Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

POTENSI PRODUKSI BERBAGAI VARIETAS PADI SAWAH PADA LAHAN BERTEKSTUR PASIR DENGAN MODEL PENGELOLAAN AIR DAN SISTEM TANAM DI MUSIM TANAM RENDENGAN

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2021) · pp. 12–17

DOI
10.20956/ja.v12i1.14316
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2021-07-02
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi terjadinya kekurangan air pada lahan sawah irigasi dengan penggunaan varietas adaftif. Inovasi teknologi pada perbaikan mutu intensifikasi dengan sistem mekanisasi salah satu alternatif menanggulangi tenaga kerja manusia. Melalui penerapan efisiensi pengelolaan air irigasi akibat pola perubahan iklim, menghasilkan varietas yang toleran terhadap kekeringan serta penggunaan paket teknologi yang sesuai musim tanam dan tipe hujan equatorial pada tekstur pasir. Tujuan penelitian untuk memperoleh model pengelolaan air dengan sistem tanam metode SRI yang dikombinasi dengan cara legowo dan penggunaan varietas padi yang sesuai kondisi wilayah tipe hujan equatorial. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sidrap pada lahan bertekstur pasir, penelitian dalam bentuk percobaan dengan metode analisis Rancangan Petak Terpisah. Perlakuan pengelolaan air yakni metode basah-kering, macak-macak dan terputus-putus sebagai petak utama dan berbagai varietas terdiri dari Mekongga, Inpari-4 dan Inpari-30 sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan air dengan metode basah-kering memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman umur 30 hst (44,74 cm), umur 60 hst (84,74 cm), saat panen (101,62 cm), panjang malai (27,87 cm) dan petak (per hektar) yakni 223,75 kg (6,78 t), sedangkan jumlah anakan 30 hst (20,80 batang), anakan produktif (21,20 batang) diperoleh pada metode terputus-putus. Pengembangan varietas pada lahan sawah bertekstur pasir sebaiknya menggunakan varietas Inpari-4 yang dikombinasikan dengan pengelolaan air dengan metode basah kering.

Collaboration network of the authors

40 authors · 163 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Medan Area University
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown6
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown6
Tigin DariatiAffiliation unknown5
Katriani MantjaAffiliation unknown5
Ifayanti RidwanAffiliation unknown5
NurfaidaAffiliation unknown4
Nasruddin NasruddinUniversitas Halu Oleo3
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown3
Kahar MustariAffiliation unknown2
Feranita HaringAffiliation unknown2
Nurlina KasimAffiliation unknown2
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown2
Rusnadi PadjungAffiliation unknown2
Astina TambungAffiliation unknown2
Radianti Yahya DouwAffiliation unknown1
MamingAffiliation unknown1
Taufik HidayatMedan Area University1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Khumaira Alya AqilahAffiliation unknown1
Baharuddin AsisAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1
Viligius ViligiusAffiliation unknown1
Ansar AnwarAffiliation unknown1
Jusril Mahendra J JuniAffiliation unknown1
Isma Muliani JasadinaAffiliation unknown1
Putri Putri Dewi Balgis SamsonAffiliation unknown1
Ambo AlaAffiliation unknown1
Afifah Nur Fahira AmsalAffiliation unknown1
Nufita NufitaAffiliation unknown1
Nurhayati NurhayatiPoliteknik Negeri Ujung Pandang1
Amirullah DachlanAffiliation unknown1
Festy RianiAffiliation unknown1
KaimuddinAffiliation unknown1
Ummi Nur Hasanah KamaruddinAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Muhammad JayadiAffiliation unknown1
Fachirah UlfaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">POTENSI PRODUKSI BERBAGAI VARIETAS PADI SAWAH PADA LAHAN BERTEKSTUR PASIR DENGAN MODEL PENGELOLAAN AIR  DAN SISTEM TANAM DI MUSIM TANAM RENDENGAN </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yassi, Amir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amin, A Rusdayani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Widiayani, Nuniek </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi terjadinya kekurangan air pada lahan sawah irigasi dengan penggunaan varietas adaftif. Inovasi teknologi pada perbaikan mutu intensifikasi dengan sistem mekanisasi salah satu alternatif menanggulangi tenaga kerja manusia. Melalui penerapan efisiensi pengelolaan air irigasi akibat pola perubahan iklim, menghasilkan varietas yang toleran terhadap kekeringan serta penggunaan paket teknologi yang sesuai musim tanam dan tipe hujan equatorial pada tekstur pasir. Tujuan penelitian untuk memperoleh model pengelolaan air dengan sistem tanam metode SRI yang dikombinasi dengan cara legowo dan penggunaan varietas padi yang sesuai kondisi wilayah tipe hujan equatorial. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sidrap pada lahan bertekstur pasir, penelitian dalam bentuk percobaan dengan metode analisis Rancangan Petak Terpisah. Perlakuan pengelolaan air yakni metode basah-kering, macak-macak dan terputus-putus sebagai petak utama dan berbagai varietas terdiri dari Mekongga, Inpari-4 dan Inpari-30 sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan air dengan metode basah-kering memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman umur 30 hst (44,74 cm), umur 60 hst (84,74 cm), saat panen (101,62 cm), panjang malai (27,87 cm) dan petak (per hektar) yakni 223,75 kg (6,78 t), sedangkan jumlah anakan 30 hst (20,80 batang), anakan produktif (21,20 batang) diperoleh pada metode terputus-putus. Pengembangan varietas pada lahan sawah bertekstur pasir sebaiknya menggunakan varietas Inpari-4 yang dikombinasikan dengan pengelolaan air dengan metode basah kering.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14316</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v12i1.14316</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2021; 12-17</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14316/7038</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>