Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon Terhadap Pemberian Vermikompos dan Pupuk KNO3: Growth and Production of Melon Plants in Response to the Application of Vermicompost and KNO3 Fertilizer

Jurnal Agrivigor · Vol. 16 No. 1 (2025) · pp. 91–106

DOI
10.20956/ja.v16i1.45307
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2025-06-30
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penelitian berikut tujuannya guna menganalisis respon pemberian pupuk KNO3 dan vermikompos pada produksi dan pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L. ) yang dilaksanakan di Experimental Farm, Universitas Hasanuddin, Makassar yang dimulai pada bulan Oktober hingga Desember 2023 dengan memakai percobaan faktorial 2 faktor pada Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama yaitu dosis vermikompos yang tersusun atas 3 taraf yakni tanpa vemikompos, vermikompos 5 t.ha-1, dan vermikompos 10 t.ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk KNO3 yang tersusun atas 4 taraf yakni tanpa pupuk KNO3, pupuk KNO3 75 kg.ha-1, pupuk KNO3 150 kg.ha-1, dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1. Hasil riset memaparkan bahwasanya terjadi hubungan diantara perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberikan hasil terluas pada luas daun ke-7 (468 cm2), luas daun ke-9 (459 cm2) dan terbesar pada bobot buah (1.43 kg), lingkar buah (43.50 cm), diameter buah (15.93 cm), produksi per petak (10.571 kg) dan produksi per hektar (58.26 t.ha-1). Perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 memberi hasil tercepat pada umur berbunga (22.31 hari). Perlakuan dosis pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberi hasil tertinggi pada parameter rasio bunga jantan dan betina (0,54), indeks klorofil daun ke-7 (59,65), indeks klorofil daun ke-9 (63,61), padatan terlarut (9,730brix) dan terbesar pada ketebalan daging (3.41cm).

Collaboration network of the authors

40 authors · 217 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown30
Ifayanti RidwanAffiliation unknown29
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown24
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown17
NurfaidaAffiliation unknown15
Muhammad FariedAffiliation unknown12
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown10
Abdul MollahAffiliation unknown6
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown5
Feranita HaringAffiliation unknown4
Muh. FariedAffiliation unknown4
Nurlina KasimAffiliation unknown4
Nasaruddin .Affiliation unknown4
Astina TambungAffiliation unknown4
Muh RiadiAffiliation unknown4
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown3
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown3
Muhammad Rezki AgungAffiliation unknown3
Muh. Farid BDRAffiliation unknown3
Kahar MustariAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Yopie Brian Suryadi PanggabeanAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown2
Wahyuddin SaputraAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1
BidasariAffiliation unknown1
Muhammad SauqiAffiliation unknown1
Chaerani Nur AzizahAffiliation unknown1
Nurul Mujahidah RahmatAffiliation unknown1
Putra Pamungkas RohadiAffiliation unknown1
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown1
Anugerah Hidayati MAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon Terhadap Pemberian Vermikompos dan Pupuk KNO3: Growth and Production of Melon Plants in Response to the Application of Vermicompost and KNO3 Fertilizer</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sasmitha, Alifyah Nahdah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahrun, Abdul Haris</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mantja, Katriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Cri Wahyuni Brahmi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dariati, Tigin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian berikut tujuannya guna menganalisis respon pemberian pupuk KNO3 dan vermikompos pada produksi dan pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L. ) yang dilaksanakan di Experimental Farm, Universitas Hasanuddin, Makassar yang dimulai pada bulan Oktober hingga Desember 2023 dengan memakai percobaan faktorial 2 faktor pada Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama yaitu dosis vermikompos yang tersusun atas 3 taraf yakni tanpa vemikompos, vermikompos 5 t.ha-1, dan vermikompos 10 t.ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk KNO3 yang tersusun atas 4 taraf yakni tanpa pupuk KNO3, pupuk KNO3 75 kg.ha-1, pupuk KNO3 150 kg.ha-1, dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1. Hasil riset memaparkan bahwasanya terjadi hubungan diantara perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberikan hasil terluas pada luas daun ke-7 (468 cm2), luas daun ke-9 (459 cm2) dan terbesar pada bobot buah (1.43 kg), lingkar buah (43.50 cm), diameter buah (15.93 cm), produksi per petak (10.571 kg) dan produksi per hektar (58.26 t.ha-1). Perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 memberi hasil tercepat pada umur berbunga (22.31 hari). Perlakuan dosis pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberi hasil tertinggi pada parameter rasio bunga jantan dan betina (0,54), indeks klorofil daun ke-7 (59,65), indeks klorofil daun ke-9 (63,61), padatan terlarut (9,730brix) dan terbesar pada ketebalan daging (3.41cm).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/45307</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v16i1.45307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 16 NO. 1, JUNI 2025; 91-106</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/45307/13055</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>