Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

RAJA-FARMER: PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI SANGGAR TANI MUDA DENGAN PRAKTIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG BERKELANJUTAN DI KELURAHAN BAJU BODOA

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 10 No. 1 (2024) · pp. 139–152

DOI
10.20956/jdp.v10i1.36938
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2024-10-24
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kelurahan Baju Bodoa memiliki luas daerah 3,76 km2 dan populasi sekitar 6.617 orang terbagi dalam tiga lingkungan dan empat kampung. Sumber daya alam di sektor pertanian Kelurahan Baju Bodoa terbilang sangat berpotensi jika dikembangkan menjadi sebuah inovasi baru yang bernilai ekonomi. Berdasarkan hasil observasi langsung oleh mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), sebagian besar kelurahan tersebut merupakan lahan sawah yang masih menjadi sumber utama pendapatan penduduk Kelurahan Baju Bodoa. Namun, profesi petani di daerah ini didominasi oleh penduduk yang berusia di atas 35 tahun, sehingga disimpulkan bahwa terjadi penurunan minat pemuda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Di sisi lain, mahasiswa KM Pilar Unhas melihat bahwa pemuda Kelurahan Baju Bodoa memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai mitra karena sudah mempunyai lembaga sebelumnya yaitu karang taruna. Namun, para pemuda tersebut, belum mempunyai usaha tani yang memadai. Tim PPK Ormawa KM Pilar Unhas memiliki alternatif solusi, untuk membentuk sanggar tani muda, melalui program yang dinamai Rumah Jamur (Raja) Farmer meliputi kegiatan pengelolaan potensi pertanian di Kelurahan Baju Bodoa yaitu budidaya jamur tiram. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk sanggar tani muda, membentuk kurikulum, dan menghasilkan produk jamur tiram. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, pengadaan sarana dan prasarana, pengembangan produk turunan, pengelolaan usaha dan pemasaran, pelaksanaan launching rumah jamur, pengukuhan sanggar tani muda serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya sanggar tani muda yang beranggotakan delapan belas orang, terbentuknya rumah jamur dan terbentuknya kurikulum non-formal. ABSTRACT Baju Bodoa Subdistrict covers an area of 3.76 km2 with a population of around 6,617 people, divided into three neighborhoods and four villages. The natural resources in the agricultural sector of Baju Bodoa Subdistrict hold significant potential for development into innovative economic ventures. Based on direct observations conducted by students of Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), most of the subdistrict consists of rice fields, which remain the primary source of income for the residents of Baju Bodoa Subdistrict. However, the farming profession in this area is dominated by residents aged over 35 years old, indicating a decline in youth interest in engaging in the agricultural sector. On the other hand, KM Pilar Unhas students identified that the youth of Baju Bodoa Subdistrict had significant potential to become partners as they are already organized under a youth organization called Karang Taruna. Nevertheless, these young people have not yet established adequate farming ventures. The PPK Ormawa KM Pilar Unhas team proposes an alternative solution by forming a young farmers’ group through a program named “Rumah Jamur (Raja) Farmer”, which involves managing the agricultural potential of Baju Bodoa Subdistrict, specifically through oyster mushroom cultivation. This activity aims to establish a young farmers’ group, develop a curriculum, and produce oyster mushroom products. The methods employed in this activity include technical training, continuous mentoring, procurement of facilities and infrastructure, development of derivative products, business manajemen and marketing, launching of the mushroom house, the inauguration of the young farmer’s group and monitoring and evaluation. The results of this activity include forming a young farmers’ group consisting of eighteen members, establishing a mushroom house, and creating a non-formal curriculum. Keywords: Oyster mushroom, karang taruna, technical training, derivative products, mushroom house, young farmers.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 140 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Sriwijaya University
  • Khairun University
  • Indonesia Open University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La NalefoAffiliation unknown2
Sitti Nur IsnianAffiliation unknown2
Nurfalah Asa’DiyahAffiliation unknown2
Siti Belinda AmriAffiliation unknown1
santi santiAffiliation unknown1
Masykur KimsanAffiliation unknown1
Rosmawaty RosmawatyAffiliation unknown1
Mardin MardinAffiliation unknown1
Indrawati IndrawatiSriwijaya University1
Sitti Wirdhana AhmadAffiliation unknown1
Anggun Amelia PuspitaAffiliation unknown1
Muhammad Aswar LimiUniversitas Halu Oleo1
Abdi AbdiUniversitas Halu Oleo1
Siti Choirotun Aisyah PutriAffiliation unknown1
Afifah SalsabilaAffiliation unknown1
Shafira SuardiAffiliation unknown1
Aswi AswiAffiliation unknown1
Ramis RaufKhairun University1
Afriani UlyaUniversitas Halu Oleo1
Eko HariantoIndonesia Open University1
Fardan Rezkiawan FaidaAffiliation unknown1
Baharuddin PatandjengiAffiliation unknown1
Mustika TuwoAffiliation unknown1
Tutik KuswinantiAffiliation unknown1
Ramdani RamdaniAffiliation unknown1
Afriyanda AfriyandaAffiliation unknown1
