Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI DAN PETERNAK DI KELURAHAN TANDEBURA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 4 No. 2 (2025) · pp. 91–103

DOI
10.20956/jdp.v4i2.7409
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2025-04-23
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kelurahan Tandebura merupakan salah satu dari beberapa desa atau kelurahan sentra ternak sapi dan kambing di kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, dikelilingi areal perkebunan dan pertanian. Selama ini limbah ternak berupa feses dan urine belum termanfaatkan dan relatif dibiarkan begitu saja, sehingga menyebabkan gangguan lingkungan seperti pencemaran bau dan estetika. Limbah ternak tersebut dapat menjadi sumberdaya lokal yang potensial untuk membantu usahatani masyarakat, jika dimanfaatkan atau diolah menjadi pupuk organik sebagai “pengganti” pupuk anorganik yang harganya kian melambung. Oleh karena itu, penanganan limbah perlu dilakukan untuk meminimalisir polusi lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah bagi petani/peternak. Kegiatan aplikasi Ipteks ini bertujuan mengembangkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumber-sumber daya lokal guna meningkatkan produksi serta mereduksi input-input sintetik (anorganik) menjadi input non-sintetic untuk mendukung Good Agricultural Practice (GAP) atau pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Bentuk kegiatan berupa demonstrasi / pelatihan (sekolah lapang terpadu) dan semi-riset untuk mengaplikasikan teknologi proses pembuatan Pupuk Organik Cair / padat dan dapat berfungsi alami sebagai Hormon Tumbuh dengan memanfaatkan Limbah Padat dan Cair dan Feses Ternak kambing, dengan tambahan pemberian perlakuan pengganti unsur kimia N,P,K yaitu Sabuk kelapa (Kg): Batang Pisang (kg): Azolla (Kg), kotoran kambing, Urine sapi (L), Air 50 L. Untuk melihat konsentrasi mana yang terbaik untuk dijadikan Produk Hasil Olahan UKM. Selain itu juga dipraktekkan cara memproduksi pupuk organik padat dari feses yang telah dikomposkan bersama jerami dan Limbah Organik lain. Produk utama berupa POC maupun POP dikemas sebagai produk UKM dan diberi label “Pupuk Organik petani Tandebura Plus Hormon Tumbuh” (PORTAWA Plus).Kata kunci: PORTAWA Plus, Pupuk Organik, feses ternak kambing, POC, POP.

Collaboration network of the authors

4 authors · 4 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yolanda Fitria SyahriAffiliation unknown1
Ramlah SalehAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI DAN PETERNAK DI KELURAHAN TANDEBURA KECAMATAN WATUBANGGA KABUPATEN KOLAKA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hastuti, H</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Husnaeni, H</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Kelurahan Tandebura merupakan salah satu dari beberapa desa atau kelurahan sentra ternak sapi dan kambing di kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, dikelilingi areal perkebunan dan pertanian.  Selama ini limbah ternak berupa feses dan urine belum termanfaatkan dan relatif dibiarkan begitu saja, sehingga menyebabkan gangguan lingkungan seperti pencemaran bau dan estetika.  Limbah ternak tersebut dapat menjadi sumberdaya lokal yang potensial untuk membantu usahatani masyarakat, jika dimanfaatkan atau diolah menjadi pupuk organik sebagai “pengganti” pupuk anorganik yang harganya kian melambung.  Oleh karena itu, penanganan limbah perlu dilakukan untuk meminimalisir polusi lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah bagi petani/peternak. Kegiatan aplikasi Ipteks ini bertujuan mengembangkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan dan memberdayakan sumber-sumber daya lokal guna meningkatkan produksi serta mereduksi input-input sintetik (anorganik) menjadi input non-sintetic untuk mendukung Good Agricultural Practice (GAP) atau pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.  Bentuk kegiatan berupa demonstrasi / pelatihan (sekolah lapang terpadu) dan semi-riset untuk mengaplikasikan teknologi proses pembuatan Pupuk Organik Cair / padat dan dapat berfungsi alami sebagai  Hormon Tumbuh dengan memanfaatkan Limbah Padat dan Cair dan Feses Ternak kambing, dengan  tambahan pemberian perlakuan pengganti  unsur kimia N,P,K  yaitu  Sabuk kelapa (Kg) : Batang Pisang (kg) : Azolla (Kg), kotoran kambing, Urine sapi (L), Air  50 L.  Untuk melihat konsentrasi mana yang terbaik untuk dijadikan Produk Hasil Olahan UKM. Selain itu juga dipraktekkan cara memproduksi pupuk organik padat dari feses yang telah dikomposkan bersama jerami dan Limbah Organik lain.  Produk utama berupa POC maupun POP dikemas sebagai produk UKM dan diberi label “Pupuk Organik petani Tandebura Plus Hormon Tumbuh” (PORTAWA Plus).Kata kunci: PORTAWA Plus, Pupuk Organik, feses ternak kambing, POC, POP.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/7409</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v4i2.7409</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019; 91-103</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/7409/12724</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>