Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Konsorsium Actinomycetes Dan Mikoriza Serta Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bibit Tebu (Saccarum officinarum L.)

Jurnal Agrivigor · Vol. UME No. MOR (2025) · pp. 141–151

DOI
10.20956/ja.v15i2.43239
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-03-04
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari konsorsiuma actinomycetes dan mikoriza serta zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit tebu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosainsce Bioteknologi dan Plant Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung mulai Juli 2022 sampai Januari 2023. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan zat pengatur tumbuh sebagai petak utama yang terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa pemberian (kontrol), 20 ml ekstrak touge + 980 ml air, 30 ml ekstrak touge + 970 ml air. Sedangkan anak petak adalah actinomycetes dan mikoriza yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pemberian actinomycetes + mikoriza (kontrol), 104 CFU actinomycetes + 5 gr mikoriza, 105 CFU actinomycetes + 10 gr mikoriza, 106 CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza. Hasil peneltian menunjukkan bahwa interaksi yang memberikan pengaruh terbaik adalah zat pengatur tumbuh 20 ml ekstrak touge + 980 ml air dengan 106 CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza pada parameter berat basah batang. Zat pengatur tumbuh yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 20 ml ekstrak touge + 980 ml air pada parameter volume akar dan 30 ml ekstrak touge + 970 ml air pada parameter berat akar kering dan berat batang kering. Actinomycetes dan mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 106 CFU (234 koloni) + 15 gr mikoriza pada parameter berat akar basah, berat akar kering dan berat batang kering.

Collaboration network of the authors

40 authors · 222 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Feranita HaringAffiliation unknown3
Yunus MusaAffiliation unknown3
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown2
Putri Ayuni AchmadAffiliation unknown2
Hari IswoyoAffiliation unknown2
Ifayanti RidwanAffiliation unknown2
Tigin DariatiAffiliation unknown2
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
malik abd malik ash shiddieqyAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
Fachirah UlfaAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
KaimuddinAffiliation unknown1
A. Nur Afni RamadhaniAffiliation unknown1
Chita VionandaAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1
Mahmud Saputra IshakAffiliation unknown1
Astina TambungAffiliation unknown1
Nur Hilmih Disya PutriAffiliation unknown1
Cici Nur MaghfirahAffiliation unknown1
Nasruddin NasruddinUniversitas Halu Oleo1
Herlinda Yana SariAffiliation unknown1
Rinaldi SjahrilAffiliation unknown1
Katriani MantjaAffiliation unknown1
Muh. FariedAffiliation unknown1
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown1
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown1
Reynaldi LaurenzeAffiliation unknown1
Andi AnugerahwatiAffiliation unknown1
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown1
Nurlina KasimAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Burhanuddin RasyidAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Konsorsium Actinomycetes Dan Mikoriza Serta Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bibit Tebu  (Saccarum officinarum L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahrun, Abd. Haris</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sahur, Asmiaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitri, Muh. Idil</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari konsorsiuma actinomycetes dan mikoriza serta zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit tebu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosainsce Bioteknologi dan Plant Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung mulai Juli 2022 sampai Januari 2023. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan zat pengatur tumbuh sebagai petak utama yang terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa pemberian (kontrol), 20 ml ekstrak touge + 980 ml air, 30 ml ekstrak touge + 970 ml air. Sedangkan anak petak adalah actinomycetes dan mikoriza yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pemberian actinomycetes + mikoriza (kontrol), 104 CFU actinomycetes + 5 gr mikoriza, 105 CFU actinomycetes + 10 gr mikoriza, 106 &amp;nbsp;CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza. Hasil peneltian menunjukkan bahwa interaksi yang memberikan pengaruh terbaik adalah zat pengatur tumbuh 20 ml ekstrak touge + 980 ml air dengan 106 CFU actinomycetes + 15 gr mikoriza pada parameter berat basah batang. Zat pengatur tumbuh yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 20 ml ekstrak touge + 980 ml air pada parameter volume akar dan 30 ml ekstrak touge + 970 ml air pada parameter berat akar kering dan berat batang kering. Actinomycetes dan mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik yaitu 106 &amp;nbsp;CFU (234 koloni) + 15 gr mikoriza pada parameter berat akar basah, berat akar kering dan berat batang kering.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/43239</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v15i2.43239</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; VOLUME 15 NOMOR 2, DESEMBER 2024; 141-151</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/43239/12574</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>