Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENDAMPINGAN SISTEM KONSERVASI USAHA TANI JAGUNG BERBASIS KARBON PADA KELOMPOK TANI MAMMINASA DECENG

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 10 No. 4 (2025) · pp. 451–458

DOI
10.20956/jdp.v10i4.30912
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2025-07-06
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Target produktivitas jagung di lahan kering miring akan sulit dicapai tanpa teknologi konservasi tanah, khususnya penanggulangan erosi dan peningkatan bahan organik tanah. Biochar merupakan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan daya ikat tanah sehingga tidak muda terdispersi. Kandungan karbonnya yang tinggi menjadi sumber C-organik jika digunakan sebagai bahan pemenah tanah. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan petani melaksanakan usahatani jagung berbasis konservasi menggunakan biochar sebagai sumber karbon tanah. Metode pelaksanaan adalah demplot di lahan jagung dimana petani melakukan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan, yang terdiri dari pembuatan rorak searah dengan lereng, pembuatan lubangan biopori, aplikasi biochar sebagai bahan pembenah tanah, budidaya jagung sistem legowo 2:1. Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan petani (76 orang anggota kelompok tani Mamminasa Deceng) tentang konsep usahatani jagung sistem legowo berbasis konservasi dan peran biochar sebagai sumber karbon dalam meningkatkan kulitas tanah serta meningkatnya kesuburan tanah berdasarkan kandungan C-organik tanah (4%). Kata kunci: Degradasi lahan, jagung, karbon, kekeringan, produktivitas. ABSTRACT The target of corn productivity on sloping dry land will be difficult to achieve without soil conservation technology, especially erosion control and increasing soil organic matter. Biochar is an appropriate technology that can increase soil binding capacity so that it is not easily dispersed. Its high carbon content becomes a source of organic C if used as a soil enhancer. The purpose of this activity is to increase farmers' insight into implementing conservation-based corn farming using biochar as a source of soil carbon. The implementation method is a demonstration plot in corn fields where farmers actively participate in each activity, consisting of making rorak in the direction of the slope, making biopore holes, applying biochar as a soil conditioner and corn cultivation using the 2:1 legowo system corn cultivation using the 2:1 legowo system. The output of this activity is increased knowledge of farmers (76 members of the Mamminasa Deceng farmer group) about the concept of conservation-based corn farming and the role of biochar as a carbon source in improving soil quality and increasing soil fertility based on soil organic C content (4%). Keywords: Land degradation, corn, carbon, drought, productivity.

Keywords

Collaboration network of the authors

38 authors · 216 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sumatera Utara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Iradhatullah RahimAffiliation unknown12
Abd RahimAffiliation unknown4
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown4
Suherman SuhermanAffiliation unknown4
Fatmawati FatmawatiAffiliation unknown4
Yadi ArodhiskaraAffiliation unknown3
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara3
Munir MunirAffiliation unknown3
Abdullah AbdullahAffiliation unknown3
Irmayani IrmayaniAffiliation unknown3
Sukardi SukardiAffiliation unknown3
Sarina SarinaAffiliation unknown3
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown3
Suherman SuhermanAffiliation unknown3
Nur HapsaAffiliation unknown3
Rahmawati SemaunAffiliation unknown3
Ramlayani RamlayaniAffiliation unknown3
Ahmad SelaoAffiliation unknown2
Aswar SyafnurAffiliation unknown2
Putriani PutrianiAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Nevyani AsikinAffiliation unknown1
Irninthya Nanda Pratami IrwanAffiliation unknown1
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1
Wahyu RasyidAffiliation unknown1
Aswar AswarAffiliation unknown1
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENDAMPINGAN SISTEM KONSERVASI USAHA TANI JAGUNG BERBASIS KARBON PADA KELOMPOK TANI MAMMINASA DECENG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sukmawati, Sukmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahruddin, Bahruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Harsani, Harsani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suwardoyo, Untung</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zamzam, Syamsiar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suherman, Suherman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yamin, Mayasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Qadri, Sri Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fatmawati, Fatmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Land degradation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Corn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">carbon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">drought</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">productivity</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Target produktivitas jagung di lahan kering miring akan sulit dicapai tanpa teknologi konservasi tanah, khususnya penanggulangan erosi dan peningkatan bahan organik tanah.  Biochar merupakan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan daya ikat tanah sehingga tidak muda terdispersi. Kandungan karbonnya yang tinggi menjadi sumber C-organik jika digunakan sebagai bahan pemenah tanah. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan petani melaksanakan usahatani jagung berbasis konservasi menggunakan biochar sebagai sumber karbon tanah. Metode pelaksanaan adalah demplot di lahan jagung dimana petani melakukan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan, yang terdiri dari  pembuatan rorak searah dengan lereng, pembuatan lubangan biopori, aplikasi biochar sebagai bahan pembenah tanah, budidaya jagung sistem legowo 2:1. Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan petani (76 orang anggota kelompok tani Mamminasa Deceng) tentang konsep usahatani jagung sistem legowo berbasis konservasi dan peran biochar sebagai sumber karbon dalam meningkatkan kulitas tanah serta meningkatnya kesuburan tanah berdasarkan kandungan C-organik tanah (4%).  
Kata kunci: Degradasi lahan, jagung, karbon, kekeringan, produktivitas.
ABSTRACT
The target of corn productivity on sloping dry land will be difficult to achieve without soil conservation technology, especially erosion control and increasing soil organic matter. Biochar is an appropriate technology that can increase soil binding capacity so that it is not easily dispersed. Its high carbon content becomes a source of organic C if used as a soil enhancer. The purpose of this activity is to increase farmers' insight into implementing conservation-based corn farming using biochar as a source of soil carbon. The implementation method is a demonstration plot in corn fields where farmers actively participate in each activity, consisting of making rorak in the direction of the slope, making biopore holes, applying biochar as a soil conditioner and corn cultivation using the 2:1 legowo system corn cultivation using the 2:1 legowo system. The output of this activity is increased knowledge of farmers (76 members of the Mamminasa Deceng farmer group) about the concept of conservation-based corn farming and the role of biochar as a carbon source in improving soil quality and increasing soil fertility based on soil organic C content (4%).
Keywords: Land degradation, corn, carbon, drought, productivity.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/30912</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v10i4.30912</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025; 451-458</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/30912/13120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>