Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMBERDAYAAN DESA BINAAN: PENINGKATAN NILAI TAMBAH GULA AREN MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PASCA PANEN NIRA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA BONTO MANURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 11 No. 3 (2026) · pp. 246–257

DOI
10.20956/jdp.v11i3.48028
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2026-04-30
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Desa Bonto Manurung merupakan salah satu desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan luas wilayah mencapai 40,55 km². Wilayah ini memiliki potensi sumber daya hutan bukan kayu (HBK), khususnya tanaman aren, yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Program Bina Desa Tahun I (2025) di Desa Bonto Manurung difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk gula aren melalui perbaikan teknologi penyadapan dan pascapanen nira aren, serta diversifikasi produk olahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya kelompok penyadap, pengrajin, dan pelaku usaha gula aren, dalam aspek teknologi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok mitra. Kegiatan awal berupa benchmarking dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mitra dilakukan untuk memperkenalkan rencana program Bina Desa selama tiga tahun. Kemudian Transfer Teknologi dilaksanakan melalui pelatihan, praktik langsung dan pendampingan terhadap 20 anggota Kelompok Aren Jaya dan 20 anggota Kelompok Aren Tompobulu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan produk gula aren bernilai tambah tinggi. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi keberlanjutan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran berbasis komunitas desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kata kunci: Diversifikasi pengolahan, gula aren, manajemen pemasaran. ABSTRACT Bonto Manurung Village is one of the villages in Tompobulu District, Maros Regency, with an area of up to 40.55 km². This area has the potential for non-timber forest products (NTFPs), specifically the sugar palm plant, which is a leading commodity for the local community. The Year I (2025) Desa Binaan Program in Bonto Manurung Village is focused on increasing the added value of palm sugar products through improvements in tapping technology and post-harvest handling of palm sap, as well as product diversification. In addition, this activity aims to enhance the capacity of the village community, particularly the tapper groups, artisans, and palm sugar business actors, in terms of production technology, business management, and marketing strategies. The activities were carried out with the full support of the Village Government and partner groups. Initial activities, including benchmarking and socialization with village officials, community leaders, and partners, were conducted to introduce the three-year Desa Binaan Program plan. Subsequently, Technology Transfer was carried out through training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Aren Jaya Group and 20 members of the Aren Tompobulu Group. The results of the activities show an increase in the community's knowledge, skills, and motivation in developing high value-added palm sugar products. This program is expected to serve as a foundation for the sustainability of activities in the years to come through the strengthening of production capacity, business management, and community-based marketing strategies that are competitive and sustainable. Keywords: Product diversification, palm sugar, marketing strategies.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 160 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Azzahra NabilahAffiliation unknown7
Lisa AngrianiAffiliation unknown6
Muhammad AsfarAffiliation unknown6
Muhammad Yusri KarimAffiliation unknown5
Nurul FathanahAffiliation unknown4
Muhpidah MuhpidahAffiliation unknown4
Mulyati M TahirAffiliation unknown3
Andi RahmayantiAffiliation unknown3
Fadhil Rizki ClausthaldiAffiliation unknown3
Dwi Ghina NadhifaAffiliation unknown3
Pipi DiansariAffiliation unknown2
Andi Nur Faidah RahmanAffiliation unknown2
. SuryaniAffiliation unknown2
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar2
Arfiani ArifinAffiliation unknown2
Dian Asri Unga MegaAffiliation unknown2
Andi DirpanAffiliation unknown2
Nurul WakiahAffiliation unknown2
. RiskawatiAffiliation unknown2
RahmaniarInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
. HariyatiAffiliation unknown2
IRWAN .Affiliation unknown2
Desak Nyoman RiastutikAffiliation unknown2
Suryani SuryaniUniversitas Halu Oleo1
Zainal ZainalAffiliation unknown1
Nandi Kusnandi SuhendarAffiliation unknown1
Meta MahendaradattaAffiliation unknown1
ZainalAffiliation unknown1
Rindam LatiefAffiliation unknown1
Andi Rahman MappangajaAffiliation unknown1
Jumriah LangkongAffiliation unknown1
Nandi Kuswandi SukendarAffiliation unknown1
Asmayana IwoAffiliation unknown1
Nurul Fathanah HasanuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBERDAYAAN DESA BINAAN: PENINGKATAN NILAI TAMBAH GULA AREN MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PASCA PANEN NIRA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA BONTO MANURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Tawali, Abu Bakar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Arfina Sukmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mahendradatta, Meta</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suloi, Andi Nur Fajri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nabila, Azzahra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bohari, Bohari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Bina desa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pemberdayaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">transfer teknologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pemasaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">gula aren</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Desa Bonto Manurung merupakan salah satu desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan luas wilayah mencapai 40,55 km². Wilayah ini memiliki potensi sumber daya hutan bukan kayu (HBK), khususnya tanaman aren, yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Program Bina Desa Tahun I (2025) di Desa Bonto Manurung difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk gula aren melalui perbaikan teknologi penyadapan dan pascapanen nira aren, serta diversifikasi produk olahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya kelompok penyadap, pengrajin, dan pelaku usaha gula aren, dalam aspek teknologi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok mitra. Kegiatan awal berupa benchmarking dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mitra dilakukan untuk memperkenalkan rencana program Bina Desa selama tiga tahun. Kemudian Transfer Teknologi dilaksanakan melalui pelatihan, praktik langsung dan pendampingan terhadap 20 anggota Kelompok Aren Jaya dan 20 anggota Kelompok Aren Tompobulu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan produk gula aren bernilai tambah tinggi. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi keberlanjutan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran berbasis komunitas desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.   
Kata kunci: Diversifikasi pengolahan, gula aren, manajemen pemasaran.
ABSTRACT
Bonto Manurung Village is one of the villages in Tompobulu District, Maros Regency, with an area of up to 40.55 km². This area has the potential for non-timber forest products (NTFPs), specifically the sugar palm plant, which is a leading commodity for the local community. The Year I (2025) Desa Binaan Program in Bonto Manurung Village is focused on increasing the added value of palm sugar products through improvements in tapping technology and post-harvest handling of palm sap, as well as product diversification. In addition, this activity aims to enhance the capacity of the village community, particularly the tapper groups, artisans, and palm sugar business actors, in terms of production technology, business management, and marketing strategies. The activities were carried out with the full support of the Village Government and partner groups. Initial activities, including benchmarking and socialization with village officials, community leaders, and partners, were conducted to introduce the three-year Desa Binaan Program plan. Subsequently, Technology Transfer was carried out through training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Aren Jaya Group and 20 members of the Aren Tompobulu Group. The results of the activities show an increase in the community's knowledge, skills, and motivation in developing high value-added palm sugar products. This program is expected to serve as a foundation for the sustainability of activities in the years to come through the strengthening of production capacity, business management, and community-based marketing strategies that are competitive and sustainable.
Keywords: Product diversification, palm sugar, marketing strategies.
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/48028</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v11i3.48028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026; 246-257</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/48028/14335</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>