Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMANFAATAN BAHAN ALAMI BIOAKTIF TANAMAN (BABT) SEBAGAI BAHAN PESTISIDA NABATI DI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOWA

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 9 No. 1 (2023) · pp. 167–178

DOI
10.20956/jdp.v9i1.31421
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2023-11-06
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah sentra tanaman sayuran yang terletak di sebelah selatan Provinsi Sulawesi Selatan. Sayuran merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan tetapi pengelolaan tanaman sayuran bersifat konvensional dengan asupan senyawa kimia sintetik yang tinggi terrmasuk pupuk dan pestisida sintetik. Pengunaan bahan kimia sintetik yang tinggi dalam pengelolaan tanaman sayuran akan membahayakan kesehatan konsumen dan tidak ramah lingkungan. Keprihatinan terhadap isu lingkungan dan preferensi konsumen yang tinggi terhadap produk sayur organik maka Fresko Organik yang berlokasi di Desa Pacellekang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa telah melakukan budidaya sayuran secara organik tetapi masih banyak kendala yang dihadapi sedangkan pada kelompok masyarakat (KWT ASYTA) adalah yang ada di lokasi tersebut juga tidak berkembang/produktif karena tidak mendapat pendampingan/bimbingan terutama bagaimana sistem budidaya sayuran yang ramah lingkungan semuanya masih mengandalkan penggunaan senyawa kimia sintetik. Dari hasil pengamatan dilapang dan wawancara/diskusi, maka permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman dan teknologi bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada misalnya pemanfaatan teknologi BABT terutama untuk pembuatan pupuk organik dan untuk pengendalian/pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan pestisida dan pupuk organik yang berasal dari bahan alami bioaktif tanaman dan implementasi penggunaan BABT pada lahan Fresko organik sebagai tempat pembelajaran terhadap dampak penggunaan BABT dalam upaya mengurangi serangan hama. Pemanfaatan BABT mulai dari pengenalan jenis jenis BABT yang bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama dan pupuk organik kompos. Metode yang diterapkan adalah: penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, aplikasi teknologi serta pendampingan yang dilakukan secara partisipatif. Kata kunci: Pestisida nabati, BABT, sayur organik. ABSTRACT Gowa Regency is one of the vegetable growing centers among the 23 regencies and municipalities in South Sulawesi Province and is located in the south of the province. Vegetables are one of the most widely cultivated horticultural crops, but the management of vegetable crops is conventional, with a high intake of synthetic chemical compounds, including synthetic fertilizers and pesticides. The high use of synthetic chemicals in the management of vegetable crops will endanger the health of consumers and is not environmentally friendly. Concerned about environmental issues and high consumer preferences for organic vegetable products, the organic frescoes are located in Pattalassang sub-district, Pacellekang village, and Pacellekang district. Gowa has been cultivating vegetables organically, but there are still many obstacles to face. The community group (KWT ASYTA) says that those in that location are also not developing or productive because they don't get assistance or guidance, especially since an environmentally friendly vegetable cultivation system still relies on the use of synthetic chemical compounds. From the results of field observations and interviews and discussions, the problems found are lack of understanding and technology on how to take advantage of the potential of existing local resources, for example, the use of BABT technology, especially for the manufacture of organic fertilizers and for the control and management of pests and plant diseases. The solutions offered are conducting training on making organic pesticides and fertilizers derived from natural bioactive plant ingredients and Implementation of the use of BABT on organic Fersko land as a place to learn about the impact of using BABT in an effort to reduce pest attacks. The utilization of BABT, starting with the introduction of the types of BABT that can be used as pest control and organic compost fertilizer. The methods applied are counseling, training, technology demonstration, technology application, and mentoring, which is carried out in a participatory manner. Keywords: Botanical pesticides, BABT, organic vegetables.

