Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Rekomendasi Pengelolaan dan Penataan Pasar Tradisional di Kota Makassar

Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia) · Vol. 3 No. 1 (2025) · pp. 51–68

DOI
10.20956/julia.v3i1.45281
ISSN
2988-232X
Published
2025-07-20
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Permasalahan klasik pasar tradisional adalah kondisi penataan, dan pengelolaan yang menyebabkan pasar tardisional seringkali diidentikkan sebagai tempat yang kotor, semrawut dan tidak menyenangkan. Permasalahan ini juga ditemui di Kota Makassar yang memiliki banyak pasar tradisional. Survei untuk menginventarisasi berbagai permasalahan pasar tradisional di Kota Makassar dilakukan pada tiga lokasi pasar tradisional yaitu Pasar Terong Makassar (pasar kelas satu), Pasar Pabaeng-baeng (pasar kelas dua), dan Pasar Parang Tambung (pasar kelas tiga). Survei ini bertujuan membuat rekomendasi/penataan pasar tradisional di Kota Makassar menjadi lebih baik dari segi penataan dan pengelolaan. Metode survei yang digunakan yaitu mengumpulkan data lapangan, yang terdiri atas pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner dengan pihak-pihak yang terkait berupa pihak pengelola pasar, para pedagang dan para pengunjung, serta didukung oleh informasi yang diperoleh melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil survei ditemukan permasalahan-permasalahan yang sering di temukan pada pasar tradisional antara lain terkait pengelolaan/manajemen pasar yang kurang baik dan tidak adanya penerapan peraturan pasar yang berupa pemberian sanksi yang mengikat, kebersihan pasar yang kurang, ketersediaan fasilitas dan utilitas yang tidak memadai, penataan dan penempatan kios-kios dan pedagang kaki lima yang tidak teratur, belum terpisah antara pasar kering dan pasar basah, areal lahan parkir yang terbatas dan tidak teratur. Dengan terinvetarisasinya berbagai permasalahan teresbut, Rekomendasi yang dapat diberikan untuk menata pasar tradisional antara lain (1) Penataan zonasi; (2) Peningkatan kualitas pasar tradisional secara fisik, dan manajemen; dan (3) Penataan dan penambahan vegetasi untuk peningkatan kualitas visual dan udara di lingkungan pasar. Rekomendasi-rekomendasi tersebut terakomodir melalui layout pasar secara umum yang mampu mengakomodir permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam studi ini.

Collaboration network of the authors

40 authors · 189 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown15
Tigin DariatiAffiliation unknown13
Ifayanti RidwanAffiliation unknown12
Katriani MantjaAffiliation unknown11
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown7
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown6
Nurlina KasimAffiliation unknown4
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown4
Muhammad FariedAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown3
NurfaidaAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
Andry SAffiliation unknown1
Devi TrianaAffiliation unknown1
Rivananda RivanandaAffiliation unknown1
BidasariAffiliation unknown1
Muhammad SauqiAffiliation unknown1
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown1
Juane Davied MamengkoAffiliation unknown1
Anugerah Hidayati MAffiliation unknown1
Wahyuddin SaputraAffiliation unknown1
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown1
Adela Sulistya AnwarAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1
Viligius ViligiusAffiliation unknown1
Rusnadi PadjungAffiliation unknown1
Yunita Eliza ArifinAffiliation unknown1
Rusdayani AminAffiliation unknown1
Amirullah DachlanAffiliation unknown1
Rinaldi SjahrilAffiliation unknown1
. MufidahAffiliation unknown1
. JamilaAffiliation unknown1
Abdul MollahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Rekomendasi Pengelolaan dan Penataan Pasar Tradisional di Kota Makassar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Iswoyo, Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Eny Dungga, Novaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">A.R., Rosmeyni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan klasik pasar tradisional adalah kondisi penataan, dan pengelolaan yang menyebabkan pasar tardisional seringkali diidentikkan sebagai tempat yang kotor, semrawut dan tidak menyenangkan. Permasalahan ini juga ditemui di Kota Makassar yang memiliki banyak pasar tradisional. Survei untuk menginventarisasi berbagai permasalahan pasar tradisional di Kota Makassar dilakukan pada tiga lokasi pasar tradisional yaitu Pasar Terong Makassar (pasar kelas satu), Pasar Pabaeng-baeng (pasar kelas dua), dan Pasar Parang Tambung (pasar kelas tiga). Survei ini bertujuan membuat rekomendasi/penataan pasar tradisional di Kota Makassar menjadi lebih baik dari segi penataan dan pengelolaan. Metode survei yang digunakan yaitu mengumpulkan data lapangan, yang terdiri atas pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner dengan pihak-pihak yang terkait berupa pihak pengelola pasar, para pedagang dan para pengunjung, serta didukung oleh informasi yang diperoleh melalui studi pustaka. Berdasarkan hasil survei ditemukan permasalahan-permasalahan yang sering di temukan pada pasar tradisional antara lain terkait pengelolaan/manajemen pasar yang kurang baik dan tidak adanya penerapan peraturan pasar yang  berupa pemberian sanksi yang mengikat, kebersihan pasar yang kurang, ketersediaan fasilitas dan utilitas yang tidak memadai, penataan dan penempatan kios-kios dan pedagang  kaki  lima  yang tidak teratur, belum terpisah antara pasar kering dan pasar basah,  areal lahan parkir yang  terbatas dan tidak teratur. Dengan terinvetarisasinya berbagai permasalahan teresbut, Rekomendasi yang dapat diberikan untuk menata pasar tradisional antara lain (1) Penataan zonasi; (2) Peningkatan kualitas pasar tradisional secara fisik, dan manajemen; dan (3) Penataan dan penambahan vegetasi untuk peningkatan kualitas visual dan udara di lingkungan pasar. Rekomendasi-rekomendasi tersebut terakomodir melalui layout pasar secara umum yang mampu mengakomodir permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam studi ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/45281</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/julia.v3i1.45281</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia); Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lanskap dan Lingkungan Volume 3 Nomor 1 Juni 2025; 51-68</dc:source>
	<dc:source>2988-232X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/julia/article/view/45281/13165</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Lanskap dan Lingkungan (Julia)</dc:rights>
</oai_dc:dc>