Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Aplikasi Kompos Kipahit (Tithonia diversifolia) Dan Plant Growth Promotion Rhizobacteria Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Besar (Capsicum annuum L.): The Application of Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia) Compost and Plant Growth Promoting Rhizobacteria on the Growth and Chili Peppers (Capsicum annuum L.)

Jurnal Agrivigor · Vol. 17 No. 1 (2026) · pp. 1–17

DOI
10.20956/ja.v17i1.51634
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2026-07-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Cabai adalah salah satu bumbu utama dalam banyak masakan di seluruh dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin. Permintaan yang konsisten tinggi membuat penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai menjadi sangat penting. Kompos kipahit (Tithonia diversifolia) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) telah terbukti memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, memperbaiki sifat tanah, serta mengurangi kebutuhan pupuk kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama adalah kompos kipahit dengan tiga taraf: 0 t/ha, 5 t/ha, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah PGPR dengan empat konsentrasi: 0 g/L, 4 g/L, 8 g/L, dan 12 g/L. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Kombinasi kompos kipahit 10 t/ha dan PGPR 12 g/L memberikan hasil terbaik pada berbagai parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi ini menghasilkan bobot per buah (17,17 g). Secara individual, dosis kompos kipahit 10 t/ha memberikan hasil tertinggi pada bobot buah per pohon (190,08 g), Konsentrasi PGPR 12 g/L terbukti paling efektif dalam mempercepat umur berbunga (52 hari), panjang buah (14,64 cm). Kesimpulannya, dosis tertinggi dari kompos kipahit dan PGPR menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai yang optimal.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 273 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown23
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown20
Tigin DariatiAffiliation unknown20
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown17
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown12
NurfaidaAffiliation unknown12
Muhammad FariedAffiliation unknown8
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown7
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown6
Nasaruddin .Affiliation unknown6
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown5
Astina TambungAffiliation unknown5
Muh. Farid BDRAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown4
Muh. FariedAffiliation unknown3
Nurlina KasimAffiliation unknown3
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown3
Amir YassiAffiliation unknown3
Abdul MollahAffiliation unknown3
Hatta JamilAffiliation unknown3
Muh RiadiAffiliation unknown3
Rizza Nurul ApriliaAffiliation unknown2
Abdul Haris BahrunAffiliation unknown2
Sakka PatiHasanuddin University2
Yunus MusaAffiliation unknown2
Muh. FaridAffiliation unknown2
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Amin NurAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Amirullah DachlanAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
Muh. Farid BDRAffiliation unknown2
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown2
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Sylvia SjamAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Aplikasi Kompos Kipahit (Tithonia diversifolia) Dan Plant Growth Promotion Rhizobacteria Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Besar  (Capsicum annuum L.): The Application of Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia) Compost and Plant Growth Promoting Rhizobacteria on the Growth and Chili Peppers (Capsicum annuum L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Andi Amir, Andi Nur Aini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ifayanti Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Katriani Mantja</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mappeasse Marba, Vera Safitri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Chili</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">compost</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kipahit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">PGPR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Cabai adalah salah satu bumbu utama dalam banyak masakan di seluruh dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin. Permintaan yang konsisten tinggi membuat penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai menjadi sangat penting. Kompos kipahit (Tithonia diversifolia) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) telah terbukti memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, memperbaiki sifat tanah, serta mengurangi kebutuhan pupuk kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama adalah kompos kipahit dengan tiga taraf: 0 t/ha, 5 t/ha, dan 10 t/ha. Faktor kedua adalah PGPR dengan empat konsentrasi: 0 g/L, 4 g/L, 8 g/L, dan 12 g/L. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Kombinasi kompos kipahit 10 t/ha dan PGPR 12 g/L memberikan hasil terbaik pada berbagai parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi ini menghasilkan bobot per buah (17,17 g). Secara individual, dosis kompos kipahit 10 t/ha memberikan hasil tertinggi pada bobot buah per pohon (190,08 g), Konsentrasi PGPR 12 g/L terbukti paling efektif dalam mempercepat umur berbunga (52 hari), panjang buah (14,64 cm). Kesimpulannya, dosis tertinggi dari kompos kipahit dan PGPR menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai yang optimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2026-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/51634</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v17i1.51634</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 17 NO. 1, JUNI 2026; 1-17</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/51634/14731</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>