Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

EVALUASI DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN KOPI PADA IZIN PERHUTANAN SOSIAL DI KPH SAWITTO KABUPATEN PINRANG

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 10 No. 3 (2025) · pp. 357–366

DOI
10.20956/jdp.v10i3.36491
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2025-04-30
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Masyarakat saat ini menjadi pusat penggunaan sumber daya alam tapi juga diharapkan sebagai pemulihan sumberdaya alam khusus di Indonesia. Perhutanan Sosial lahir sebagai sistem dalam pengelolaan sumber daya hutan melibatkan masyarakat disekitar hutan sebagai pelaku utama. Masyarakat diberi hak kelola, dan memanfaatkan hasil hutan sehingga membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Disisi lain, masyarakat berkewajiban menjaga lingkungan hutan melalui program PS berupa rehabilitasi. Hutan dan lahan melalui kegiatan reboisasi dengan sistem agroforestri Kopi. Bibit tanaman kopi pun dipilih menjadi bantuan yang diberikan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sawitto Kabupaten Pinrang. Ditemukan tanaman kopi yang mengalami pertumbuhan tidak optimal. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan memberi pendampingan pengelolaan tanaman kopi dalam mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini diawali dengan diskusi dalam bentuk FGD mengenai pertumbuhan kopi yang dihadiri oleh Pimpinan KPH, penyuluh KPH, Ketua, dan anggota KTH di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Pinanian. Setelah diskusi, dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung pertumbuhan kopi di lahan izin perhutanan sosial KTH Pinanian. Dari hasil evaluasi bersama KTH, ditemukan tanaman kopi telah tumbuh dengan baik hingga berbuah, namun ditemukan juga tanaman kopi yang belum tumbuh secara optimal. Ditemukan kopi yang memiliki tangkai atau cabang yang mati yang diakibatkan oleh hama, dan muncul saat musim kemarau yang panjang. Dalam mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan beberapa hal yang diawali dengan riset untuk mengetahui penyebab hama. Aspek penanaman, perlu dilakukan penataan jarak tanam dan dilakukan penanaman pola Agroforestri. Dalam mengantisipasi kemarau panjang pada musim berikutnya, perlu disiapkan sistem pengairan, pembangunan embung maupun teknik lainnya. Kata kunci: Tanaman kopi, pertumbuhan, agroforestri, perhutanan sosial. ABSTRACT Society is currently the center of the use of natural resources, but it is also expected to recover special natural resources in Indonesia. Social Forestry was born as a system for managing forest resources by involving communities around the forest as the main actors in forest management. The community is also given management rights to utilize forest products to help the community improve its economic welfare. As a matter of obligation, the community must also protect the forest environment through PS programs and rehabilitation activities. Forest and Land Rehabilitation through reforestation activities with the Coffee agroforestry system. Coffee plant seeds were also chosen as assistance provided by the Sawitto Forest Management Unit (KPH), Pinrang Regency. This activity began with a discussion of an FGD regarding coffee growth held at the Pinanian Forest Farmers Group (KTH) Secretariat. After the discussion, a field visit was carried out to see firsthand the growth of coffee on the KTH Pinanian social forestry permit land. Coffee plants grow well until they bear fruit, but coffee plants have also been found to have not grown optimally. Coffee was found to have dead stalks or branches caused by pests and appeared during the long dry season. Several things need to be done to overcome this, starting with research to determine the pest's cause. In terms of planting, arranging plant spacing and carrying out Agroforestry pattern planting is necessary. In anticipation of a long dry season next season, preparing an irrigation system, building dams, and other techniques is necessary. Keywords: Coffee plants, growth, agroforestry, Social forestry.

