Open access Jurnal
PEMENUHAN NUTRISI ANAK DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI SURABI IKAN DI DESA TELLUMPANUA, KECAMATAN TANETE RILAU, KABUPATEN BARRU
Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 11 No. 1 (2025) · pp. 33–41
- ISSN
- 2528-3219, 2460-8173
- Published
- 2025-10-21
- Publisher
- Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
- Language
- en
Abstract
Wilayah pesisir Kecamatan Tanete Rilau di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan gizi anak, khususnya masalah stunting, meskipun memiliki sumber daya laut yang melimpah dan potensi pertumbuhan ekonomi. Prevalensi stunting di Kabupaten Barru mengalami fluktuasi, dengan tren yang mengkhawatirkan terkait pola konsumsi anak-anak yang mulai bergeser ke camilan olahan tidak sehat yang tinggi gula, garam, dan bahan pengawet. Untuk mengatasi tantangan ini, Universitas Hasanuddin telah mengembangkan produk dan teknologi inovatif berbasis sumber daya lokal, khususnya Surabi Ikan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak, memberdayakan masyarakat lokal, khususnya kelompok perempuan seperti Tim Penggerak PKK Desa Tellumpanua, serta menciptakan peluang usaha baru. Proyek ini berfokus pada peningkatan kesadaran akan camilan bergizi, alih teknologi pembuatan Surabi Ikan, dan mendorong munculnya wirausaha baru di bidang makanan sehat berbasis rumah tangga. Metodologi pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan lokasi dan teknologi, alih teknologi melalui pelatihan pembuatan Surabi Ikan, pelatihan dan pendampingan pengelolaan serta pemasaran produk, serta monitoring dan evaluasi. Program ini berupaya memanfaatkan sumber daya ikan yang melimpah di Kabupaten Barru untuk meningkatkan kualitas camilan anak sekaligus mendorong solusi berkelanjutan berbasis masyarakat, mengombinasikan unsur budaya tradisional dengan bahan lokal bergizi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, menumbuhkan kewirausahaan, dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di Tellumpanua. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, surabi ikan, sumberdaya lokal. ABSTRACT The coastal region of Tanete Rilau District in Barru Regency, South Sulawesi, faces significant challenges in child nutrition, particularly stunting, despite its abundant marine resources and potential for economic growth. The prevalence of stunting in Barru Regency fluctuates, with a concerning trend in children's consumption patterns shifting towards unhealthy processed snacks high in sugar, salt, and preservatives. To address these challenges, Hasanuddin University has developed innovative products and technologies based on local resources, specifically Surabi Ikan (Fish Surabi). This community service program aims to improve child nutrition, empower local communities, especially women's groups such as the PKK Mobilization Team of Tellumpanua Village, and create new business opportunities. The project focuses on raising awareness about nutritious snacks, transferring technology for making Surabi Ikan, and encouraging the emergence of new healthy food-based entrepreneurs at the household level. The methodology includes location and technology preparation, technology transfer through training on making Surabi Ikan, training and assistance in product management and marketing, and monitoring and evaluation. The program seeks to leverage the abundant fish resources in Barru Regency to improve the quality of children's snacks while promoting sustainable community-based solutions, combining traditional cultural elements with nutritious local ingredients to address malnutrition, foster entrepreneurship, and contribute to the overall well-being of the community in Tellumpanua. Keywords: Community empowerment, local resources, surabi ikan.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 128 co-authorship links · 8 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Universitas Muhammadiyah Parepare
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Meta Mahendradatta | Affiliation unknown | 11 |
| Muhammad Yusri Karim | Affiliation unknown | 6 |
| Dwi Ghina Nadhifa | Affiliation unknown | 5 |
| Muhammad Asfar | Affiliation unknown | 4 |
| Andi Rahmayanti | Affiliation unknown | 4 |
| Fadhil Rizki Clausthaldi | Affiliation unknown | 4 |
| Nurul Fathanah | Affiliation unknown | 3 |
| Andi Nur Fajri Suloi | Affiliation unknown | 3 |
| Arfina Sukmawati Arifin | Affiliation unknown | 3 |
| Nandi Kuswandi Sukendar | Affiliation unknown | 2 |
| Hendra Putra | Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar | 1 |
| Rahmadani Rahmadani | Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar | 1 |
| Darmin Tuwu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Peribadi Peribadi | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Abd Kadir | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Lukas Kano Mangalla | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Hasanudin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nanang Endriatno | Affiliation unknown | 1 |
| Mustakim Mustakim | Universitas Muhammadiyah Parepare | 1 |
| Nurjannah Nurjannah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Nandi Kusnandi Suhendar | Affiliation unknown | 1 |
| Meta Mahendaradatta | Affiliation unknown | 1 |
| Martira Maddeppungeng | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Nasrum Massi | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Alfia Muthmainnah Tanra | Affiliation unknown | 1 |
| Ema Alasiry | Affiliation unknown | 1 |
| Yani Ringan Runde | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Riza Safitri | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Dirpan | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Wakiah | Affiliation unknown | 1 |
| . Riskawati | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmaniar | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| . Hariyati | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.