Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pemangkasan Cabang dan Pengaplikasian KNO3 pada Kualitas Buah Tanaman Melon (Cucumis melo L.)

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 77–98

DOI
10.20956/ja.v14i1.42978
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-02-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemangkasan cabang dan pengaplikasian pupuk KNO3 terhadap kualitas buah pada tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan dan berlangsung dari Juni hingga Agustus 2022 yang disusun dalam bentuk percobaan Faktorial 2 Faktor menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pemangkasan cabang yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemangkasan cabang, pemangkasan cabang 1-2, pemangkasan cabang 1-4, dan pemangkasan cabang 1-6. Faktor kedua adalah pengaplikasian pupuk KNO3 yang terdiri dari dari empat taraf yaitu tanpa KNO3 (0 g L-1), KNO3 5 g L-1, KNO3 10 g L-1, dan KNO3 15 g L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan cabang 1-6 menghasilkan rata-rata luas daun terlebar 358,54 cm2, klorofil total tertinggi 417,38 µmol.m-2, diameter buah terlebar 12.46 cm, lingkar buah terlebar 39,25 cm, tebal daging buah terlebar 3,60 cm, bobot buah terberat 1155,28 gram, bobot buah per plot terberat 8,54 kg, produktifitas per hektar terberat 39,55 ton/ha, dan padatan terlarut tertinggi 10,33 %brix. Pada perlakuan pengaplikasian pupuk KNO3 dengan konsentrasi 15 g L-1 menghasilkan rata-rata rasio bunga jantan dan bunga betina terbaik 2,66, lingkar buah tertinggi 37,88 cm, tebal daging buah tertinggi 3,55 cm, bobot buah terberat 1026,34 gram, bobot buah per plot terberat 7,69 kg, produktivitas per hektar terberat 35,59 ton/ha dan padatan terlarut tertinggi 10,67 % brix.

Collaboration network of the authors

40 authors · 279 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Katriani MantjaAffiliation unknown15
Hari IswoyoAffiliation unknown13
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown11
Tigin DariatiAffiliation unknown10
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown8
NurfaidaAffiliation unknown7
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown6
Fachirah UlfaAffiliation unknown5
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown5
Muhammad FariedAffiliation unknown5
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown4
Nasaruddin .Affiliation unknown4
Astina TambungAffiliation unknown4
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown4
Muh RiadiAffiliation unknown4
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown4
Sylvia SjamAffiliation unknown3
Muh. Farid BDRAffiliation unknown3
Fachira UlfaAffiliation unknown3
Vien Sartika DewiAffiliation unknown3
Heliawaty HeliawatyAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
Rizza Nurul ApriliaAffiliation unknown2
RafiuddinAffiliation unknown2
Muhammad JayadiAffiliation unknown2
Abdul MollahAffiliation unknown2
Hatta JamilAffiliation unknown2
Sakka PatiHasanuddin University2
Yunus MusaAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Amin NurAffiliation unknown2
Muh. FariedAffiliation unknown2
Asmiaty SahurAffiliation unknown2
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown2
Nurlina KasimAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pemangkasan Cabang dan Pengaplikasian KNO3 pada Kualitas Buah Tanaman Melon (Cucumis melo L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam’un, Elkawakib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ridwan, Ifayanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ruslim, Satriawan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemangkasan cabang dan pengaplikasian pupuk KNO3 terhadap kualitas buah pada tanaman melon. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan dan berlangsung dari Juni hingga Agustus 2022 yang disusun dalam bentuk percobaan Faktorial 2 Faktor menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pemangkasan cabang yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemangkasan cabang, pemangkasan cabang 1-2, pemangkasan cabang 1-4, dan pemangkasan cabang 1-6. Faktor kedua adalah pengaplikasian pupuk KNO3 yang terdiri dari dari empat taraf yaitu tanpa KNO3 (0 g L-1), KNO3 5 g L-1, KNO3 10 g L-1, dan KNO3 15 g L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan cabang 1-6 menghasilkan rata-rata luas daun terlebar 358,54 cm2, klorofil total tertinggi 417,38 µmol.m-2, diameter buah terlebar 12.46 cm, lingkar buah terlebar 39,25 cm, tebal daging buah terlebar 3,60 cm, bobot buah terberat 1155,28 gram, bobot buah per plot terberat 8,54 kg, produktifitas per hektar terberat 39,55 ton/ha, dan padatan terlarut tertinggi 10,33 %brix. Pada perlakuan pengaplikasian pupuk KNO3 dengan konsentrasi 15 g L-1 menghasilkan rata-rata rasio bunga jantan dan bunga betina terbaik 2,66, lingkar buah tertinggi 37,88 cm, tebal daging buah tertinggi 3,55 cm, bobot buah terberat 1026,34 gram, bobot buah per plot terberat 7,69 kg, produktivitas per hektar terberat 35,59 ton/ha dan padatan terlarut tertinggi 10,67 % brix.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42978</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v14i1.42978</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 14 NOMOR 1, JUNI 2023; 77-98</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/42978/12494</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>