Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI BIOSLURRY CAIR

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2021) · pp. 18–27

DOI
10.20956/ja.v12i1.14317
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2021-07-02
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh bioslurry cair terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan menggunakan rancangan petak terpisah (RPT). Petak utama adalah varietas yang terdiri atas 3 varietas yaitu: varietas bima, varietas super philip dan varietas tajuk. Sedangkan anak petak adalah konsentrasi bioslurry cair terdiri dari 4 taraf, yaitu: konsentrasi 0 mL.L-1; konsentrasi 50 mL.L-1; konsentrasi 100 mL.L-1 dan konsentrasi 150 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara varietas tajuk dengan konsentrasi bioslurry cair 100 mL.L-1 menghasilkan produksi umbi per hektar terbaik (13,61 ton ha-1). Konsentrasi 100 mL.L-1 menunjukkan hasil terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman (39,37 cm), jumlah daun (42,53 helai), diameter umbi (29,31 mm), jumlah umbi per tanaman (8,52 umbi), bobot basah umbi per tanaman (51,41 g), bobot basah umbi per petak (1,79 kg), bobot kering umbi per tanaman (44,85 g), bobot kering umbi per petak (1,57 kg), dan produksi umbi per hektar (11,50 ton ha-1). Varietas Tajuk menghasilkan rata-rata tanaman tertinggi yaitu 37.33 cm. Semua karakter pengamatan berkorelasi sangat kuat terhadap produksi umbi per hektar yaitu tinggi tanaman (0,72**), jumlah daun (0,88**), diameter umbi (0,82**), jumlah umbi per tanaman (0,88**), bobot basah umbi per tanaman (0,97**), bobot basah umbi per petak (0,97**), bobot kering umbi per tanaman (0,95**), dan bobot kering umbi per petak (0,95**).

Collaboration network of the authors

40 authors · 216 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown7
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown6
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown5
Muh RiadiAffiliation unknown5
Rinaldi SjahrilAffiliation unknown4
Asmiaty SahurAffiliation unknown4
RafiuddinAffiliation unknown4
Katriani MantjaAffiliation unknown4
Tigin DariatiAffiliation unknown4
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown4
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown3
Ifayanti RidwanAffiliation unknown3
Fachirah UlfaAffiliation unknown3
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown3
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown3
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
St.Aminah AminahAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
NurfaidaAffiliation unknown1
Muh. FariedAffiliation unknown1
BidasariAffiliation unknown1
Juane Davied MamengkoAffiliation unknown1
Amir YassiAffiliation unknown1
Rahmat SadliAffiliation unknown1
Nasaruddin NasaruddinUniversitas Syiah Kuala1
Awaluddin AwaluddinAffiliation unknown1
Astina TambungAffiliation unknown1
Nur Hilmih Disya PutriAffiliation unknown1
Lilis NuranisaAffiliation unknown1
Waode A. QibthiyahAffiliation unknown1
Amirullah DachlanAffiliation unknown1
. MufidahAffiliation unknown1
. JamilaAffiliation unknown1
Muhammad NasrunAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI BIOSLURRY CAIR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kasim, Nurlina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Haring, Feranita </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Asis, Baharuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amin, A Rusdayani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian&amp;nbsp; bertujuan untuk mempelajari pengaruh bioslurry cair terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan menggunakan rancangan petak terpisah (RPT). Petak utama adalah varietas yang terdiri atas 3 varietas yaitu: varietas bima, varietas super philip dan varietas tajuk. Sedangkan anak petak adalah konsentrasi bioslurry cair terdiri dari 4 taraf, yaitu: konsentrasi 0 mL.L-1; konsentrasi 50 mL.L-1; konsentrasi 100 mL.L-1 dan konsentrasi 150 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara varietas tajuk dengan konsentrasi bioslurry cair 100 mL.L-1 menghasilkan produksi umbi per hektar terbaik (13,61 ton ha-1). Konsentrasi 100 mL.L-1 menunjukkan hasil terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman (39,37 cm), jumlah daun (42,53 helai), diameter umbi (29,31 mm), jumlah umbi per tanaman (8,52 umbi), bobot basah umbi per tanaman (51,41 g), bobot basah umbi per petak (1,79 kg), bobot kering umbi per tanaman (44,85 g), bobot kering umbi per petak (1,57 kg), dan produksi umbi per hektar (11,50 ton ha-1). Varietas Tajuk menghasilkan rata-rata tanaman tertinggi yaitu 37.33 cm. Semua karakter pengamatan berkorelasi sangat kuat terhadap produksi umbi per hektar yaitu tinggi tanaman (0,72**), jumlah daun (0,88**), diameter umbi (0,82**), jumlah umbi per tanaman (0,88**), bobot basah umbi per tanaman (0,97**), bobot basah umbi per petak (0,97**), bobot kering umbi per tanaman (0,95**), dan bobot kering umbi per petak (0,95**).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v12i1.14317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2021; 18-27</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14317/7039</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>