Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengaruh Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pembungaan dan Produksi Tanaman Kakao

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 44–62

DOI
10.20956/ja.v14i1.42976
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-02-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pemangkasan dan dosis pupuk kompos terhadap pembungaan dan produksi tanaman kakao, baik pengaruh tunggal ataupun interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Rakyat Desa Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada September 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), dimana Petak utama yaitu pemangkasan yang terdiri atas 3 taraf, yaitu tidak dipangkas (Kontrol), pemangkasan bentuk 3 cabang primer, dan pemangkasan bentuk 5 cabang primer. Anak petak yaitu dosis pupuk kompos yang terdiri atas 4 taraf, yaitu tanpa pupuk (kontrol), 4,5 kg/pohon, K2 = 9 kg/pohon, dan 13,5 kg/pohon dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemangkasan bentuk 3 cabang primer dan dosis pupuk kompos 13,5 kg/pohon memberikan hasil yang terbaik pada parameter jumlah bunga yang terbentuk, persentase bunga yang gugur, jumlah pentil buah kakao yang terbentuk, dan persentase pentil buah kakao berukuran ≥ 10 cm yang bertahan. Sedangkan pada perlakuan tunggal pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk 3 cabang primer memberikan hasil yang terbaik pada parameter intersepsi energi cahaya matahari dan luas bukaan stomata daun. Pada perlakuan tunggal dosis pupuk kompos yaitu 13,5 kg/pohon memberikan hasil yang terbaik pada parameter persentase pentil buah kakao yang gugur, persentase pentil buah kakao yang bertahan, dan komponen klorofil.

Collaboration network of the authors

40 authors · 180 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown15
Tigin DariatiAffiliation unknown13
Ifayanti RidwanAffiliation unknown13
Katriani MantjaAffiliation unknown11
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown7
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown6
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown5
Nurlina KasimAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown3
NurfaidaAffiliation unknown3
Muhammad FariedAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
KaimuddinAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
Nasaruddin .Affiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Andry SAffiliation unknown1
Devi TrianaAffiliation unknown1
Rivananda RivanandaAffiliation unknown1
BidasariAffiliation unknown1
Muhammad SauqiAffiliation unknown1
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown1
Juane Davied MamengkoAffiliation unknown1
Wahyuddin SaputraAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Rosmeyni A.R.Affiliation unknown1
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown1
Adela Sulistya AnwarAffiliation unknown1
Fachira UlfaAffiliation unknown1
Gusni EpinoritaAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1
Viligius ViligiusAffiliation unknown1
Rahmat Hidayat GazaliAffiliation unknown1
Jusril Mahendra J JuniAffiliation unknown1
Arfina ShalsabilaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Teknik Pemangkasan dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pembungaan dan Produksi Tanaman Kakao</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Yunita Eliza</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Padjung, Rusnadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iswoyo, Hari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pemangkasan dan dosis pupuk kompos terhadap pembungaan dan produksi tanaman kakao, baik pengaruh tunggal ataupun interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Rakyat Desa Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada September 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), dimana Petak utama yaitu pemangkasan yang terdiri atas 3 taraf, yaitu tidak dipangkas (Kontrol), pemangkasan bentuk 3 cabang primer, dan pemangkasan bentuk 5 cabang primer. Anak petak yaitu dosis pupuk kompos yang terdiri atas 4 taraf, yaitu tanpa pupuk (kontrol), 4,5 kg/pohon, K2 = 9 kg/pohon, dan 13,5 kg/pohon dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemangkasan bentuk 3 cabang primer dan dosis pupuk kompos 13,5 kg/pohon memberikan hasil yang terbaik pada parameter jumlah bunga yang terbentuk, persentase bunga yang gugur, jumlah pentil buah kakao yang terbentuk, dan persentase pentil buah kakao berukuran ≥ 10 cm yang bertahan. Sedangkan pada perlakuan tunggal pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk 3 cabang primer memberikan hasil yang terbaik pada parameter intersepsi energi cahaya matahari dan luas bukaan stomata daun. Pada perlakuan tunggal dosis pupuk kompos yaitu 13,5 kg/pohon memberikan hasil yang terbaik pada parameter persentase pentil buah kakao yang gugur, persentase pentil buah kakao yang bertahan, dan komponen klorofil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42976</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v14i1.42976</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 14 NOMOR 1, JUNI 2023; 44-62</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42976/12492</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>