Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM TERPAL RESIRKULASI DAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKANNYA DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM SHOHWATUL IS’AD KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 9 No. 2 (2024) · pp. 357–367

DOI
10.20956/jdp.v9i2.32174
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2024-05-26
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Ikan nila, Oreochromis niloticus salah satu ikan air tawar yang sangat digemari masyarakat saat ini. Selain kandungan nutrisinya yang cukup tinggi juga rasa dagingnya sangat lezat. Hal lain yang menjadikan ikan nila ini memuncak trendnya adalah mudah penangananannya dalam budidaya dan teknologi pakannya sudah dikuasai. Namun demikian, teknologi budidaya baik pada usaha pembesaran dan produksi benihnya serta teknologi pembuatan pakannya belum memasyarakat oleh para praktisi. Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad (Shohid) berlokasi di Kabupaten Pangkajene Kepulauan berperan sebagai mitra pada kegiatan ini dengan harapan PPMI Shohid sebagai institusi swasta mampu meningkatkan finansialnya secara mandiri melalui budidaya ikan nila di kolam terpal dengan Recirculating Aquaculture System (RAS). Permasalahannya adalah pengetahuan dan keterampilan SDM meliputi guru, tenaga kependidikan, dan santri tentang hal-hal tersebut di atas masih terbatas. Solusinya adalah upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM melalui pelatihan, demonstrasi dan pendampingan. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah publikasi di jurnal nasional, publikasi media cetak, video dan teknologi tepat guna berupa pakan buatan yang telah dikemas. Tahapan kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah audiensi dengan Yayasan PPMI Shohid, survey lokasi, persiapan bahan dan alat, pelatihan meliputi budidaya ikan di kolam terpal resirkulasi, pembuatan pakan dan teknik produksi benih ikan nila jantan, pemasangan kolam terpal dengan RAS, penebaran ikan, monitoring, pemeliharaan ikan nila, dan panen. Kegiatan pengabdian dinyatakan sukses dengan indikator PPMI Shohid mampu memeliharan dan memproduksi ikan nila di kolam terpal resirkulasi dengan upaya mandiri. Kata kunci: Ikan nila, kolam terpal, pakan buatan, PPMI Shohid. ABSTRACT Tilapia, Oreochromis niloticus, is one of the freshwater fish that is very popular with people today. Apart from its high nutritional content, the meat also tastes very delicious. Another thing that makes this tilapia fish peak in popularity is that it is easy to handle in cultivation and the feed technology has been mastered. However, cultivation technology, both in growing and producing larvae, as well as technology for making feed, has not yet become popular among practitioners. Islamic Modern Islamic Boarding School (PPMI) of Shohwatul Is'ad (Shohid) as a partner is located in Pangkajene Islands Regency is expected to be able to manage and meet its financial needs independently. The problem is that the knowledge and skills of human resources including teachers, education staff and students regarding fish cultivation in tarpaulin ponds are still limited. The solution is an effort to increase the knowledge and skills of human resources through training, demonstrations and mentoring. The stages of activities carried out to make this happen are an audience with the PPMI Shohid Foundation, site survey, preparation of materials and tools, training including cultivating fish in recirculating tarpaulin ponds, making feed and production techniques for male tilapia fish seeds, installing tarpaulin ponds with RAS, stocking fish, monitoring, raising tilapia, and harvesting. The service activity was declared successful with the PPMI Shohid indicator being able to raise and produce tilapia in recirculating tarpaulin ponds with independent efforts. Keywords: Tilapia fish, tarpaulin pond, artificial feed, and PPMI Shohid.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 180 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yushinta FujayaAffiliation unknown4
Marlina AchmadAffiliation unknown3
Rustam RustamAffiliation unknown2
Zainuddin ZainuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Badraeni BadraeniAffiliation unknown2
Besse Tenri NurkamilahAffiliation unknown2
Dody Dh. TrijunoAffiliation unknown2
Elmi N. ZainuddinAffiliation unknown2
Gunarto LatamaAffiliation unknown2
Hasni Y. AzisAffiliation unknown2
Irfan AmbasAffiliation unknown2
M. Iqbal DjawadAffiliation unknown2
Muh. Yusri KarimAffiliation unknown2
Siti AslamyahAffiliation unknown2
Nur Umriani PermatasariAffiliation unknown1
Djabal Nur BasirAffiliation unknown1
Burhanuddin RasyidAffiliation unknown1
Muh AbbasAffiliation unknown1
Muhammad NasrulAffiliation unknown1
MarseliantiAffiliation unknown1
Nita RukminasariAffiliation unknown1
Wilma J.C. MokaAffiliation unknown1
Nur Indah Sari ArbitAffiliation unknown1
Sapto AndriyonoAffiliation unknown1
Andi ParenrengiAffiliation unknown1
