Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 3

PERBANDINGAN ALGORITMA HILL CLIMBING DAN ALGORITMA ANT COLONY DALAM PENENTUAN RUTE OPTIMUM

BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan · Vol. 11 No. 2 (2017) · pp. 139–150

DOI
10.30598/barekengvol11iss2pp139-150
ISSN
2615-3017, 1978-7227
Published
2017-12-01
Publisher
PATTIMURA UNIVERSITY
Language
eng

Abstract

Optimasi adalah pencarian nilai-nilai variabel yang dianggap optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk memecahkan masalah optimasi tersebut, tentunya diperlukan algoritma yang handal. Algoritma Hill Climbing dan Algotrima Ant Colony adalah metode dari sekian banyak metode kecerdasan buatan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Karena algoritmanya yang cukup sederhana, metode Hill Climbing telah banyak diterapkan dalam berbagai aplikasi. Disamping itu metode Hill Climbing juga mengefisienkan penggunaan memori yang besar. Algoritma Ant Colony adalah algoritma yang diadopsi dari perilaku koloni semut. Secara alamiah koloni semut mampu menemukan rute terpendek dalam perjalanan dari sarang ke tempat-tempat sumber makanan, berdasarkan jejak kaki pada lintasan yang telah dilewati. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan algoritma Hill Climbing dan Algoritma Ant Colony diperoleh rute optimum ferry di Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau-Pulau Lease yang berbeda. Pada Algoritma Hill Climbing diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai - Nalahia dengan jarak tempuh 126 Km, sedangkan menggunakan Algoritma Ant Colony diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai – Nalahia - Tulehu dengan jarak tempuh 197 Km

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mozart W. TalakuaAffiliation unknown4
Venn Yan Ishak IlwaruAffiliation unknown3
Zeth Arthur LeleuryAffiliation unknown2
Olumuyiwa James PeterAffiliation unknown2
Elvinus R. PersulessyAffiliation unknown2
Dorteus L. RahakbauwAffiliation unknown2
Henry J. WattimanelaAffiliation unknown1
Ade M. TelussaAffiliation unknown1
Antonia E. WokanubunAffiliation unknown1
Yopi A. LesnussaAffiliation unknown1
Eunike M. SahetapyAffiliation unknown1
Meilin I. TilukayAffiliation unknown1
Berny P. TomasouwAffiliation unknown1
M. H. HahuryAffiliation unknown1
Salmon N. AuleleAffiliation unknown1
Safriyani TomiaAffiliation unknown1
A. W. TalutaAffiliation unknown1
Ferry Kondo LembangAffiliation unknown1
L. TehuayoAffiliation unknown1
H. AbrahamsAffiliation unknown1
Rethalina WaasAffiliation unknown1
Henry W.M. PattyAffiliation unknown1
Sasmita HayotoAffiliation unknown1
Ronald John DjamiAffiliation unknown1
Jemsry E. LakotanyAffiliation unknown1
Jesica TentuaAffiliation unknown1
Charlitta FhilyaAffiliation unknown1
Berny Pebo TomasouwAffiliation unknown1
Fredrylo Alberth Noel Joddy ApituleyAffiliation unknown1
Marlon S. Noya van DelsenAffiliation unknown1
Yunita Puspita SariAffiliation unknown1
Nurhidayah NurhidayahUniversitas Halu Oleo1
Nona Tjie SapuletteAffiliation unknown1
Monalissa E RijolyAffiliation unknown1
Sylvert Prian TahaleaAffiliation unknown1
Swine Enggelina LarubunAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBANDINGAN ALGORITMA HILL CLIMBING DAN ALGORITMA ANT COLONY DALAM PENENTUAN RUTE OPTIMUM</dc:title>
	<dc:creator>Ilwaru, Venn Y. I.</dc:creator>
	<dc:creator>Sumah, Tesa</dc:creator>
	<dc:creator>Lesnussa, Yopi Andry</dc:creator>
	<dc:creator>Leleury, Zeth A.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Optimasi adalah pencarian nilai-nilai variabel yang dianggap optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk memecahkan masalah optimasi tersebut, tentunya diperlukan algoritma yang handal. Algoritma Hill Climbing dan Algotrima Ant Colony adalah metode dari sekian banyak metode kecerdasan buatan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi. Karena algoritmanya yang cukup sederhana, metode Hill Climbing telah banyak diterapkan dalam berbagai aplikasi. Disamping itu metode Hill Climbing juga mengefisienkan penggunaan memori yang besar. Algoritma Ant Colony adalah algoritma yang diadopsi dari perilaku koloni semut. Secara alamiah koloni semut mampu menemukan rute terpendek dalam perjalanan dari sarang ke tempat-tempat sumber makanan, berdasarkan jejak kaki pada lintasan yang telah dilewati. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan algoritma Hill Climbing dan Algoritma Ant Colony diperoleh rute optimum ferry di Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau-Pulau Lease yang berbeda. Pada Algoritma Hill Climbing diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai - Nalahia dengan jarak tempuh 126 Km, sedangkan menggunakan Algoritma Ant Colony diperoleh rute yang optimal yaitu Tulehu – Wainama – Umeputih – Wailey – Amahai – Nalahia - Tulehu dengan jarak tempuh 197 Km&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PATTIMURA UNIVERSITY</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30598/barekengvol11iss2pp139-150</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; Vol 11 No 2 (2017): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan; 139-150</dc:source>
	<dc:source>2615-3017</dc:source>
	<dc:source>1978-7227</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/355/310</dc:relation>
</oai_dc:dc>