Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Aplikasi Kalium dan Pemangkasan Tunas

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 21–46

DOI
10.20956/ja.v13i1.42957
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-01-24
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi antara dosis pupuk kalium dan pemangkasan tunas terhadap hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan percobaan faktorial 2 faktor berdasarkan rancangan acak kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu dosis pupuk kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pupuk kalium (k0), pupuk kalium 85 kg/ha (k1), pupuk kalium 170 kg/ha (k2) dan pupuk kalium 255 kg/ha (k3). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemangkasan tunas (p0), pemangkasan tunas sampai daun ke 3 (p1) dan pemangkasan tunas sampai daun ke 6 (p2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha pemangkasan tunas sampai daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada parameter indeks klorofil daun ke 9 dan 11 (44,23 dan 35,97), berat buah (1096, 58 g), lingkar buah (38,6 cm), diameter buah (116,27 mm), tebal daging buah (29,67 mm), bobot buah per plot (17,55 kg) dan hasil produksi per hektar (13 ton/ha). Perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha memberikan hasil terbaik pada parameter padatan terlarut (8,94 %brix). Sedangkan dosis pupuk kalium 170 kg/ha memberikan hasil terbaik pada jumlah bakal buah (4,55). Perlakuan pemangkasan tunas pada daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada luas daun ke 7 umur 28 HST (159,15 cm), serta luas daun ke 7 dan 11 umur 42 HST (211,08 cm dan 243,4 cm).

Collaboration network of the authors

40 authors · 250 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown15
Katriani MantjaAffiliation unknown15
Ifayanti RidwanAffiliation unknown14
Tigin DariatiAffiliation unknown12
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown7
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown7
Fachirah UlfaAffiliation unknown5
Nurlina KasimAffiliation unknown5
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown5
Feranita HaringAffiliation unknown5
Muhammad FariedAffiliation unknown5
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown4
NurfaidaAffiliation unknown4
Muh RiadiAffiliation unknown4
Sylvia SjamAffiliation unknown3
Fachira UlfaAffiliation unknown3
Vien Sartika DewiAffiliation unknown3
Heliawaty HeliawatyAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown3
KaimuddinAffiliation unknown2
RafiuddinAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Muhammad JayadiAffiliation unknown2
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
Muh. FariedAffiliation unknown2
Asmiaty SahurAffiliation unknown2
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown2
Astina TambungAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Heliawaty CH LakareAffiliation unknown1
Andry SAffiliation unknown1
Devi TrianaAffiliation unknown1
Rivananda RivanandaAffiliation unknown1
BidasariAffiliation unknown1
Muhammad SauqiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Aplikasi Kalium dan Pemangkasan Tunas</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam’un, Elkawakib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iswoyo, Hari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Adela Sulistya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi antara dosis pupuk kalium dan pemangkasan tunas terhadap hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan percobaan faktorial 2 faktor berdasarkan rancangan acak kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu dosis pupuk kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pupuk kalium (k0), pupuk kalium 85 kg/ha (k1), pupuk kalium 170 kg/ha (k2) dan pupuk kalium 255 kg/ha (k3). Faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemangkasan tunas (p0), pemangkasan tunas sampai daun ke 3 (p1) dan pemangkasan tunas sampai daun ke 6 (p2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha pemangkasan tunas sampai daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada parameter indeks klorofil daun ke 9 dan 11 (44,23 dan 35,97), berat buah (1096, 58 g), lingkar buah (38,6 cm), diameter buah (116,27 mm), tebal daging buah (29,67 mm), bobot buah per plot (17,55 kg) dan hasil produksi per hektar (13 ton/ha). Perlakuan dosis pupuk kalium 255 kg/ha memberikan hasil terbaik pada parameter padatan terlarut (8,94 %brix). Sedangkan dosis pupuk kalium 170 kg/ha memberikan hasil terbaik pada jumlah bakal buah (4,55). Perlakuan pemangkasan tunas pada daun ke 6 memberikan hasil terbaik pada luas daun ke 7 umur 28 HST (159,15 cm), serta luas daun ke 7 dan 11 umur 42 HST (211,08 cm dan 243,4 cm).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42957</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v13i1.42957</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2022; 21-46</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42957/12480</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>