Selviani SelvianiAffiliation unknown1
Eddy SoekendarsiAffiliation unknown1
Amir YassiAffiliation unknown1
Sri Susyanti NurAffiliation unknown1
Ambeng - AmbengAffiliation unknown1
Zohra HasyimAffiliation unknown1
Andi Rismayani SaputriAffiliation unknown1
Haryati HaryatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dwi FajriantiAffiliation unknown1
Muhammad Fatratullah MuhsinAffiliation unknown1
Rusydi RozaimiAffiliation unknown1
Ade Wahyul Fajri AliminAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM TERPAL RESIRKULASI DAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKANNYA DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM SHOHWATUL IS’AD KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saade, Edison</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andriani, Irma </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayani, Andi Aliah </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ikan Nila</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kolam terpal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pakan buatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">PPMI Shohid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ikan nila, Oreochromis niloticus salah satu ikan air tawar yang sangat digemari masyarakat saat ini. Selain kandungan nutrisinya yang cukup tinggi juga rasa dagingnya sangat lezat. Hal lain yang menjadikan ikan nila ini memuncak trendnya adalah mudah penangananannya dalam budidaya dan teknologi pakannya sudah dikuasai. Namun demikian, teknologi budidaya baik pada usaha pembesaran dan produksi benihnya serta teknologi pembuatan pakannya belum memasyarakat oleh para praktisi. Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad (Shohid)  berlokasi di Kabupaten Pangkajene Kepulauan berperan sebagai mitra pada kegiatan ini dengan harapan PPMI Shohid sebagai institusi swasta mampu meningkatkan finansialnya secara mandiri melalui budidaya ikan nila di kolam terpal dengan Recirculating Aquaculture System (RAS). Permasalahannya adalah pengetahuan dan keterampilan SDM meliputi guru, tenaga kependidikan, dan santri tentang hal-hal tersebut di atas masih terbatas. Solusinya adalah upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM melalui pelatihan, demonstrasi dan pendampingan. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah publikasi di jurnal nasional, publikasi media cetak, video dan teknologi tepat guna berupa pakan buatan yang telah dikemas. Tahapan kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah audiensi dengan Yayasan PPMI Shohid, survey lokasi, persiapan bahan dan alat, pelatihan meliputi budidaya ikan di kolam terpal resirkulasi, pembuatan pakan dan teknik produksi benih ikan nila jantan, pemasangan kolam terpal dengan RAS, penebaran ikan, monitoring, pemeliharaan ikan nila, dan panen. Kegiatan pengabdian dinyatakan sukses dengan indikator  PPMI Shohid mampu memeliharan dan memproduksi ikan nila di kolam terpal resirkulasi dengan upaya mandiri.
Kata kunci: Ikan nila, kolam terpal, pakan buatan, PPMI Shohid.
ABSTRACT
Tilapia, Oreochromis niloticus, is one of the freshwater fish that is very popular with people today. Apart from its high nutritional content, the meat also tastes very delicious. Another thing that makes this tilapia fish peak in popularity is that it is easy to handle in cultivation and the feed technology has been mastered.  However, cultivation technology, both in growing and producing larvae, as well as technology for making feed, has not yet become popular among practitioners. Islamic Modern Islamic Boarding School (PPMI) of Shohwatul Is'ad (Shohid) as a partner is located in Pangkajene Islands Regency is expected to be able to manage and meet its financial needs independently. The problem is that the knowledge and skills of human resources including teachers, education staff and students regarding fish cultivation in tarpaulin ponds are still limited. The solution is an effort to increase the knowledge and skills of human resources through training, demonstrations and mentoring. The stages of activities carried out to make this happen are an audience with the PPMI Shohid Foundation, site survey, preparation of materials and tools, training including cultivating fish in recirculating tarpaulin ponds, making feed and production techniques for male tilapia fish seeds, installing tarpaulin ponds with RAS, stocking fish, monitoring, raising tilapia, and harvesting. The service activity was declared successful with the PPMI Shohid indicator being able to raise and produce tilapia in recirculating tarpaulin ponds with independent efforts.
Keywords: Tilapia fish, tarpaulin pond, artificial feed, and PPMI Shohid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/32174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v9i2.32174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024; 357-367</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/32174/11540</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>