Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perencanaan Ruang Terbuka Hijau sebagai Taman Kota dan Area Evakuasi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat

Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) · Vol. 2 No. 2 (2025) · pp. 78–91

DOI
10.20956/julia.v2i2.42487
ISSN
2988-232X
Published
2025-01-22
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan ruang terbuka hijau sebagai taman kota dan area evakuasi bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi di Kabupaten Mamuju tepatnya di Stadion Manakarra, Lapangan Ahmad Kirang di Kecamatan Mamuju dan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Simboro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah modifikasi dari metode perancangan lanskap Gold (1980), yang terdiri dari persiapan awal, inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Konsep dasar perencanaan ini adalah menciptakan ruang terbuka hijau yang fungsional sebagai taman kota dengan fungsi tambahan sebagai ruang evakuasi bencana gempa bumi, yang aman dari berbagai resiko gempa bumi dan ditunjang dengan berbagai fasilitas untuk pengungsian seperti dapur umum, sanitasi serta drainase yang baik, serta pemetaan dan jalur evakuasi yang jelas tanpa menghilangkan fungsional sebagai taman kota. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung/daya tampung, stadion Manakarra dapat menampung total jumlah pengungsi sebanyak 3,240 orang, lapangan Ahmad Kirang dapat menampung sebanyak 1,476 orang, serta alun-alun Malaqbi Simboro dapat menampung sebanyak 1,440 orang. Kapasitas tersebut bisa menampung kebutuhan jumlah pengungsi di masing-masing lokasi. Namun dalam kondisi darurat disediakan alternatif-alternatif tempat evakuasi darurat untuk bisa menampung jumlah pengungsi dengan lebih maksimal. Hal utama yang dipertimbangkan saat ini ialah pertahanan dan perlindungan hidup terhadap bencana dan meminimalisir adanya korban bencana

Collaboration network of the authors

40 authors · 231 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Tigin DariatiAffiliation unknown34
Ifayanti RidwanAffiliation unknown31
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown30
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown17
NurfaidaAffiliation unknown13
Muhammad FariedAffiliation unknown11
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown10
Nurlina KasimAffiliation unknown6
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown5
Feranita HaringAffiliation unknown5
Muh. FariedAffiliation unknown4
Amir YassiAffiliation unknown4
KaimuddinAffiliation unknown4
Nasaruddin .Affiliation unknown4
Abdul MollahAffiliation unknown4
Astina TambungAffiliation unknown4
Muh RiadiAffiliation unknown4
Abdul Haris BahrunAffiliation unknown3
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown3
Muh. Farid BDRAffiliation unknown3
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
BidasariAffiliation unknown2
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown2
Amirullah DachlanAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Andry SAffiliation unknown1
Devi TrianaAffiliation unknown1
Rivananda RivanandaAffiliation unknown1
Yopie Brian Suryadi PanggabeanAffiliation unknown1
Muhammad SauqiAffiliation unknown1
Chaerani Nur AzizahAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Nurul Mujahidah RahmatAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perencanaan Ruang Terbuka Hijau sebagai Taman Kota dan Area Evakuasi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Iswoyo, Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mantja, Katriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputra, Wahyuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Cri Wahyuni Brahmi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan ruang terbuka hijau sebagai taman kota dan area evakuasi bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi di Kabupaten Mamuju tepatnya di Stadion Manakarra, Lapangan Ahmad Kirang di Kecamatan Mamuju dan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Simboro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah modifikasi dari metode perancangan lanskap Gold (1980), yang terdiri dari persiapan awal, inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Konsep dasar perencanaan ini adalah menciptakan ruang terbuka hijau yang fungsional sebagai taman kota dengan fungsi tambahan sebagai ruang evakuasi bencana gempa bumi, yang aman dari berbagai resiko gempa bumi dan ditunjang dengan berbagai fasilitas untuk pengungsian seperti dapur umum, sanitasi serta drainase yang baik, serta pemetaan dan jalur evakuasi yang jelas tanpa menghilangkan fungsional sebagai taman kota. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung/daya tampung, stadion Manakarra dapat menampung total jumlah pengungsi sebanyak 3,240 orang, lapangan Ahmad Kirang dapat menampung sebanyak 1,476 orang, serta alun-alun Malaqbi Simboro dapat menampung sebanyak 1,440 orang. Kapasitas tersebut bisa menampung kebutuhan jumlah pengungsi di masing-masing lokasi. Namun dalam kondisi darurat disediakan alternatif-alternatif tempat evakuasi darurat untuk bisa menampung jumlah pengungsi dengan lebih maksimal. Hal utama yang dipertimbangkan saat ini ialah pertahanan dan perlindungan hidup terhadap bencana dan meminimalisir adanya korban bencana</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/42487</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/julia.v2i2.42487</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia); Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 2 Nomor 2 Desember 2024; 78-91</dc:source>
	<dc:source>2988-232X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/42487/12506</dc:relation>
</oai_dc:dc>