Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Botani (True Shallot Seed) yang Diaplikasi Biochar Batang Jagung dan Pupuk Organik Cair: Growth and Production Responses of Shallot (Allium ascalonicum L.) Plants of Botanical Seed Origin (True Shallot Seed) Applied with Corn Stalk Biochar and Liquid Organic Fertilizer

Jurnal Agrivigor · Vol. 16 No. 1 (2025) · hlm. 42–62

DOI
10.20956/ja.v16i1.43298
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Terbit
2025-06-30
Penerbit
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Bawang merah salah satu produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi fokus pengembangan utama oleh para petani. Oleh karena itu, perlu penerapan teknologi dan cara budidaya yang baik serta berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan pasokan bawang merah. Dalam hal ini penggunaan biji botani, biochar batang jagung dan pupuk organik cair dapat menjadi solusi yang potensial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis biochar batang jagung dan pupuk organik cair yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal biji botani. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Juli – November 2023. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis biochar batang jagung yang terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa biochar; 5 t ha-1; dan 10 t ha-1 biochar. Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa POC; 1 mL L-1; 2 mL L-1; dan 3 mL L-1 pupuk organik cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara biochar batang jagung dan pupuk organik cair pada seluruh parameter pengamatan. Biochar batang jagung 10 t ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun (11 helai), jumlah umbi (1,25), bobot segar tanaman (30,50 g), bobot kering tanaman (26,12 g), bobot umbi segar (27,22 g) bobot umbi kering (24,65 g), diameter umbi kering (3,86 cm) dan susut bobot umbi (8,11%), berat per petak (1,43 kg) dan produksi per hektar (13,73 t). Pupuk organik cair 3 mL L-1 memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah daun (11,32 helai), berat per petak (1,33 kg) dan produksi per hektar (12,80 t).

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 192 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Feranita HaringAfiliasi tidak diketahui7
Fachirah UlfaAfiliasi tidak diketahui6
Katriani MantjaAfiliasi tidak diketahui6
Novaty Eny DunggaAfiliasi tidak diketahui6
Hari IswoyoAfiliasi tidak diketahui5
Muh RiadiAfiliasi tidak diketahui4
Sylvia SjamAfiliasi tidak diketahui3
Fachira UlfaAfiliasi tidak diketahui3
Vien Sartika DewiAfiliasi tidak diketahui3
Heliawaty HeliawatyAfiliasi tidak diketahui3
Ifayanti RidwanAfiliasi tidak diketahui3
RafiuddinAfiliasi tidak diketahui3
Rafiuddin RafiuddinAfiliasi tidak diketahui3
Nurfaida NurfaidaAfiliasi tidak diketahui3
Syatrianty A. SyaifulAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad FariedAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad JayadiAfiliasi tidak diketahui2
Tigin DariatiAfiliasi tidak diketahui2
Syatrianty A. SyaifulAfiliasi tidak diketahui2
Asmiaty SahurAfiliasi tidak diketahui2
Basri BabaAfiliasi tidak diketahui2
Nuniek WidiayaniAfiliasi tidak diketahui2
Pipi DiansariAfiliasi tidak diketahui1
Muh. JayadiAfiliasi tidak diketahui1
NurfaidaAfiliasi tidak diketahui1
Muh. FariedAfiliasi tidak diketahui1
Heliawaty CH LakareAfiliasi tidak diketahui1
BidasariAfiliasi tidak diketahui1
Juane Davied MamengkoAfiliasi tidak diketahui1
Nadira R. SennangAfiliasi tidak diketahui1
Indah PuspitasariAfiliasi tidak diketahui1
A Rusdayani AminAfiliasi tidak diketahui1
Baharuddin AsisAfiliasi tidak diketahui1
Dwika Stevia IndrianaAfiliasi tidak diketahui1
Adela Sulistya AnwarAfiliasi tidak diketahui1
Nurefriyani AsdarAfiliasi tidak diketahui1
St.Aminah AminahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji Botani (True Shallot Seed) yang Diaplikasi  Biochar Batang Jagung dan Pupuk Organik Cair: Growth and Production Responses of Shallot (Allium ascalonicum L.)  Plants of Botanical Seed Origin (True Shallot Seed) Applied with  Corn Stalk Biochar and Liquid Organic Fertilizer</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kasim, Nurlina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam'un, ‪Elkawakib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Qibthiyah, Waode A.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Bawang merah salah satu produk pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi fokus pengembangan utama oleh para petani. Oleh karena itu, perlu penerapan teknologi dan cara budidaya yang baik serta berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan pasokan bawang merah. Dalam hal ini penggunaan biji botani, biochar batang jagung dan pupuk organik cair dapat menjadi solusi yang potensial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis biochar batang jagung dan pupuk organik cair yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal biji botani. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Juli – November 2023. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan percobaan faktorial 2 faktor (F2F) dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu dosis biochar batang jagung yang terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa biochar; 5 t ha-1; dan 10 t ha-1 biochar. Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa POC; 1 mL L-1; 2 mL L-1; dan 3 mL L-1 pupuk organik cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara biochar batang jagung dan pupuk organik cair pada seluruh parameter pengamatan. Biochar batang jagung 10 t ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada jumlah daun (11 helai), jumlah umbi (1,25), bobot segar tanaman (30,50 g), bobot kering tanaman (26,12 g), bobot umbi segar (27,22 g) bobot umbi kering (24,65 g), diameter umbi kering (3,86 cm) dan susut bobot umbi (8,11%), berat per petak (1,43 kg) dan produksi per hektar (13,73 t). Pupuk organik cair 3 mL L-1 memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah daun (11,32 helai), berat per petak (1,33 kg) dan produksi per hektar (12,80 t).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/43298</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v16i1.43298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 1, JUNI 2025; 42-62</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/43298/13053</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>