Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perancangan Lanskap Agroeduwisata Balai Benih Tanaman Hortikultura di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) · Vol. 2 No. 2 (2025) · pp. 113–130

DOI
10.20956/julia.v2i2.42705
ISSN
2988-232X
Published
2025-02-03
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Balai Benih Tanaman Hortikultura yang terletak di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agroeduwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lanskap kawasan Balai Benih Tanaman Hortikultura menjadi suatu kawasan agroeduwisata yang fungsional dan bernilai estetika. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan perencanaan dan perancangan lanskap yang terdiri atas tahap persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan, dan perancangan. Hasil penelitian ini menghasilkan Konsep dasar wisata edukasi dan agrowisata. Konsep pengembangan terdiri atas konsep tata ruang, konsep tata hijau, konsep sirkulasi, konsep fasilitas dan utilitas, serta konsep aktivitas. Tata ruang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hortikultura, zona edukasi dan zona rekreasi. Tata hijau dibagi berdasarkan fungsi tanaman, yaitu penyambut, estetika, produksi, peneduh, dan pembatas. Sirkulasi terbagi atas dua jalur, yaitu jalur utama dan penunjang. Perencanaan dan perancangan menggunakan elemen lunak yang digunakan sesuai dengan fungsi tanaman, misalnya untuk fungsi penyambut menggunakan palem raja, fungsi produksi menggunakan tanaman sayur dan buah, fungsi peneduh menggunakan pohon kupu-kupu, fungsi estetika menggunakan bunga krisan, dan fungsi pembatas menggunakan soka merah. Elemen keras yang didesain meliputi pergola, saung petani, rumah pupuk, rumah benih, pergola kebun, gazebo, bangku taman, restoran, playground, masjid, toilet, lampu jalan, tempat sampah, tempat parkir, tempat bibit, dan pasar tani.

Collaboration network of the authors

40 authors · 234 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • IPB University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Katriani MantjaAffiliation unknown17
Hari IswoyoAffiliation unknown15
Tigin DariatiAffiliation unknown15
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown13
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown12
Nasaruddin .Affiliation unknown6
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown5
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown5
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown5
Astina TambungAffiliation unknown4
Muh. Farid BDRAffiliation unknown4
Muhammad FariedAffiliation unknown4
Amir YassiAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown3
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown3
Abdul MollahAffiliation unknown3
Hatta JamilAffiliation unknown3
Sakka PatiHasanuddin University2
Yunus MusaAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Amin NurAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Muh. FariedAffiliation unknown2
Ari Nur Muhammad QadriAffiliation unknown2
Amirullah DachlanAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Khumaira Alya AqilahAffiliation unknown1
Andi Junila AuliaAffiliation unknown1
Putra Pamungkas RohadiAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Asdiana Anugrah DuhriAffiliation unknown1
Juniar HasyimAffiliation unknown1
Widodo WidodoIPB University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Perancangan Lanskap Agroeduwisata Balai Benih Tanaman Hortikultura di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aprilia, Rizza Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurfaida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ridwan, Ifayanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Balai Benih Tanaman Hortikultura yang terletak di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agroeduwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lanskap kawasan Balai Benih Tanaman Hortikultura menjadi suatu kawasan agroeduwisata yang fungsional dan bernilai estetika. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan perencanaan dan perancangan lanskap yang terdiri atas tahap persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan, dan perancangan. Hasil penelitian ini menghasilkan Konsep dasar wisata edukasi dan agrowisata. Konsep pengembangan terdiri atas konsep tata ruang, konsep tata hijau, konsep sirkulasi, konsep fasilitas dan utilitas, serta konsep aktivitas. Tata ruang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hortikultura, zona edukasi dan zona rekreasi. Tata hijau dibagi berdasarkan fungsi tanaman, yaitu penyambut, estetika, produksi, peneduh, dan pembatas. Sirkulasi terbagi atas dua jalur, yaitu jalur utama dan penunjang. Perencanaan dan perancangan menggunakan elemen lunak yang digunakan sesuai dengan fungsi tanaman, misalnya untuk fungsi penyambut menggunakan palem raja, fungsi produksi menggunakan tanaman sayur dan buah, fungsi peneduh menggunakan pohon kupu-kupu, fungsi estetika menggunakan bunga krisan, dan fungsi pembatas menggunakan soka merah. Elemen keras yang didesain meliputi pergola, saung petani, rumah pupuk, rumah benih, pergola kebun, gazebo, bangku taman, restoran, playground, masjid, toilet, lampu jalan, tempat sampah, tempat parkir, tempat bibit, dan pasar tani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/42705</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/julia.v2i2.42705</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia); Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 2 Nomor 2 Desember 2024; 113-130</dc:source>
	<dc:source>2988-232X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/42705/12531</dc:relation>
</oai_dc:dc>