unknown2
Abdul MollahAffiliation unknown2
Hatta JamilAffiliation unknown2
Sakka PatiHasanuddin University2
Yunus MusaAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Amin NurAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Galih JatmikoAffiliation unknown2
Asmiaty SahurAffiliation unknown2
Ari Nur Muhammad QadriAffiliation unknown1
Putra Pamungkas RohadiAffiliation unknown1
Juniar HasyimAffiliation unknown1
Ambo AlaAffiliation unknown1
Irfansyah TAffiliation unknown1
Rahmat SadliAffiliation unknown1
Nurefriyani AsdarAffiliation unknown1
Rusnadi PadjungAffiliation unknown1
Rahmat Hidayat GazaliAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Bioremediasi Tanah Tercemar Logam Berat Kadmium (Cd) dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tamangapa di Kota Makassar Menggunakan Saccharomyces cerevisiae untuk Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aulia, Andi Junila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ridwan, Ifayanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tambung, Astina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Laju peningkatan produksi tanaman pangan khususnya kedelai mengalami leveling off, bahkan produksi kedelai mengalami penurunan sehingga harus impor. Diperlukan upaya peningkatan produksi dengan mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan contohnya ketersediaan lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tercemar logam berat Kadmium (Cd) dengan menggunakan konsep bioremediasi. Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu contoh mikroba yang biasanya digunakan unuk proses bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara media kultur dan konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai yang baik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biofertilizer, Departemen Budidaya Pertanian, dan Teaching Farm Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah 12 perlakuan yang terbagi atas 2 faktor yaitu jenis media kultur dan konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media yeast dan konsentrasi 15 ml Saccharomyces cerevisiae yang memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai terbaik. Jenis media kultur yang memberikan hasil terbaik adalah media yeast pada parameter volume akar. Konsentrasi pemberian Saccharomyces cerevisiae yang memberikan hasil terbaik adalah pada konsentrasi 15 ml pada parameter volume akar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/34909</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/julia.v1i2.34909</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia); Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 1 Nomor 2 Desember 2023; 108-119</dc:source>
	<dc:source>2988-232X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/34909/11617</dc:relation>
</oai_dc:dc>