Open access Jurnal
INOVASI TEKNOLOGI PRODUKSI LIPAT GANDA CABAI SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN DAN EKONOMI KELUARGA MELALUI OPTIMALISASI PEKARANGAN
Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 10 No. 2 (2025) · pp. 253–268
- ISSN
- 2528-3219, 2460-8173
- Published
- 2025-01-31
- Publisher
- Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
- Language
- en
Abstract
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di kelompok Tani Talakaya Desa Campagaya Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar dengan masalah pemanfaatan pekarangan yang belum optimal. Sebagian besar pekarangan hanya ditanami tanaman hias atau bahkan dibiarkan terlantar. Selain itu, petani juga memiliki keterbatasan pengetahuan dalam budidaya cabai dan akses terhadap pupuk organik. Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dengan menanam cabai menggunakan teknologi produksi lipat ganda (Proliga) yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Beberapa komponen teknologi proliga yang diterapkan, diantaranya: (1) Menggunakan varietas unggul yang adaptif; (2) Menggunakan sistem persemaian sehat; (3) Meningkatkan populasi tanaman; (4) Melaksanakan pengelolaan hara, tanah, dan air; dan (5) Pengendalian hama dan penyakit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan rumah semai, pembuatan pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh, dan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam budidaya cabai, terbukti dengan kemampuan mereka menghasilkan produk pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Manfaat kegiatan ini selain membantu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui produksi cabai sendiri, juga berpotensi mengurangi biaya rumah tangga dan meningkatkan pendapatan. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuan dengan optimalisasi pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan bagi keluarga. Kata kunci: Proliga, cabai, pekarangan, pangan, ekonomi keluarga. ABSTRACT This activity was carried out in the Talakaya Farmers group, Campagaya Village, Galesong District, Takalar Regency, which faced the problem of suboptimal yard use. Most yards are only planted with ornamental plants or even left neglected. Apart from that, farmers also have limited knowledge of cultivating chilies and access to organic fertilizer. This activity aims to optimize the use of the yard by planting chilies using double production technology (Proliga), which is expected to increase food security and the family economy. Several components of the proliga technology implemented include: (1) using adaptive superior varieties; (2) using a healthy nursery system; (3) increasing plant populations; (4) carrying out nutrient, soil and water management; and (5) pest and disease control. The methods used in this activity include counseling, training in making seedling houses, liquid organic fertilizer, and vegetable pesticides. The activity results show an increase in the knowledge and skills of farmer groups in chili cultivation, as evidenced by their ability to produce more efficient and environmentally friendly agricultural products. The benefits of this activity not only help increase family food security through their chili production but also have the potential to reduce household costs and increase income. This activity achieved its objectives by optimizing the yard as a food source and additional income for the family. Keywords: Proliga, chili, home garden, food, family economy.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 182 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Medan Area University
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Fachirah Ulfa | Affiliation unknown | 8 |
| Katriani Mantja | Affiliation unknown | 8 |
| Feranita Haring | Affiliation unknown | 6 |
| Sylvia Sjam | Affiliation unknown | 5 |
| Rafiuddin | Affiliation unknown | 5 |
| Muh Riadi | Affiliation unknown | 5 |
| Abdul Haris Bahrun | Affiliation unknown | 5 |
| Ifayanti Ridwan | Affiliation unknown | 4 |
| Nurlina Kasim | Affiliation unknown | 4 |
| Syatrianty A. Syaiful | Affiliation unknown | 4 |
| Asmiaty Sahur | Affiliation unknown | 3 |
| Dahlan Dahlan | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Faried | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Jayadi | Affiliation unknown | 2 |
| Ade Rosmana | Affiliation unknown | 2 |
| Nurfaida | Affiliation unknown | 2 |
| Nuniek Widiayani | Affiliation unknown | 2 |
| Hari Iswoyo | Affiliation unknown | 2 |
| Rusnadi Padjung | Affiliation unknown | 2 |
| Nurfaida Nurfaida | Affiliation unknown | 2 |
| Zainal Abidin | Affiliation unknown | 1 |
| Arniah Dali | Affiliation unknown | 1 |
| Desimah Desimah | Affiliation unknown | 1 |
| Misna Misna | Affiliation unknown | 1 |
| Abraham Abraham | Affiliation unknown | 1 |
| Ranti Sri Juniati Manginsi | Affiliation unknown | 1 |
| Pipi Diansari | Affiliation unknown | 1 |
| Muh. Jayadi | Affiliation unknown | 1 |
| Muh. Faried | Affiliation unknown | 1 |
| Heliawaty CH Lakare | Affiliation unknown | 1 |
| Taufik Hidayat | Medan Area University | 1 |
| Kahar Mustari | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Mujahidah Rahmat | Affiliation unknown | 1 |
| Asdiana Anugrah Duhri | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.