Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 3

PEMODELAN HARGA SAHAM INDEKS LQ45 MENGGUNAKAN REGRESI LINIER ROBUST M-ESTIMATOR: HUBER DAN BISQUARE

BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan · Vol. 9 No. 1 (2014) · pp. 51–61

DOI
10.30598/barekengvol9iss1pp51-61
ISSN
2615-3017, 1978-7227
Published
2014-03-01
Publisher
PATTIMURA UNIVERSITY
Language
eng

Abstract

Model ordinary least square (OLS) menjadi tidak efisien dan bias jika terdapat pelanggaran asumsi klasik. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah terdapat observasi-observasi yang bersifat ekstrim, dimana observasi-observasi tersebut dapat memberi pengaruh (influence) pada model seperti outlier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model OLS dari harga saham (PRICE) pada indeks LQ45 berdasarkan faktor-faktor fundamental (PER, EPS, BV, ROE dan DER). Kemudian, menggunakan regresi linier robust M-estimator seperti estimator Huber dan bisquare untuk memodelkan model yang bebas outlier (influence), serta menganalisis dan mengkomparasi hasil pemodelan yang diperoleh menggunakan kedua metode tersebut untuk memperoleh model terbaik. Dengan demikian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS) dan robust M-estimator. Kedua metode ini digunakan untuk menganalisis data harga saham dan faktor-faktor fundamental indeks LQ45 pada periode Februari 2014. Hasil yang diperoleh adalah model M-estimator yakni estimator Huber dan bisquare dapat mengatasi masalah masalah outlier (influence) dan multikolinearitas pada model OLS. Dengan demikian, model regresi linear robust M-estimator dengan pembobot Huber dan bisquare lebih baik dibandingkan model OLS. Hasil perbandingan model Huber dan bisquare berdasarkan nilai-nilai kebaikan model diperoleh bahwa model bisquare lebih baik dibandingkan model Huber. Kemudian, hasil interpretasi model bisquare diperoleh bahwa PER, EPS, BV dan ROE memberi kontribusi positif terhadap harga saham (PRICE) indeks LQ45, sedangkan DER memberi kontribusi negatif terhadap harga saham (PRICE) indeks LQ45.

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yopi A. LesnussaAffiliation unknown4
Dorteus L. RahakbauwAffiliation unknown3
Thomas PenturyAffiliation unknown2
Henry J. WattimanelaAffiliation unknown2
Marlon S. N. van DelsenAffiliation unknown2
Henry W.M. PattyAffiliation unknown2
Yopi Andry LesnussaAffiliation unknown2
HARMANUS BATKUNDEAffiliation unknown2
M. TomasoaAffiliation unknown2
RUDY W. MatakupanAffiliation unknown1
Stenly J. NanuruAffiliation unknown1
Venn Y. I. IlwaruAffiliation unknown1
Jefri TipkaAffiliation unknown1
Lidia SalakaAffiliation unknown1
Trifena L. WasilaineAffiliation unknown1
F. S. TututparyAffiliation unknown1
Melky M. RomseryAffiliation unknown1
Sitri YuniAffiliation unknown1
Geornando G. PattyAffiliation unknown1
Ferry Kondo LembangAffiliation unknown1
Angelia C. LeunupunAffiliation unknown1
Serly SurlialyAffiliation unknown1
Francis Y. RumlawangAffiliation unknown1
Zaenab KafaraAffiliation unknown1
Abraham Z. WattimenaAffiliation unknown1
Vanbasten TemartenanAffiliation unknown1
Vilomina EnusAffiliation unknown1
D. AnakottaAffiliation unknown1
Zeth A. LeleuryAffiliation unknown1
A. W. TalutaAffiliation unknown1
Salmon N. AuleleAffiliation unknown1
B. TuasikalAffiliation unknown1
H. AbrahamsAffiliation unknown1
Marlon S. Noya van DelsenAffiliation unknown1
Mirawati I. P. HetharieAffiliation unknown1
Fitri R. N. TihuruaAffiliation unknown1
Jemsr S. BatlajeryAffiliation unknown1
Salmon Noce AuleleAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMODELAN HARGA SAHAM INDEKS LQ45 MENGGUNAKAN REGRESI LINIER ROBUST M-ESTIMATOR: HUBER DAN BISQUARE</dc:title>
	<dc:creator>Sinay, Lexy J.</dc:creator>
	<dc:creator>Talakua, Mozart W.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Model ordinary least square (OLS) menjadi tidak efisien dan bias jika terdapat pelanggaran asumsi klasik. Salah satu penyebab terjadinya hal tersebut adalah terdapat observasi-observasi yang bersifat ekstrim, dimana observasi-observasi tersebut dapat memberi pengaruh (influence) pada model seperti outlier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model OLS dari harga saham (PRICE) pada indeks LQ45 berdasarkan faktor-faktor fundamental (PER, EPS, BV, ROE dan DER). Kemudian, menggunakan regresi linier robust M-estimator seperti estimator Huber dan bisquare untuk memodelkan model yang bebas outlier (influence), serta menganalisis dan mengkomparasi hasil pemodelan yang diperoleh menggunakan kedua metode tersebut untuk memperoleh model terbaik. Dengan demikian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS) dan robust M-estimator. Kedua metode ini digunakan untuk menganalisis data harga saham dan faktor-faktor fundamental indeks LQ45 pada periode Februari 2014. Hasil yang diperoleh adalah model M-estimator yakni estimator Huber dan bisquare dapat mengatasi masalah masalah outlier (influence) dan multikolinearitas pada model OLS. Dengan demikian, model regresi linear robust M-estimator dengan pembobot Huber dan bisquare lebih baik dibandingkan model OLS. Hasil perbandingan model Huber dan bisquare berdasarkan nilai-nilai kebaikan model diperoleh bahwa model bisquare lebih baik dibandingkan model Huber. Kemudian, hasil interpretasi model bisquare diperoleh bahwa PER, EPS, BV dan ROE memberi kontribusi positif terhadap harga saham (PRICE) indeks LQ45, sedangkan DER memberi kontribusi negatif terhadap harga saham (PRICE) indeks LQ45.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PATTIMURA UNIVERSITY</dc:publisher>
	<dc:date>2014-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/279</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30598/barekengvol9iss1pp51-61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; Vol 9 No 1 (2015): BAREKENG : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; 51-61</dc:source>
	<dc:source>2615-3017</dc:source>
	<dc:source>1978-7227</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/279/229</dc:relation>
</oai_dc:dc>