Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI SURABI DENGAN CAMPURAN IKAN GABUS UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI PRODUK JAJANAN MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 7 No. 2 (2022) · pp. 203–211

DOI
10.20956/jdp.v7i2.17900
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2022-04-30
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kasus stunting sudah menjadi permasalahan nasional, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami permasalahan yang sama, tak terkecuali di kabupaten Pinrang. Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Pinrang menyentuh angka 27,60%. Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Pinrang untuk menekan kasus gizi buruk (stunting). Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki Kabupaten Pinrang adalah ikan gabus. Potensi sumber daya ikan gabus hanya di pasarkan dalam bentuk segar sehingga perlu adanya pemanfaaatan sumber potensi lokal di wilayah Kabupaten Pinrang.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian produk berupa surabi ikan gabus yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi kasus stunting di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini meliputi kordinasi dengan mitra, persiapan teknologi dan produk yang akan didifusikan, pembuatan prototipe produk surabi, pembuatan leaflet produksi surabi, sosialisai dan demonstrasi pelatihan pembuatan surabi. Melalui kegiatan ini, diharapkan permasalahan stunting di Kabupaten Pinrang dapat teratasi serta masyarakat mampu secara mandiri memproduksi dan memasarkan produk Surabi ikan gabus. Selain itu, kegiatan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketersediaan pangan sumber protein yang murah bagi masyarakat. Hasil pengabdian dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-post test dan produk yang dihasikan pada saat pelatihan pembuatan produk menjadi kategori sangat baik. Kata kunci: Ikan gabus, pinrang, stunting, surabi. ABSTRACT Stunting cases have become a national problem; almost all parts of Indonesia experience the same problem, not least in Pinrang District. The prevalence of stunting cases in Pinrang District touched 27.60%. This condition is a special concern for the Pinrang District government to suppress cases of malnutrition (stunting). One of the potential fisheries resources owned by Pinrang District is snakehead fish. The potential of snakehead fish resources is only marketed in fresh form, so it is necessary to utilize potential local sources in the Pinrang District area. These activities include coordination with partners, preparation of technology and products to be diffused, making prototype s of Surabi products, making Surabi production leaflets, socialization, and demonstrations of Surabi making training. Through this activity, it is hoped that the stunting problem in Pinrang district can be resolved and the community is able to independently produce and market snakehead fish Surabi products. In addition, the activity is expected to be able to create jobs, increase people's income, and support the availability of cheap protein sources for the community. The results of the service are said to be successful, which is marked by an increase in knowledge based on the pre-post test scores and the products produced during the training of making products are categorized as very good. Keywords: Snakehead fish, pinrang, stunting, surabi.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 149 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Meta MahendradattaAffiliation unknown11
Muhammad AsfarAffiliation unknown5
Azzahra NabilahAffiliation unknown5
Muhammad Yusri KarimAffiliation unknown4
Fadhil Rizki ClausthaldiAffiliation unknown4
Nurul FathanahAffiliation unknown4
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar3
Dwi Ghina NadhifaAffiliation unknown3
Andi Nur Faidah RahmanAffiliation unknown2
Andi Nur Fajri SuloiAffiliation unknown2
Arfina Sukmawati ArifinAffiliation unknown2
Nurul WakiahAffiliation unknown2
Amran LagaAffiliation unknown2
Muhpidah MuhpidahAffiliation unknown2
Nandi Kusnandi SuhendarAffiliation unknown1
Meta MahendaradattaAffiliation unknown1
Nurul FitrianiAffiliation unknown1
Yasser ArafatAffiliation unknown1
Anisa Aulia SabilahAffiliation unknown1
AsiaAffiliation unknown1
Andi DirpanAffiliation unknown1
. RiskawatiAffiliation unknown1
RahmaniarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
. HariyatiAffiliation unknown1
. FitriAffiliation unknown1
. MuhpidahAffiliation unknown1
Nurlailah AbdullahAffiliation unknown1
. JalaluddinAffiliation unknown1
Mulyati M TahirAffiliation unknown1
. SuryaniAffiliation unknown1
Asmayana IwoAffiliation unknown1
Desak Nyoman RiastutikAffiliation unknown1
Muhpidah RumAffiliation unknown1
Nurul Fathanah HasanuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI SURABI DENGAN CAMPURAN IKAN GABUS UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI PRODUK JAJANAN MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Tawali, Abu Bakar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sukendar, Nandi Kuswandi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmayanti, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Langkong, Jumriah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Irwan, .</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Angriani, Lisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">ikan gabus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pinrang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">surabi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kasus stunting sudah menjadi permasalahan nasional, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami permasalahan yang sama, tak terkecuali di kabupaten Pinrang. Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Pinrang menyentuh angka 27,60%. Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Pinrang untuk menekan kasus gizi buruk (stunting). Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki Kabupaten Pinrang adalah ikan gabus. Potensi sumber daya ikan gabus hanya di pasarkan dalam bentuk segar sehingga perlu adanya pemanfaaatan sumber potensi lokal di wilayah Kabupaten Pinrang.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian produk berupa surabi ikan gabus yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi kasus stunting di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini meliputi kordinasi dengan mitra, persiapan teknologi dan produk yang akan didifusikan, pembuatan prototipe produk surabi, pembuatan leaflet produksi surabi, sosialisai dan demonstrasi pelatihan pembuatan surabi. Melalui kegiatan ini, diharapkan permasalahan stunting di Kabupaten Pinrang dapat teratasi serta masyarakat mampu secara mandiri memproduksi dan memasarkan produk Surabi ikan gabus. Selain itu, kegiatan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketersediaan pangan sumber protein yang murah bagi masyarakat. Hasil pengabdian dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-post test dan produk yang dihasikan pada saat pelatihan pembuatan produk menjadi kategori sangat baik.
Kata kunci: Ikan gabus, pinrang, stunting, surabi.
 
ABSTRACT
Stunting cases have become a national problem; almost all parts of Indonesia experience the same problem, not least in Pinrang District. The prevalence of stunting cases in Pinrang District touched 27.60%. This condition is a special concern for the Pinrang District government to suppress cases of malnutrition (stunting). One of the potential fisheries resources owned by Pinrang District is snakehead fish. The potential of snakehead fish resources is only marketed in fresh form, so it is necessary to utilize potential local sources in the Pinrang District area. These activities include coordination with partners, preparation of technology and products to be diffused, making prototype s of Surabi products, making Surabi production leaflets, socialization, and demonstrations of Surabi making training. Through this activity, it is hoped that the stunting problem in Pinrang district can be resolved and the community is able to independently produce and market snakehead fish Surabi products. In addition, the activity is expected to be able to create jobs, increase people's income, and support the availability of cheap protein sources for the community. The results of the service are said to be successful, which is marked by an increase in knowledge based on the pre-post test scores and the products produced during the training of making products are categorized as very good.
Keywords: Snakehead fish, pinrang, stunting, surabi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/17900</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v7i2.17900</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022; 203-211</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/17900/8160</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>