Open access Jurnal
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) FERMENTASI DAN SABUN VCO DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KECAMATAN MAROS, KABUPATEN MAROS
Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 9 No. 2 (2024) · pp. 205–213
- ISSN
- 2528-3219, 2460-8173
- Published
- 2024-05-26
- Publisher
- Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
- Language
- en
Abstract
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang dibuat tanpa pemanasan atau tambahan bahan apapun sehingga komponen antioksidannya tidak mengalami kerusakan sehingga sering disebut juga minyak murni atau minyak perawan. VCO mengandung asam laurat yang tinggi dan dalam tubuh akan diubah menjadi monolaurin yaitu sebuah senyawa monogliserida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Pembuatan VCO bisa dengan berbagai cara dan salah satunya dengan fermentasi dengan menggunakan ragi roti. Metode ini mudah dalam pembuatan selain itu VCO juga dapat dibuat menjadi sabun VCO. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan akan khasiat VCO dan sabun VCO bagi kesehatan serta minat berwirausaha masyarakat sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Tahapan kegiatan didahului dengan survei lokasi dan pembuatan VCO skala laboratorium. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan/ceramah terkait khasiat VCO bagi kesehatan, cara pengemasan dan pemasaran produk secara online. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktek pembuatan VCO secara fermentasi dan diakhiri dengan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu dan remaja putri yang merupakan sasaran kegiatan ini PKM dan juga pemerintah setempat. Kegiatan berjalan lancar dan peserta menunjukkan antusias yang tinggi dalam diskusi maupun praktek. Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan pre dan post test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang VCO fermentasi dan sabun VCO setelah kegiatan. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan minat wirausaha sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal. Kata kunci: Virgin Coconut Oil (VCO) fermentasi, sabun VCO, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru. ABSTRACT Virgin Coconut Oil (VCO) is coconut oil made without heating or adding any ingredients so that the antioxidant components are not damaged, so it is often called pure oil or virgin oil. VCO contains high lauric acid and in the body will be converted into monolaurin, a monoglyceride compound that can increase the human body's resistance to disease and accelerate the healing process. VCO can be made in various ways and one of them is by fermentation using baker's yeast. This method is easy to make and VCO can also be made into VCO soap. This activity aims to increase knowledge of the efficacy of VCO and VCO soap for health and community entrepreneurial interest so that it can improve the family economy in Pallantikang Village, Maros Baru Subdistrict, Maros Regency. The activity stages were preceded by a location survey and laboratory-scale VCO production. The implementation of activities in the form of counseling / lectures related to the efficacy of VCO for health, how to package products and online product marketing followed by training and practice of making VCO by fermentation and ending with discussion. During the activity the participants showed high enthusiasm in practice and discussion, this was in line with the increase in their knowledge of fermented VCO to 60% and felt that their knowledge of how to make VCO and VCO soap had increased. This activity is expected to increase entrepreneurial interest so that it can improve the family economy by utilizing local potential. Keywords: Fermented Virgin Coconut Oil (VCO), VCO soap, Pallantikang Village, Maros Baru District.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 162 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurhaedar Jafar | Affiliation unknown | 15 |
| Safrullah Amir | Affiliation unknown | 7 |
| Healthy Hidayanty | Affiliation unknown | 6 |
| Aminuddin Syam | Affiliation unknown | 6 |
| Veni Hadju | Affiliation unknown | 5 |
| Devintha Virani | Affiliation unknown | 5 |
| Rahayu Indriasari | Affiliation unknown | 5 |
| Healthy Hidayanti | Affiliation unknown | 3 |
| Djunaidi M Dachlan | Affiliation unknown | 3 |
| Laksmi Trisasmita | Affiliation unknown | 3 |
| Nur Umriani Permatasari | Affiliation unknown | 3 |
| As'adi Abdullah | Affiliation unknown | 3 |
| Saifuddin Sirajuddin | Affiliation unknown | 2 |
| Zakaria | Affiliation unknown | 2 |
| Marini Amalia Mansur | Affiliation unknown | 2 |
| Citrakesumasari . | Affiliation unknown | 2 |
| Nurzakiah | Affiliation unknown | 2 |
| Anna Khuzaimah | Affiliation unknown | 2 |
| Nurzakiah Hasan | Affiliation unknown | 2 |
| Magdalena Litaay | Affiliation unknown | 2 |
| Zaraswati Dwayana | Affiliation unknown | 2 |
| Eva Johanes | Affiliation unknown | 2 |
| Ruslan Umar | Affiliation unknown | 2 |
| Syafrian Nur Muhammad | Affiliation unknown | 2 |
| Nur Afifah Zhafirah | Affiliation unknown | 2 |
| Dody Priosambodo | Affiliation unknown | 2 |
| Eva Johannes | Affiliation unknown | 2 |
| Rusdin Muhalling | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Abdul Karim Gaffar | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Paulina Taba | Affiliation unknown | 1 |
| Syarifah Nurhalima | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.