Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

LITERASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN MAROS

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 11 No. 4 (2026) · hlm. 435–447

DOI
10.20956/jdp.v11i4.49820
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Terbit
2026-07-31
Penerbit
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstrak

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Namun, pertumbuhan jumlah UMKM belum diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Banyak pelaku UMKM menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi, sehingga berisiko mengalami kerugian tanpa disadari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perhitungan HPP bagi pelaku UMKM di Kabupaten Maros sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih akurat dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, latihan praktik, studi kasus berbasis data riil usaha peserta, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor dan dilaksanakan di PLUT Kabupaten Maros pada 7 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi komponen biaya produksi, menghitung HPP per unit, memahami konsep Break Even Point (BEP), serta menetapkan harga jual berbasis HPP. Peserta juga lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan pemisahan keuangan pribadi dengan usaha. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajemen biaya UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha mereka.. Kata kunci: Literasi Keuangan, UMKM, Harga Pokok Produksi, Penetapan Harga. ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Maros Regency, South Sulawesi. However, the rapid growth of MSMEs has not been accompanied by adequate financial literacy, particularly in calculating the Cost of Goods Manufactured (COGM). Many MSME actors determine selling prices based on estimates without considering all production cost components, which risks causing unrecognized losses. This community service program aimed to improve MSMEs’ literacy in calculating COGM as a basis for more accurate and sustainable pricing decisions. The methods used included interactive lectures, discussions, practical exercises, case studies based on participants’ real business data, and continuous mentoring. The program involved 30 MSME participants from various sectors and was conducted at the Integrated Business Service Center (PLUT) of Maros Regency on November 7, 2025. The results indicate an improvement in participants’ understanding of identifying production cost components, calculating COGM per unit, comprehending the Break-Even Point (BEP) concept, and setting selling prices based on COGM. Participants also became more aware of the importance of systematic financial recording and separating personal and business finances. Overall, this program contributed to strengthening MSMEs’ cost management capacity and supporting their business sustainability. Keywords: Financial Literacy, MSMEs, Cost of Goods Manufactured, Pricing

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

11 penulis · 37 tautan kepenulisan bersama · 10 lintas organisasi

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • STIE Tri Dharma Nusantara
  • State University of Malang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fatchur RohmanState University of Malang2
Aliyah IlyasAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Agung Ady MangilepHasanuddin University2
Haeriah HakimHasanuddin University2
Fatmawati FatmawatiHasanuddin University2
Marisa SalsabilaHasanuddin University2

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">LITERASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI  BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN MAROS </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Haerani, Siti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmawati, Darmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">HS, Rahmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Handrasula, Achmad Fatri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ilyas, Aliyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Literasi Keuangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">UMKM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Harga Pokok Produksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penetapan Harga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Namun, pertumbuhan jumlah UMKM belum diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Banyak pelaku UMKM menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi, sehingga berisiko mengalami kerugian tanpa disadari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perhitungan HPP bagi pelaku UMKM di Kabupaten Maros sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih akurat dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, latihan praktik, studi kasus berbasis data riil usaha peserta, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor dan dilaksanakan di PLUT Kabupaten Maros pada 7 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi komponen biaya produksi, menghitung HPP per unit, memahami konsep Break Even Point (BEP), serta menetapkan harga jual berbasis HPP. Peserta juga lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan pemisahan keuangan pribadi dengan usaha. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajemen biaya UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha mereka..
Kata kunci: Literasi Keuangan, UMKM, Harga Pokok Produksi, Penetapan Harga.
ABSTRACT
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Maros Regency, South Sulawesi. However, the rapid growth of MSMEs has not been accompanied by adequate financial literacy, particularly in calculating the Cost of Goods Manufactured (COGM). Many MSME actors determine selling prices based on estimates without considering all production cost components, which risks causing unrecognized losses. This community service program aimed to improve MSMEs’ literacy in calculating COGM as a basis for more accurate and sustainable pricing decisions. The methods used included interactive lectures, discussions, practical exercises, case studies based on participants’ real business data, and continuous mentoring. The program involved 30 MSME participants from various sectors and was conducted at the Integrated Business Service Center (PLUT) of Maros Regency on November 7, 2025. The results indicate an improvement in participants’ understanding of identifying production cost components, calculating COGM per unit, comprehending the Break-Even Point (BEP) concept, and setting selling prices based on COGM. Participants also became more aware of the importance of systematic financial recording and separating personal and business finances. Overall, this program contributed to strengthening MSMEs’ cost management capacity and supporting their business sustainability.
Keywords: Financial Literacy, MSMEs, Cost of Goods Manufactured, Pricing</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2026-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/49820</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v11i4.49820</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026; 435-447</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/49820/14811</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>