Jurnal
DIFUSI TEKNOLOGI PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS KARAGENAN/PATI SEBAGAI KEMASAN PRIMER DODOL RUMPUT LAUT DI KABUPATEN TAKALAR
Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 5 No. 1 (2019) · pp. 1–11
- ISSN
- 2528-3219, 2460-8173
- Published
- 2019-10-31
- Publisher
- Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
- Language
- en
Abstract
ABSTRAKKabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang kaya akan komoditi hasil perikanan dan pertanian, utamanya rumput laut yang dapat diolah menjadi karagenan dan umbi-umbian yang dapat diolah menjadi pati sebagai sumber bahan baku edible film. Edible film merupakan kemasan primer yang dapat dimakan dan ramah lingkungan yang telah banyak diaplikasikan pada produk pangan olahan. Salah satu produk olahan yang potensi untuk diaplikasikan edible film adalah dodol yang banyak diproduksi di Kabupaten Takalar. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan mitra ibu-ibu kelompok usaha Matahari untuk memanfaatkan produk turunan dari rumput laut dan umbi-umbian seperti karagenan dan pati menjadi edible film dan mengaplikasikan pada dodol. Mitra ini telah memiliki pengalaman memproduksi dodol rumput laut namun belum memiliki pengetahuan tentang kemasan primer yang baik, aspek keamanan pangan dan, belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang produksi kemasan primer dan aplikasinya pada pangan olahan basah seperti dodol. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan. Metode penyuluhan dan pelatihan dilakukan untuk menjelaskan tentang manfaat edible film, cara membuat edible film, dan aspek keamanan pangan pada pembuatan dan aplikasi edible film. Sementara itu metode pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu kelompok Matahari membuat edible film dan menerapkan kemasan primer pada dodol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu kelompok usaha Matahari banyak memperoleh pemahaman dan keterampilan tentang edible film dan aplikasinya pada dodol. Selain itu peserta menyadari pentingnya keamanan pangan dalam proses produksi, pemilihan jenis bahan baku edible film dan cara penggunaan edible film pada dodol.Kata kunci: edible film, karagenan, pati, kemasan, keamanan pangan. ABSTRACTTakalar Regency, one of the districts in South Sulawesi Province, is rich in commodities of fisheries and agriculture. Carrageenan and starch, the derivative products of seaweed and tubers, are the raw materials of edible film. Edible films/coatings is a thin layer which is formed directly on the food surface or between different layers of components with many function such as a barrier of moisture, oxygen, and solute into the food and as a carrier ofaroma compounds. The objective of the community services is to empower the housewife of Matahari community to produce carageenan/starch based-edible film and its application to dodol, a processed food which is fabricated by Matahari community, a small entreprises in Takalar regency. Matahari community has experience producing dodol but they did not yet have good knowledge to produce edible film and apply edible film to dodol as well as lack of food safety aspects. The method used in the implementation knowledge and skills transfer to community were lecture and training. The lecture method was conducted to provide an explanation of the benefits of edible film, how to produce edible film and its application to dodol in-house scale, and how to keep the food safety. The community were very responsive to follow the training as well as the lecture. The community was very eager to follow the training activities and conducting practice edible film. After participating in these activities, the skill of the Matahari community to produce edible film in-house scale improved. In addition, awareness of food safety and proper packaging greatly enhanced. Keywords: edible film, carrageenan, starch, packaging, food safety.
Collaboration network of the authors
36 authors · 112 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Meta Mahendradatta | Affiliation unknown | 3 |
| Rindam Latief | Affiliation unknown | 3 |
| Pipi Diansari | Affiliation unknown | 2 |
| Mulyati M Tahir | Affiliation unknown | 2 |
| Jumriah Langkong | Affiliation unknown | 2 |
| Rusli Muhammad Rukka | Affiliation unknown | 2 |
| Amran Laga | Affiliation unknown | 1 |
| Laras Budyghifari | Affiliation unknown | 1 |
| Nandi K. Sukendar | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Arsyad | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Sartika Laban | Affiliation unknown | 1 |
| Nurlaila Abdullah | Affiliation unknown | 1 |
| Mariyati Bilang | Affiliation unknown | 1 |
| Mulyati Muhammad Tahir | Affiliation unknown | 1 |
| Abu Bakar Tawali | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Wakiah | Affiliation unknown | 1 |
| . Riskawati | Affiliation unknown | 1 |
| Zainal | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Rahman Mappangaja | Affiliation unknown | 1 |
| . Suryani | Affiliation unknown | 1 |
| Nurlailah Abdullah | Affiliation unknown | 1 |
| . Jalaluddin | Affiliation unknown | 1 |
| Dian Islamia Muhtar | Affiliation unknown | 1 |
| Annisa Batara | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Hanif Muflih | Affiliation unknown | 1 |
| Husnul Khatimah Murti | Affiliation unknown | 1 |
| Devita Tasha Salsabilah | Affiliation unknown | 1 |
| Asman Asman | Affiliation unknown | 1 |
| Burhanuddin | Affiliation unknown | 1 |
| Baharuddin Patandjengi | Affiliation unknown | 1 |
| Novaty Eny Dungga | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Haris Bahrun | Affiliation unknown | 1 |
| Miftahul Nur | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.