Akses terbuka Jurnal
BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI DESA LAPEO: Cultivation of Maggot Black Soldier Fly (BSF) as an Effort to Utilize Household Organic Waste in Lapeo Village
Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 9 No. 2 (2024) · hlm. 255–262
- ISSN
- 2528-3219, 2460-8173
- Terbit
- 2024-05-26
- Penerbit
- Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
- Bahasa
- en
Abstrak
Limbah rumah tangga menjadi permasalahan yang sangat penting dalam aspek lingkungan. Hal ini yang banyak dihadapi oleh ibu rumah tangga khusunya pada kelompok TP PKK Desa Lapeo Kabupaten Polewali Mandar. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pada mitra dalam mengelolah sampah organik serta belum adanya teknologi pengolahan sampah di lokasi Mitra. Sampah organik biasanya di buang tanpa adanya proses pengolahan. Hal ini juga di perparah dengan adanya beberapa kali penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) oleh warga di Kabupaten Polewali Mandar. Akibat dari penutupan ini menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di beberapa tempat di kabupaten Polewali Mandar dan tidak terkecuali di Desa Lapeo. Budidaya maggot menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh kelompok TP PKK Desa Lapeo. Pengabdian ini dilaksanakan dengan memanfaatkan maggot sebagai pengurai limbah organik rumah tangga. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara Ceramah, diskusi dan praktek langsung oleh peserta. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa antusias masyarakat dalam hal ini anggota kelompok TP PKK Desa Lapeo terhadap pelatihan budidaya maggot cukup tinggi. Hal ini di tunjukkan dengan jumlah peserta yang berpatisipasi dan keaktifan peserta dalam mengikuti pelatihan hingga kegiatan selesai. Pada sesi diskusi banyak peserta yang aktif dalam bertanya terkait budidaya maggot. Kegiatan pelatihan budidaya maggot di Desa Lapeo berlangsung sukses dan pemahaman kelompok sasaran meningkat terkait pengolahan limbah dengan budidaya maggot. Kata kunci: Maggot, limbah, organik, sampah. ABSTRACT Household waste is a very important issue in environmental aspects. This is what many faced by housewives, especially in the TP PKK group, Lapeo Village, Polewali Mandar Regency. Lack of knowledge and skills on partners in managing organic waste and the absence of waste processing technology at partner locations. Organic waste is usually disposed of without any processing. This is also exacerbated by the closure of the final disposal site (TPA) by residents in Polewali Mandar Regency. As a result of this closure caused a buildup of garbage in several places in Polewali Mandar Regency and Lapeo village was no exception. Maggot cultivation is one of the right solutions to answer the problems faced by the TP PKK group in Lapeo Village. This service is carried out by utilizing maggot as a decomposer of household organic waste. The method of service implementation is done by lecture, discussion and practice directly by the participants. The results of the activity can be concluded that the enthusiasm of the community in this case the members of the TP PKK group in Lapeo Village towards maggot cultivation training is quite high. This is indicated by the number of participants participating and the activeness of participants in the training until the activity is completed. In the discussion session, many participants were active in asking questions related to maggot cultivation. Maggot cultivation training activities in Lapeo village were successful and the understanding of the target group increased regarding waste treatment with maggot cultivation. Keywords: Maggot, waste, organic, garbage.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 89 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Halu Oleo
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Ahmad Faisol | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Jamal Harimudin | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| La Ode Restele | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Raihan Raihan | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Esya Heryana | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Djafar Mey | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Winona Lutfiah | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Mutmainna Mutmainna | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Jufri Karim | Universitas Halu Oleo | 2 |
| la Ode Rustam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Safrudin Sahar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Weka Widayati | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Jamal Harimuddin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Akbardiansyah Akbardiansyah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Zuhriah Zuhriah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ainun Mardiyah Lubis | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Yulia Anita Siregar | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Cecilia Novianti Salsinha | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Oktavia Rahayu Puspitarini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alvin Paradiptya Rifkas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Anas | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Erniwati Erniwati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| wa Ode Yusria | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahmad Iskandar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yoo Eka Yana Kansil | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Ode Kaimudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahyuddin Fahyuddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jamili Jamili | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hasbullah Syaf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eka Apriana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Yunus | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eulisa Eulisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| La Onu Ola | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ade Rahmasari Harsono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Fera Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.