Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 3

FUNGSIONAL LINEAR-2 DALAM RUANG NORM-2

BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan · Vol. 10 No. 1 (2016) · pp. 1–7

DOI
10.30598/barekengvol10iss1pp1-7
ISSN
2615-3017, 1978-7227
Published
2016-03-01
Publisher
PATTIMURA UNIVERSITY
Language
eng

Abstract

Ruang norm-2 merupakan perluasan dari ruang norm yang telah kita kenal. Ruang norm-2 dan perumumannya ruang norm-n (𝑛≥2), pertama kali diperkenalkan oleh Gähler pada tahun 1960-an, [3, 4, 5, 6]. Kemudian Misiak di tahun 1989 memperkenalkan ruang hasil kali dalam-n (𝑛≥2) [16]. Setelah itu, banyak peneliti yang mengkaji sifat-sifat ataupun aspek-aspek dalam ruang norm-2 maupun ruang norm-n. Hal ini dapat dilihat pada beberapa penelitian dalam [1,2,7,8,9,10,11,12,13,14,15,18,19]. Dalam penelitian ini aspek yang akan ditinjau adalah fungsional linear-2 terbatas pada ruang norm-2. Untuk meninjau beberapa sifatnya, sebelumnya akan diperkenalkan fungsional linear-2 di ruang norm-2 dengan beberapa tipe keterbatasn. Berdasarkan tipe keterbatasan ini akan dibentuk ruang-ruang dual. Ruang-ruang dual ini memuat semua fungsional linear-2 masing-masing berdasarkan tipe keterbatasannya. Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa ruang-ruang dual ini ekuivalen.

Collaboration network of the authors

19 authors · 30 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lexy J. SinayAffiliation unknown2
Mario I. NanlohyAffiliation unknown1
Elvinus R. PersulessyAffiliation unknown1
Berny P. TomasouwAffiliation unknown1
Adela S. ToamainAffiliation unknown1
Harimanus BatkundeAffiliation unknown1
Christian HalimAffiliation unknown1
Henry W. PattyAffiliation unknown1
Samsul B. LoklominAffiliation unknown1
Mozart W. TalakuaAffiliation unknown1
M. TomasoaAffiliation unknown1
Venn Y. I. IlwaruAffiliation unknown1
Zaenab KafaraAffiliation unknown1
Lexy Janzen SinayAffiliation unknown1
Sanlly J LatupeirissaAffiliation unknown1
Shelma M PeluAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FUNGSIONAL LINEAR-2 DALAM RUANG NORM-2</dc:title>
	<dc:creator>Batkunde, Harmanus</dc:creator>
	<dc:creator>Tilukay, Meilin I.</dc:creator>
	<dc:creator>Rumlawang, Francis Y.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ruang norm-2 merupakan perluasan dari ruang norm yang telah kita kenal. Ruang norm-2 dan perumumannya ruang norm-n (𝑛≥2), pertama kali diperkenalkan oleh Gähler pada tahun 1960-an, [3, 4, 5, 6]. Kemudian Misiak di tahun 1989 memperkenalkan ruang hasil kali dalam-n (𝑛≥2) [16]. Setelah itu, banyak peneliti yang mengkaji sifat-sifat ataupun aspek-aspek dalam ruang norm-2 maupun ruang norm-n. Hal ini dapat dilihat pada beberapa penelitian dalam&amp;nbsp; [1,2,7,8,9,10,11,12,13,14,15,18,19]. Dalam penelitian ini aspek yang akan ditinjau adalah fungsional linear-2 terbatas pada ruang norm-2. Untuk meninjau beberapa sifatnya, sebelumnya akan diperkenalkan fungsional linear-2 di ruang norm-2 dengan beberapa tipe keterbatasn. Berdasarkan tipe keterbatasan ini akan dibentuk ruang-ruang dual. Ruang-ruang dual ini memuat semua fungsional linear-2 masing-masing berdasarkan tipe keterbatasannya. Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa ruang-ruang dual ini ekuivalen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PATTIMURA UNIVERSITY</dc:publisher>
	<dc:date>2016-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30598/barekengvol10iss1pp1-7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; Vol 10 No 1 (2016): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2615-3017</dc:source>
	<dc:source>1978-7227</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/292/252</dc:relation>
</oai_dc:dc>