Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERBENIHAN JAGUNG HIBRIDA DI DESA SAMAELO, KECAMATAN BAREBBO KABUPATEN BONE

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 3 No. 1 (2017) · pp. 56–67

DOI
10.20956/jdp.v3i1.2966
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2017-11-30
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en

Abstract

Perbenihan jagung merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih jagung secara mandiri. Kegiatan ini untuk membina kelompok tani menjadi penangkar benih jagung melalui pelatihan dan demplot dalam memanfaatkan limbah tanaman dan hewan sebagai kompos, pupuk cair dan biopetisida dalam proses produksi benih jagung hibrida. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan sejak April sampai September 2017 di Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan jagung hibrida (teknik pengujian daya kecambah, metode pengujian kadar air benih, metode seleksi dan manajemen usaha), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani (UMKM) yang dibina sudah mampu memproduksi mikroorganisme lokal yang dapat digunakan sebagai dekomposer dalam memproduksi pupuk kompos, pupuk cair dan biopestida; selain itu minat kelompok tani dalam berusaha tani jagung semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih jagung hibrida sebagai usaha tani komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida, dan benih jagung hibrida mampu mengurangi biaya produksi jagung Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 per hektar, keuntungan petani melalui perbenihan jagung meningkat dua kali lipat (Rp. 25.000.000/ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp. 12.500.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp. 750/ kg dan pupuk cair/biopestisida Rp. 8.000/liter. Kata Kunci: perbenihan, jagung hibrida, kompos, pupuk cair dan biopestisida.

Collaboration network of the authors

40 authors · 179 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ifayanti RidwanAffiliation unknown7
Yunus MusaAffiliation unknown5
Fachirah UlfaAffiliation unknown4
Feranita HaringAffiliation unknown3
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown3
Katriani MantjaAffiliation unknown3
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown2
Muh. Farid BDRAffiliation unknown2
Muh RiadiAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
NurfaidaAffiliation unknown2
Hari IswoyoAffiliation unknown2
Hatta JamilAffiliation unknown2
Cri Wahyuni Brahmi YantiAffiliation unknown2
Tigin DariatiAffiliation unknown2
Abdul MollahAffiliation unknown2
Nandi K. SukendarAffiliation unknown2
KhairunnasAffiliation unknown1
Alya MasithaAffiliation unknown1
La MasiAffiliation unknown1
Saleh &Affiliation unknown1
Rahmaniah HMAffiliation unknown1
Rahim DarmaAffiliation unknown1
Peni AgustiyantoAffiliation unknown1
Marwan Yani KamsuryaAffiliation unknown1
KhoirurrosiAffiliation unknown1
Feny PrimayaniAffiliation unknown1
Rizza Nurul ApriliaAffiliation unknown1
Faradillah YakubAffiliation unknown1
Rusnadi PadjungAffiliation unknown1
Arfina ShalsabilaAffiliation unknown1
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown1
Nurlina KasimAffiliation unknown1
Rinaldi SjahrilAffiliation unknown1
Syatrianty A. SyaifulAffiliation unknown1
Muhammad NasrunAffiliation unknown1
Muh. FaridAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERBENIHAN JAGUNG HIBRIDA DI DESA SAMAELO,  KECAMATAN BAREBBO KABUPATEN BONE</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">BDR, Muh. Farid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nasaruddin, .</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rafiuddin, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Perbenihan jagung merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih jagung secara mandiri. Kegiatan ini untuk  membina kelompok tani menjadi penangkar benih jagung melalui pelatihan dan demplot dalam  memanfaatkan limbah tanaman dan hewan sebagai kompos, pupuk cair dan biopetisida dalam proses produksi benih jagung hibrida. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan sejak April sampai September 2017 di Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan jagung hibrida (teknik pengujian daya kecambah, metode pengujian kadar air benih, metode seleksi dan manajemen usaha), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani (UMKM) yang dibina sudah mampu memproduksi mikroorganisme lokal yang dapat digunakan sebagai dekomposer dalam memproduksi pupuk kompos, pupuk cair dan biopestida; selain itu minat kelompok tani dalam berusaha tani jagung semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih jagung hibrida sebagai usaha tani komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida, dan benih jagung hibrida mampu mengurangi biaya produksi jagung Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 per hektar, keuntungan petani melalui perbenihan jagung meningkat dua kali lipat (Rp. 25.000.000/ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp. 12.500.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp. 750/ kg dan pupuk cair/biopestisida Rp. 8.000/liter. Kata Kunci: perbenihan, jagung hibrida, kompos, pupuk cair dan biopestisida. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/2966</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v3i1.2966</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017; 56-67</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/2966/1541</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
</oai_dc:dc>