Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika Terhadap Pemberian Kompos Azolla dan Trichoderma

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 63–76

DOI
10.20956/ja.v14i1.42977
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-02-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian kompos Azolla dan Trichoderma asperellum terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Penangkar Bibit Buntu Pasele, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dengan luas perkebunan sebesar 1 ha dan berada pada ketinggian 800-1200 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah dosis Trichoderma asperellum terdiri atas 3 taraf, yaitu: 0 g/polybag, 20 g/polybag, dan 40 g/polybag, sedangkan anak petak adalah dosis kompos Azolla terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 g/polybag, 10 g/polybag, 20 g/polybag dan 30 g/polybag. Berdasakan kedua faktor tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 (tiga) tanaman, sehingga jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Trichoderma asperellum dan kompos Azolla memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun (11,33 helai), klorofil total (592,8 µmol.m-2) dan kerapatan stomata (422,9 µm2). Dosis kompos Azolla memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (23,81 cm), bera akar basah (3,04 g), berat akar kering (0,79 g), berat kering tajuk (5,28 g), klorofil a (401,4 µmol.m-2), klorofil b (202,3 µmol.m-2), luas bukaan stomata (57,3 µm2). Dosis Trichoderma asperellum memberikan hasil terbaik pada berat basah tajuk (18,32 g).

Collaboration network of the authors

40 authors · 185 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Institut Teknologi dan Sains Mandala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown4
Nasaruddin .Affiliation unknown3
Asmiaty SahurAffiliation unknown3
Ifayanti RidwanAffiliation unknown3
Achmad Kautsar BaharuddinAffiliation unknown3
Muh. Farid BDRAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Hari IswoyoAffiliation unknown2
Tigin DariatiAffiliation unknown2
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
Eymal B DemmallinoAffiliation unknown1
Baharuddin PatandjengiAffiliation unknown1
malik abd malik ash shiddieqyAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Putri Ayuni AchmadAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1
Mahmud Saputra IshakAffiliation unknown1
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown1
Cici Nur MaghfirahAffiliation unknown1
Muh. Idil FitriAffiliation unknown1
RafiuddinAffiliation unknown1
KaimuddinAffiliation unknown1
Amir YassiAffiliation unknown1
Muh. Farid BDRAffiliation unknown1
Ade RosmanaAffiliation unknown1
Ismail MustafaAffiliation unknown1
Abdul WahidInstitut Teknologi dan Sains Mandala1
Sakka PatiHasanuddin University1
NursiniAffiliation unknown1
Hatta JamilAffiliation unknown1
M. Bayu MarioAffiliation unknown1
Ahmad AhmadAffiliation unknown1
Rostyati HasyimAffiliation unknown1
Muhammad SadarAffiliation unknown1
Katriani MantjaAffiliation unknown1
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika Terhadap Pemberian  Kompos Azolla dan Trichoderma</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahrun, Abd. Haris</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Musa, Yunus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Vionanda, Chita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian kompos Azolla dan Trichoderma asperellum terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Penangkar Bibit Buntu Pasele, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dengan luas perkebunan sebesar 1 ha dan berada pada ketinggian 800-1200 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah dosis Trichoderma asperellum terdiri atas 3 taraf, yaitu: 0 g/polybag, 20 g/polybag, dan 40 g/polybag, sedangkan anak petak adalah dosis kompos Azolla terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 g/polybag, 10 g/polybag, 20 g/polybag dan 30 g/polybag. Berdasakan kedua faktor tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 (tiga) tanaman, sehingga jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Trichoderma asperellum dan kompos Azolla memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun (11,33 helai),&amp;nbsp; klorofil total (592,8 µmol.m-2) dan kerapatan stomata (422,9 µm2). Dosis kompos Azolla memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (23,81 cm), bera akar basah (3,04 g), berat akar kering (0,79 g), berat kering tajuk (5,28 g), klorofil a (401,4 µmol.m-2), klorofil b (202,3 µmol.m-2), luas bukaan stomata (57,3 µm2). Dosis Trichoderma asperellum &amp;nbsp;memberikan hasil terbaik pada berat basah tajuk (18,32 g).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42977</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v14i1.42977</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 14 NOMOR 1, JUNI 2023; 63-76</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42977/12493</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>