Keywords

Collaboration network of the authors

21 authors · 72 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Munajat NursaputraAffiliation unknown4
Try ArdiansyahAffiliation unknown4
Syamsuddin MillangAffiliation unknown2
Budirman BachtiarAffiliation unknown2
Nasri NasriAffiliation unknown2
Samuel A. PaembonanAffiliation unknown1
Leny RachmawatiAffiliation unknown1
Andang Suryana SomaAffiliation unknown1
A. MujetahidAffiliation unknown1
Aulia NurfadillaAffiliation unknown1
Andi vika FaradibaAffiliation unknown1
Afandi AhmadAffiliation unknown1
ChairilAffiliation unknown1
Revalina Theresia SinagaAffiliation unknown1
Helen Natalia KasangAffiliation unknown1
Yulanda Angel TangdilintinAffiliation unknown1
Anugrahandini NatsirAffiliation unknown1
Nurul Muchlisah BasriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EVALUASI DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN KOPI PADA IZIN PERHUTANAN SOSIAL DI KPH SAWITTO KABUPATEN PINRANG </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rijal, Syamsu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">A., Chairil</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arty, Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Coffee plants</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Growth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Agroforestry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Social forestry</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Masyarakat saat ini menjadi pusat penggunaan sumber daya alam tapi juga diharapkan sebagai pemulihan sumberdaya alam khusus di Indonesia. Perhutanan Sosial lahir sebagai sistem dalam pengelolaan sumber daya hutan melibatkan masyarakat disekitar hutan sebagai pelaku utama. Masyarakat diberi hak kelola, dan memanfaatkan hasil hutan sehingga membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Disisi lain, masyarakat berkewajiban menjaga lingkungan hutan melalui program PS berupa rehabilitasi.  Hutan dan lahan melalui kegiatan reboisasi dengan sistem agroforestri Kopi. Bibit tanaman kopi pun dipilih menjadi bantuan yang diberikan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sawitto Kabupaten Pinrang. Ditemukan tanaman kopi yang mengalami pertumbuhan tidak optimal. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan memberi pendampingan pengelolaan tanaman kopi dalam mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini diawali dengan diskusi dalam bentuk FGD mengenai pertumbuhan kopi yang dihadiri oleh Pimpinan KPH, penyuluh KPH, Ketua, dan anggota KTH di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Pinanian. Setelah diskusi, dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung pertumbuhan kopi di lahan izin perhutanan sosial KTH Pinanian. Dari hasil evaluasi bersama KTH, ditemukan tanaman kopi telah tumbuh dengan baik hingga berbuah, namun ditemukan juga tanaman kopi yang belum tumbuh secara optimal. Ditemukan kopi yang memiliki tangkai atau cabang yang mati yang diakibatkan oleh hama, dan muncul saat musim kemarau yang panjang. Dalam mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan beberapa hal yang diawali dengan riset untuk mengetahui penyebab hama. Aspek penanaman, perlu dilakukan penataan jarak tanam dan dilakukan penanaman pola Agroforestri. Dalam mengantisipasi kemarau panjang pada musim berikutnya, perlu disiapkan sistem pengairan, pembangunan embung maupun teknik lainnya.
Kata kunci: Tanaman kopi, pertumbuhan, agroforestri, perhutanan sosial.
ABSTRACT
Society is currently the center of the use of natural resources, but it is also expected to recover special natural resources in Indonesia. Social Forestry was born as a system for managing forest resources by involving communities around the forest as the main actors in forest management. The community is also given management rights to utilize forest products to help the community improve its economic welfare. As a matter of obligation, the community must also protect the forest environment through PS programs and rehabilitation activities. Forest and Land Rehabilitation through reforestation activities with the Coffee agroforestry system. Coffee plant seeds were also chosen as assistance provided by the Sawitto Forest Management Unit (KPH), Pinrang Regency. This activity began with a discussion of an FGD regarding coffee growth held at the Pinanian Forest Farmers Group (KTH) Secretariat. After the discussion, a field visit was carried out to see firsthand the growth of coffee on the KTH Pinanian social forestry permit land. Coffee plants grow well until they bear fruit, but coffee plants have also been found to have not grown optimally. Coffee was found to have dead stalks or branches caused by pests and appeared during the long dry season. Several things need to be done to overcome this, starting with research to determine the pest's cause. In terms of planting, arranging plant spacing and carrying out Agroforestry pattern planting is necessary. In anticipation of a long dry season next season, preparing an irrigation system, building dams, and other techniques is necessary.
Keywords: Coffee plants, growth, agroforestry, Social forestry.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/36491</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v10i3.36491</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025; 357-366</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/36491/12764</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>