Keywords

Collaboration network of the authors

34 authors · 141 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Elkawakib Syam'unAffiliation unknown6
Fachira UlfaAffiliation unknown3
Heliawaty HeliawatyAffiliation unknown3
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown2
Katriani MantjaAffiliation unknown2
Amir YassiAffiliation unknown2
ZainalAffiliation unknown2
Untung SurapatiAffiliation unknown2
Satika Dewi VienAffiliation unknown2
. MelinaAffiliation unknown2
malik abd malik ash shiddieqyAffiliation unknown1
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown1
Pipi DiansariAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
NurfaidaAffiliation unknown1
Feranita HaringAffiliation unknown1
Muh. FariedAffiliation unknown1
Muhammad JayadiAffiliation unknown1
Fachirah UlfaAffiliation unknown1
AsmanAffiliation unknown1
Nasaruddin .Affiliation unknown1
Yunus MusaAffiliation unknown1
Muh. Farid BDRAffiliation unknown1
Ismail MustafaAffiliation unknown1
Vien Sartika DewiAffiliation unknown1
Abdul Haris BahrunAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMANFAATAN BAHAN ALAMI BIOAKTIF TANAMAN (BABT) SEBAGAI BAHAN PESTISIDA NABATI DI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOWA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sjam, Sylvia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dewi, Vien Sartika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rosmana, Ade</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amrullah, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sulastri, Elsa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitriyanti, Nur Azizah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wardihan, Muhammad Agung</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pestisida nabati</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">BABT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sayuran organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah sentra tanaman sayuran yang terletak di sebelah selatan Provinsi Sulawesi Selatan. Sayuran merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan  tetapi  pengelolaan tanaman sayuran bersifat konvensional dengan asupan senyawa kimia sintetik yang tinggi terrmasuk pupuk dan pestisida sintetik. Pengunaan bahan kimia sintetik yang tinggi dalam pengelolaan tanaman sayuran akan membahayakan kesehatan konsumen dan tidak ramah lingkungan. Keprihatinan terhadap isu lingkungan dan  preferensi  konsumen yang tinggi terhadap produk sayur organik maka Fresko Organik yang berlokasi di Desa Pacellekang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa telah melakukan budidaya sayuran secara organik tetapi masih banyak kendala yang dihadapi sedangkan pada kelompok masyarakat (KWT ASYTA) adalah yang ada di lokasi tersebut juga tidak berkembang/produktif karena tidak mendapat pendampingan/bimbingan terutama bagaimana sistem budidaya sayuran yang ramah lingkungan semuanya masih mengandalkan penggunaan senyawa kimia sintetik. Dari hasil pengamatan dilapang dan  wawancara/diskusi, maka permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman dan teknologi bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada misalnya pemanfaatan teknologi BABT terutama untuk pembuatan pupuk organik  dan untuk pengendalian/pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan pestisida dan pupuk organik yang berasal dari bahan alami bioaktif tanaman dan implementasi penggunaan BABT pada lahan Fresko organik sebagai tempat pembelajaran terhadap dampak penggunaan BABT dalam upaya mengurangi serangan hama. Pemanfaatan BABT mulai dari pengenalan jenis jenis BABT yang bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama dan pupuk organik kompos. Metode yang diterapkan adalah: penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, aplikasi teknologi serta pendampingan yang dilakukan secara partisipatif.
Kata kunci: Pestisida nabati, BABT, sayur organik.
ABSTRACT
Gowa Regency is one of the vegetable growing centers among the 23 regencies and municipalities in South Sulawesi Province and is located in the south of the province. Vegetables are one of the most widely cultivated horticultural crops, but the management of vegetable crops is conventional, with a high intake of synthetic chemical compounds, including synthetic fertilizers and pesticides. The high use of synthetic chemicals in the management of vegetable crops will endanger the health of consumers and is not environmentally friendly. Concerned about environmental issues and high consumer preferences for organic vegetable products, the organic frescoes are located in Pattalassang sub-district, Pacellekang village, and Pacellekang district. Gowa has been cultivating vegetables organically, but there are still many obstacles to face. The community group (KWT ASYTA) says that those in that location are also not developing or productive because they don't get assistance or guidance, especially since an environmentally friendly vegetable cultivation system still relies on the use of synthetic chemical compounds. From the results of field observations and interviews and discussions, the problems found are lack of understanding and technology on how to take advantage of the potential of existing local resources, for example, the use of BABT technology, especially for the manufacture of organic fertilizers and for the control and management of pests and plant diseases. The solutions offered are conducting training on making organic pesticides and fertilizers derived from natural bioactive plant ingredients and Implementation of the use of BABT on organic Fersko land as a place to learn about the impact of using BABT in an effort to reduce pest attacks. The utilization of BABT, starting with the introduction of the types of BABT that can be used as pest control and organic compost fertilizer. The methods applied are counseling, training, technology demonstration, technology application, and mentoring, which is carried out in a participatory manner.
Keywords: Botanical pesticides, BABT, organic vegetables.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2023-11-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/31421</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v9i1.31421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023; 167-178</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/31421/10513</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>