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">RAJA-FARMER: PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI SANGGAR TANI MUDA DENGAN PRAKTIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG BERKELANJUTAN DI KELURAHAN BAJU BODOA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mario, M. Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mutmainnah, Mutmainnah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nisa’a, Siti Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Reski, Nur Fadilah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Febrianti, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yannatul, Ulfi Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sulfikar, Sulfikar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahma, Aulia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ikbal, Ikbal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Azizah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Manampiring, Galih Anom Arya Zamrud</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syihan, Faiq</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arif, Ahmad Azhari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Jamur tiram</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">karang taruna</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pelatihan teknis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">produk turunan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">rumah jamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sanggar tani muda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kelurahan Baju Bodoa memiliki luas daerah 3,76 km2 dan populasi sekitar 6.617 orang terbagi dalam tiga lingkungan dan empat kampung. Sumber daya alam di sektor pertanian Kelurahan Baju Bodoa terbilang sangat berpotensi jika dikembangkan menjadi sebuah inovasi baru yang bernilai ekonomi. Berdasarkan hasil observasi langsung oleh mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), sebagian besar kelurahan tersebut merupakan lahan sawah yang masih menjadi sumber utama pendapatan penduduk Kelurahan Baju Bodoa. Namun, profesi petani di daerah ini didominasi oleh penduduk yang berusia di atas 35 tahun, sehingga disimpulkan bahwa terjadi penurunan minat pemuda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Di sisi lain, mahasiswa KM Pilar Unhas melihat bahwa pemuda Kelurahan Baju Bodoa memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai mitra karena sudah mempunyai lembaga sebelumnya yaitu karang taruna. Namun, para pemuda tersebut, belum mempunyai usaha tani yang memadai. Tim PPK Ormawa KM Pilar Unhas memiliki alternatif solusi, untuk membentuk sanggar tani muda, melalui program yang dinamai Rumah Jamur (Raja) Farmer meliputi kegiatan pengelolaan potensi pertanian di Kelurahan Baju Bodoa yaitu budidaya jamur tiram. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk sanggar tani muda, membentuk kurikulum, dan menghasilkan produk jamur tiram. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, pengadaan sarana dan prasarana, pengembangan produk turunan, pengelolaan usaha dan pemasaran, pelaksanaan launching rumah jamur, pengukuhan sanggar tani muda serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya sanggar tani muda yang beranggotakan delapan belas orang, terbentuknya rumah jamur dan terbentuknya kurikulum non-formal.
ABSTRACT
Baju Bodoa Subdistrict covers an area of 3.76 km2 with a population of around 6,617 people, divided into three neighborhoods and four villages. The natural resources in the agricultural sector of Baju Bodoa Subdistrict hold significant potential for development into innovative economic ventures. Based on direct observations conducted by students of Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), most of the subdistrict consists of rice fields, which remain the primary source of income for the residents of Baju Bodoa Subdistrict. However, the farming profession in this area is dominated by residents aged over 35 years old, indicating a decline in youth interest in engaging in the agricultural sector. On the other hand, KM Pilar Unhas students identified that the youth of Baju Bodoa Subdistrict had significant potential to become partners as they are already organized under a youth organization called Karang Taruna. Nevertheless, these young people have not yet established adequate farming ventures. The PPK Ormawa KM Pilar Unhas team proposes an alternative solution by forming a young farmers’ group through a program named “Rumah Jamur (Raja) Farmer”, which involves managing the agricultural potential of Baju Bodoa Subdistrict, specifically through oyster mushroom cultivation. This activity aims to establish a young farmers’ group, develop a curriculum, and produce oyster mushroom products. The methods employed in this activity include technical training, continuous mentoring, procurement of facilities and infrastructure, development of derivative products, business manajemen and marketing, launching of the mushroom house, the inauguration of the young farmer’s group and monitoring and evaluation. The results of this activity include forming a young farmers’ group consisting of eighteen members, establishing a mushroom house, and creating a non-formal curriculum.
Keywords: Oyster mushroom, karang taruna, technical training, derivative products, mushroom house, young farmers.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/36938</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v10i1.36938</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024; 139-152</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/36938/12089</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>