Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Studi Morfofisiologi Pertumbuhan Beberapa Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Ketersediaan Air: Morphophysiological Study of the Growth of Cocoa (Theobroma cacao L.) Seedlings under Different Water Availability Conditions

Jurnal Agrivigor · Vol. 17 No. 1 (2026) · pp. 77–88

DOI
10.20956/ja.v17i1.52777
ISSN
2798-5458, 1412-2286
Published
2026-07-14
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan disektor perkebunan yang memeliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Bibit yang unggul menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air kapasitas lapang terhadap morfofisiologi perakaran dan pertumbuhan beberapa klon bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Kebun Buah Naga, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada kordinat 507’37.48” LS dan 119029’8.94” BT. Penelitian ini berlangsung pada bulan Oktober 2024 - Januari 2025. Penelitian ini menggunakan pola factorial 2 faktor dan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara pertumbuhan klon kakao MCC 02 dengan kadar air 80-100% kapasitas lapang dengan memberikan hasil terbaik pada pengamatan diameter batang (6,91 mm), bobot basah akar (3,67 g), bobot basah tajuk (12,00 g), bobot kering tajuk (4,49 g), dan kelembaban tanah (88.00%). Kakao klon 25 menghasilkan kelembaban tanah tertinggi (86,22%)

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 127 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Osaka City University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari IswoyoAffiliation unknown15
Ifayanti RidwanAffiliation unknown11
Katriani MantjaAffiliation unknown9
Tigin DariatiAffiliation unknown9
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown6
Nurfaida NurfaidaAffiliation unknown5
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown4
Muhammad FariedAffiliation unknown3
Khairul MunadiUniversitas Syiah Kuala2
Yunida YunidaUniversitas Syiah Kuala2
Kahirun KahirunUniversitas Halu Oleo2
Amir YassiAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
Feranita HaringAffiliation unknown2
NurfaidaAffiliation unknown2
Nurlina KasimAffiliation unknown2
Tetsuo TsujiokaOsaka City University1
Nurhayu MalikAffiliation unknown1
Fitmayanti FitmayantiAffiliation unknown1
Lukman YunusAffiliation unknown1
La Baco S.Affiliation unknown1
Wa Ode HarlisUniversitas Halu Oleo1
Resman ResmanAffiliation unknown1
Nurhasana NurhasanaUniversitas Halu Oleo1
Gusni Sri NingsihAffiliation unknown1
Analuddin KangkusoAffiliation unknown1
Suriana SurianaAffiliation unknown1
Dwi Arinto AdiAffiliation unknown1
N. T. DewiAffiliation unknown1
D. A. AdiAffiliation unknown1
La Ode Muhammad ErifAffiliation unknown1
La Baco SudiaAffiliation unknown1
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo1
Haris BahrunAffiliation unknown1
Alfia RahmiAffiliation unknown1
Kaimuddin KaimuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Studi Morfofisiologi Pertumbuhan Beberapa Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Ketersediaan Air: Morphophysiological Study of the Growth of Cocoa (Theobroma cacao L.) Seedlings under Different Water Availability Conditions</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nasaruddin, Nasaruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dermawan, Rahmansyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Boroallo, Novianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">bibit kakao</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kadar air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">klon kakao</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan disektor perkebunan yang memeliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Bibit yang unggul menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tanaman kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air kapasitas lapang terhadap morfofisiologi perakaran dan pertumbuhan beberapa klon bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Kebun Buah Naga, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan pada kordinat 507’37.48” LS dan 119029’8.94” BT. Penelitian ini berlangsung pada bulan Oktober 2024 - Januari 2025. Penelitian ini menggunakan pola factorial 2 faktor dan&amp;nbsp; Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara pertumbuhan klon kakao MCC 02 dengan kadar air 80-100% kapasitas lapang dengan memberikan hasil terbaik pada pengamatan diameter batang (6,91 mm), bobot basah akar (3,67 g), bobot basah tajuk (12,00 g), bobot kering tajuk (4,49 g), dan kelembaban tanah (88.00%). Kakao klon 25 menghasilkan kelembaban tanah tertinggi (86,22%)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2026-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/52777</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/ja.v17i1.52777</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Agrivigor; Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL AGRIVIGOR, VOL. 17 NO. 1, JUNI 2026; 77-88</dc:source>
	<dc:source>2798-5458</dc:source>
	<dc:source>1412-2286</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/52777/14732</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Agrivigor</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>