Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI PADA KELOMPOK TANI CENDRANA 1 DAN 2 MELALUI PRODUKSI BENIH PADI VARIETAS GENJAH DALAM MENUNJANG KEMANDIRIAN PERBENIHAN DI KABUPATEN BARRU

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 10 No. 2 (2025) · pp. 279–289

DOI
10.20956/jdp.v10i2.42118
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2025-01-31
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2 menghadapi tantangan rendahnya produktivitas padi akibat penggunaan benih berkualitas rendah dan kurangnya benih yang adaptif terhadap perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan benih unggul di Kabupaten Barru. Sebagai solusi yang ditawarkan, kedua mitra dilatih untuk memproduksi benih padi varietas genjah yang lebih resilien terhadap perubahan iklim. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan menunjang kemandirian perbenihan dengan memproduksi benih padi varietas genjah di Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi program pengabdian, pelatihan produksi benih unggul mulai dari awal hingga pemasaran benih serta para kelompok tani dilatih memproduksi kompos dari sumberdaya organik, serta dilakukan pendampingan pembuatan demplot perbenihan padi. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2 kini mampu memproduksi benih secara mandiri dan meningkatkan hasil panen. Pada Kelompok Tani Cendrana 1, hasil panen varietas Cakrabuana meningkat dari 3,05 ton/ha (kontrol) menjadi 4,14 ton/ha setelah pemupukan, sedangkan pada Kelompok Tani Cendrana 2, hasil panen varietas Padjajaran meningkat dari 5,2 ton/ha (kontrol) menjadi 6,7 ton/ha. Pendapatan yang semula Rp. 550.000.000,- kini menjadi Rp. 1.265.000.000,- Program ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas padi dan kemandirian benih unggul di Kabupaten Barru. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pada Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2. Kata kunci: Benih unggul, hasil panen, kemandirian perbenihan, kelompok tani, padi genjah, perubahan iklim, produktivitas. ABSTRACT Cendrana Farmer Groups 1 and 2 face the challenge of low rice productivity due to the use of low-quality seeds and the lack of seeds that are adaptive to climate change. This is due to the limited availability of superior seeds in the Barru District. As a solution, Cendrana Farmer Groups 1 and 2 were trained to produce early-maturing rice seeds more resilient to climate change. This community service activity aims to increase farmers' income and support seed independence by producing early-maturing rice seeds in Cendrana Farmer Groups 1 and 2. The methods applied include socialization of the service program, training in superior seed production from the beginning to seed marketing farmer groups are trained to produce compost from organic resources, and assistance in making rice seedling demonstration plots. The results show that Cendrana Farmer Groups 1 and 2 can now produce seeds independently and increase yields. In Cendrana Farmer Group 1, the yield of the Cakrabuana variety increased from 3.05 tons/ha (control) to 4.14 tons/ha after fertilization, while in Cendrana Farmer Group 2, the yield of the Padjajaran variety increased from 5.2 tons/ha (control) to 6.7 tons/ha. The income that was initially IDR. 550,000,000 is now IDR. 1,265,000,000 This program significantly contributes to the increase in rice productivity and superior seed independence in the Regency. Keywords: Climate change, early-maturing rice, farmers' group, harvest yield, productivity, seed independence, superior seeds.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 169 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Islam Malang
  • Institut Teknologi dan Sains Mandala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ifayanti RidwanAffiliation unknown8
Amin NurAffiliation unknown6
Nasaruddin .Affiliation unknown5
Muh. FaridAffiliation unknown5
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown4
Sakka PatiHasanuddin University4
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown3
Ahmad Fauzan AdzimaAffiliation unknown2
Nurfalah Asa’DiyahAffiliation unknown2
Baharuddin PatandjengiAffiliation unknown2
KaimuddinAffiliation unknown2
Muh. Farid BDRAffiliation unknown2
Abdul WahidInstitut Teknologi dan Sains Mandala2
NursiniAffiliation unknown2
Hatta JamilAffiliation unknown2
Hari IswoyoAffiliation unknown2
Eymal B DemmallinoAffiliation unknown1
Chita VionandaAffiliation unknown1
Nasaruddin NasaruddinUniversitas Syiah Kuala1
Isma Muliani JasadinAffiliation unknown1
Katriani MantjaAffiliation unknown1
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown1
Muhammad YunusUniversitas Islam Malang1
Abdul MollahAffiliation unknown1
RafiuddinAffiliation unknown1
Amir YassiAffiliation unknown1
