Open access
Jurnal
SINTA 5
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer · Vol. 3 No. 2 (2026) · pp. 112–121
ISSN 2987-7652
Published 2026-01-18
Publisher Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO
Language ind
Abstract
Sistem pakar bertujuan agar komputer mampu memberikan solusi cerdas seperti manusia. Salah satu algoritma yang digunakan adalah forward chaining. Berdasarkan wawancara dengan dokter hewan, jumlah dokter hewan di Kota Kendari masih sangat kurang, sehingga diagnosa penyakit ternak terkendala. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan metode Forward Chaining. Metode forward chaining merupakan metode runut maju, yang berarti menggunakan kondisi aksi. Metode ini akan menggunakan data dalam menentukan aturan mana yang akan dijalankan, setelahnya aturan tersebut akan dijalankan. Forward chaining dapat disebut sebagai metode intervensi yang dimana melakukan penalaran pada suatu masalah kepada solusinya. Metode ini sendiri menggunakan pendekatan goal-driven, diawali dengan hipotesis yang dilanjutkan dengan mencari bukti pendukung dari hipotesis tersebut Hasil uji blackbox menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan baik. Uji confusion matrix menunjukkan akurasi 87.5%, presisi 100%, dan recall 87.5%. Nilai akurasi dari yang kurang begitu baik dari sistem disebabkan oleh faktor keterbatasan intervensi yang dilakukan oleh sistem. Meskipun begitu sistem telah mampu digunakan secara luas dan diharapkan dapat membantu dalam proses diagnosa penyakit pada hewan ternak sapi.
Collaboration network of the authors
14 authors ·
34 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Halu Oleo Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.
Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/oai,
first harvested 26 Okt 2026,
last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
<dc:title xml:lang="id-ID">SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING</dc:title>
<dc:creator>Wati, Milda</dc:creator>
<dc:creator>Saidi, Laode</dc:creator>
<dc:creator>Hamundu, Ferdinand Murni</dc:creator>
<dc:subject xml:lang="id-ID">Ternak Sapi Potong, Sistem Pakar, Forward Chaining, Diagnosa Penyakit Ternak, Confussion Matrix</dc:subject>
<dc:description xml:lang="id-ID">Sistem pakar bertujuan agar komputer mampu memberikan solusi cerdas seperti manusia. Salah satu algoritma yang digunakan adalah forward chaining. Berdasarkan wawancara dengan dokter hewan, jumlah dokter hewan di Kota Kendari masih sangat kurang, sehingga diagnosa penyakit ternak terkendala. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan metode Forward Chaining. Metode forward chaining merupakan metode runut maju, yang berarti menggunakan kondisi aksi. Metode ini akan menggunakan data dalam menentukan aturan mana yang akan dijalankan, setelahnya aturan tersebut akan dijalankan. Forward chaining dapat disebut sebagai metode intervensi yang dimana melakukan penalaran pada suatu masalah kepada solusinya. Metode ini sendiri menggunakan pendekatan goal-driven, diawali dengan hipotesis yang dilanjutkan dengan mencari bukti pendukung dari hipotesis tersebut Hasil uji blackbox menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan baik. Uji confusion matrix menunjukkan akurasi 87.5%, presisi 100%, dan recall 87.5%. Nilai akurasi dari yang kurang begitu baik dari sistem disebabkan oleh faktor keterbatasan intervensi yang dilakukan oleh sistem. Meskipun begitu sistem telah mampu digunakan secara luas dan diharapkan dapat membantu dalam proses diagnosa penyakit pada hewan ternak sapi.</dc:description>
<dc:publisher xml:lang="id-ID">Program Studi Ilmu Komputer FMIPA-UHO</dc:publisher>
<dc:date>2026-01-18</dc:date>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
<dc:format>application/pdf</dc:format>
<dc:identifier>https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/article/view/125</dc:identifier>
<dc:identifier>10.33772/anoatik.v3i2.125</dc:identifier>
<dc:source xml:lang="en-US">AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi & Komputer; Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025; 112-121</dc:source>
<dc:source xml:lang="id-ID">AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer; Vol 3 No 2 (2025): Desember 2025; 112-121</dc:source>
<dc:source>2987-7652</dc:source>
<dc:source>10.33772/anoatik.v3i2</dc:source>
<dc:language>ind</dc:language>
<dc:relation>https://anoatik.uho.ac.id/index.php/atik/article/view/125/47</dc:relation>
<dc:rights xml:lang="id-ID">Hak Cipta (c) 2026 Milda Wati, Laode Saidi, Ferdinand Murni Hamundu</dc:rights>
<dc:rights xml:lang="id-ID">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
Citations and indexing
OpenAlex
Indexed
via DOI
0 citations
Crossref
Indexed
via DOI
0 citations
Counts as reported by each index on 26 Okt 2026; indexes count citations differently.
OpenAlex also lists this work in: crossref.
Cite this article
APA 7
Wati, M., Saidi, L., & Hamundu, F. M. (2026). SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, 3(2), 112–121. https://doi.org/10.33772/anoatik.v3i2.125
Copy
IEEE
M. Wati, L. Saidi, and F. M. Hamundu, “SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING,” AnoaTIK: Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer, vol. 3, no. 2, pp. 112–121, 2026, doi: 10.33772/anoatik.v3i2.125.
Copy
Generated from the journal's metadata; check author names before use.