Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) yang Diaplikasi Biochars Biomassa Jagung dan Metharizium

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 22–43

DOI
10.20956/ja.v14i1.42974
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-02-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji dosis biochars biomassa jagung dan Metharizium yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian ini disusun dalam bentuk rancangan percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis biochars biomassa jagung yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu biochar biomassa jagung 0 t ha-1; biochar biomassa jagung 10 t ha-1; biochar biomassa jagung 15 t ha-1; dan biochar biomassa jagung 20 t ha-1. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis Metharizium yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu Metharizium 0 g/tanaman; Metharizium 4 g/tanaman; Metharizium 8 g/tanaman, dan Metharizium 12 g/tanaman. Hasil penelitian yang memberikan pengaruh interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi bawang merah yang didapatkan adalah biochar 10 ton ha-1 dengan metarhizium 12 g/L memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun 50 hst (6,11 helai), sedangkan pengaruh kombinasi tanpa pemberian biochar (kontrol) dengan Metarhizium 12 g/L memberikan hasil terbaik pada parameter produksi umbi per petak (1,18 g) dan produksi umbi per hektar (8,19 ton). Kata Kunci: Bawang merah, Biochars biomassa jagung,Metharizium.

Collaboration network of the authors

40 authors · 224 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Medan Area University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Katriani MantjaAffiliation unknown8
Fachirah UlfaAffiliation unknown5
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown5
Hari IswoyoAffiliation unknown5
Ifayanti RidwanAffiliation unknown5
Tigin DariatiAffiliation unknown4
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown4
Sylvia SjamAffiliation unknown3
Fachira UlfaAffiliation unknown3
Vien Sartika DewiAffiliation unknown3
Heliawaty HeliawatyAffiliation unknown3
Feranita HaringAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
Muhammad FariedAffiliation unknown3
NurfaidaAffiliation unknown3
Kahar MustariAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Nasruddin NasruddinUniversitas Halu Oleo2
RafiuddinAffiliation unknown2
Muhammad JayadiAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Nurlina KasimAffiliation unknown2
Astina TambungAffiliation unknown2
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Muh. FariedAffiliation unknown1
Asmiaty SahurAffiliation unknown1
Heliawaty CH LakareAffiliation unknown1
Taufik HidayatMedan Area University1
Basri BabaAffiliation unknown1
Nadira R. SennangAffiliation unknown1
Indah PuspitasariAffiliation unknown1
A Rusdayani AminAffiliation unknown1
Dwika Stevia IndrianaAffiliation unknown1
Adela Sulistya AnwarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) yang Diaplikasi Biochars Biomassa Jagung dan Metharizium</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Widiayani, Nuniek</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam’un, Elkawakib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Ansar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji dosis biochars biomassa jagung dan Metharizium yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian ini disusun dalam bentuk rancangan percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis biochars biomassa jagung yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu biochar biomassa jagung 0 t ha-1; biochar biomassa jagung 10 t ha-1; biochar biomassa jagung 15 t ha-1; dan biochar biomassa jagung 20 t ha-1. Sedangkan faktor kedua yaitu dosis Metharizium yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu Metharizium 0 g/tanaman; Metharizium 4 g/tanaman; Metharizium 8 g/tanaman, dan Metharizium 12 g/tanaman. Hasil penelitian yang memberikan pengaruh interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi bawang merah yang didapatkan adalah biochar 10 ton ha-1 dengan metarhizium 12 g/L memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah daun 50 hst (6,11 helai), sedangkan pengaruh kombinasi tanpa pemberian biochar (kontrol) dengan Metarhizium 12 g/L memberikan hasil terbaik pada parameter produksi umbi per petak (1,18 g) dan produksi umbi per hektar (8,19 ton).
Kata Kunci: Bawang merah, Biochars biomassa jagung,Metharizium. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42974</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v14i1.42974</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 14 NOMOR 1, JUNI 2023; 22-43</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42974/12490</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>