Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 5

ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA FRAMEWORK FLUTTER DENGAN NATIVE UNTUK PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE ABSENSI FACE RECOGNITION

AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer · Vol. 3 No. 1 (2025) · pp. 33–41

DOI
10.33772/anoatik.v3i1.103
ISSN
2987-7652
Published
2025-06-28
Publisher
Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO
Language
ind
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini membandingkan performa antara framework Flutter dan pengembangan native dalam pembuatan aplikasi absensi berbasis face recognition. Dua prototipe aplikasi dengan fitur yang sama dikembangkan menggunakan kedua pendekatan tersebut, diikuti dengan pengujian performa yang mencakup kecepatan request data, penggunaan CPU dan RAM, serta kecepatan kompilasi file.apk. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan komparatif dengan metode Rapid Application Development (RAD). Data pengujian performa dianalisis untuk mengidentifikasi perbedaan antara kedua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi dengan pendekatan native memiliki performa yang lebih baik dalam segala aspek yang diuji, yakni kecepatan request data, penggunaan CPU dan RAM, serta kecepatan kompilasi file.apk. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi pengembang aplikasi dalam memilih antara Flutter dan pengembangan native, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan performa tinggi dan efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini juga berkontribusi pada literatur teknologi, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing framework. Selain itu, membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai optimalisasi pengembangan aplikasi mobile.

Collaboration network of the authors

2 authors · 1 co-authorship link

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA FRAMEWORK FLUTTER DENGAN NATIVE UNTUK PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE ABSENSI FACE RECOGNITION</dc:title>
	<dc:creator>Rizaldy, Adhy</dc:creator>
	<dc:creator>Farid Mufid NR, Nur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini membandingkan performa antara framework Flutter dan pengembangan native dalam pembuatan aplikasi absensi berbasis face recognition. Dua prototipe aplikasi dengan fitur yang sama dikembangkan menggunakan kedua pendekatan tersebut, diikuti dengan pengujian performa yang mencakup kecepatan request data, penggunaan CPU dan RAM, serta kecepatan kompilasi file .apk. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan komparatif dengan metode Rapid Application Development (RAD). Data pengujian performa dianalisis untuk mengidentifikasi perbedaan antara kedua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi dengan pendekatan native memiliki performa yang lebih baik dalam segala aspek yang diuji, yakni kecepatan request data, penggunaan CPU dan RAM, serta kecepatan kompilasi file .apk. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi pengembang aplikasi dalam memilih antara Flutter dan pengembangan native, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan performa tinggi dan efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini juga berkontribusi pada literatur teknologi, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing framework. Selain itu, membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai optimalisasi pengembangan aplikasi mobile.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/anoatik.v3i1.103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi &amp; Komputer; Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025; 33-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer; Vol 3 No 1 (2025): Juni 2025; 33-41</dc:source>
	<dc:source>2987-7652</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/article/view/103/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2025 adhy rizaldy</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>