Ade RosmanaAffiliation unknown1
Ismail MustafaAffiliation unknown1
Muhammad Farid BDRAffiliation unknown1
Aqilah Nurul Khaerani LatifAffiliation unknown1
Rahmawati SAffiliation unknown1
Muhammad Fauzan AdzimaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI PADA KELOMPOK TANI CENDRANA 1 DAN 2 MELALUI PRODUKSI BENIH PADI VARIETAS GENJAH DALAM MENUNJANG KEMANDIRIAN PERBENIHAN  DI KABUPATEN BARRU</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Anshori, Muhammad Fuad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Musa, Yunus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Farid BDR, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mario, M. Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Baharuddin, Achmad Kautsar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ahmad, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasyim, Rostyati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sadar, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Benih unggul</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kemandirian benih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kelompok tani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Padi hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Perubahan iklim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Produktivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2 menghadapi tantangan rendahnya produktivitas padi akibat penggunaan benih berkualitas rendah dan kurangnya benih yang adaptif terhadap perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan benih unggul di Kabupaten Barru. Sebagai solusi yang ditawarkan, kedua mitra dilatih untuk memproduksi benih padi varietas genjah yang lebih resilien terhadap perubahan iklim. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan menunjang kemandirian perbenihan dengan memproduksi benih padi varietas genjah di Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi program pengabdian, pelatihan produksi benih unggul mulai dari awal hingga pemasaran benih serta para kelompok tani dilatih memproduksi kompos dari sumberdaya organik, serta dilakukan pendampingan pembuatan demplot perbenihan padi. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2 kini mampu memproduksi benih secara mandiri dan meningkatkan hasil panen. Pada Kelompok Tani Cendrana 1, hasil panen varietas Cakrabuana meningkat dari 3,05 ton/ha (kontrol) menjadi 4,14 ton/ha setelah pemupukan, sedangkan pada Kelompok Tani Cendrana 2, hasil panen varietas Padjajaran meningkat dari 5,2 ton/ha (kontrol) menjadi 6,7 ton/ha. Pendapatan yang semula Rp. 550.000.000,- kini menjadi Rp. 1.265.000.000,- Program ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas padi dan kemandirian benih unggul di Kabupaten Barru. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pada Kelompok Tani Cendrana 1 dan 2.
Kata kunci: Benih unggul, hasil panen, kemandirian perbenihan, kelompok tani, padi genjah, perubahan iklim, produktivitas.
ABSTRACT
Cendrana Farmer Groups 1 and 2 face the challenge of low rice productivity due to the use of low-quality seeds and the lack of seeds that are adaptive to climate change. This is due to the limited availability of superior seeds in the Barru District. As a solution, Cendrana Farmer Groups 1 and 2 were trained to produce early-maturing rice seeds more resilient to climate change. This community service activity aims to increase farmers' income and support seed independence by producing early-maturing rice seeds in Cendrana Farmer Groups 1 and 2. The methods applied include socialization of the service program, training in superior seed production from the beginning to seed marketing farmer groups are trained to produce compost from organic resources, and assistance in making rice seedling demonstration plots. The results show that Cendrana Farmer Groups 1 and 2 can now produce seeds independently and increase yields. In Cendrana Farmer Group 1, the yield of the Cakrabuana variety increased from 3.05 tons/ha (control) to 4.14 tons/ha after fertilization, while in Cendrana Farmer Group 2, the yield of the Padjajaran variety increased from 5.2 tons/ha (control) to 6.7 tons/ha. The income that was initially IDR. 550,000,000 is now IDR. 1,265,000,000 This program significantly contributes to the increase in rice productivity and superior seed independence in the Regency.
Keywords: Climate change, early-maturing rice, farmers' group, harvest yield, productivity, seed independence, superior seeds.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/42118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v10i2.42118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025; 279-289</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/42118/12521</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>