Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

ANALISIS USAHATANI SAYURAN DI DATARAN TINGGI KERINCI PROVINSI JAMBI

Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi · Vol. 1 No. 1 (2017) · pp. 13–24

DOI
10.22437/jiituj.v1i1.3735
ISSN
2580-2259, 2580-2240
Published
2017-06-09
Publisher
LPPM Universitas Jambi
Language
en

Abstract

Analisis usahatani terhadap 10 responden yang melakukan usahatani kentang memberikan gambaran bahwa biaya produksi terbesar didapat pada biaya pembelian bibit sebesar Rp. 5.800.000,- atau 29,04 % dari jumlah biaya produksi. Penggunaan bibit berkisar antara 1795 kg – 3125 kg/ha atau rata-rata 2566 kg/ha. Tingginya kebutuhan bibit persatuan luas erat hubungannnya dengan ukuran umbi bibit yang digunakan, dimana ada kecendrungan semakin besar ukuran umbi bibit maka jumlah bibit yang dibutuhkan per hektarnya semakin banyak. Edi., (2005) menyatakan bahwa ukuran umbi bibit kentang yang ideal adalah + 45 gram/umbi atau setara dengan 1500 – 2000 kg/ha. Secara umum sumber bibit yang digunakan petani barasal dari; (1) hasil guliran tanaman sendiri, (2) dibeli dipasaran yang berasal dari petani atau pedagang hasil tanaman dari Kerinci, (3) dibeli dipasaran yang berasal dari luar Kerinci, dan (4) dibeli di BBIK Kayu Aro dan telah ditanam beberapa generasi. Pada umumnya semua bibit yang digunakan tidak jelas lagi asal usulnya terutama generasi dari bibit tersebut. Hal ini mendorong petani memberikan pemupukan dan pengendalian hama serta penyakit diatas dosis anjuran sehingga biaya produksi menjadi tinggi. Sejalan dengan arahan kebijakan pembangunan pertanian akhir-akhir ini yang lebih mengarah kepada peningkatan pendapatan petani, maka penerapan konsep analisis usaha bagi setiap pelaku produksi harus dilakukan. Melalui penerapan konsep ini petani produsen dapat mempertimbangkan jenis usaha yang menghasilkan keuntungan tertinggi berbagai alternatif yang tersedia. Analisis finansial diversifikasi teknologi budidaya komoditas sayuran total biaya saprodi dan tenaga kerja Rp. 27.920.000,- dengan total penerimaan sebesar Rp. 81.909.650,- petani memperoleh keuntungan Rp. 53.989.650,- dengan R/C ratio 2,93 (>1) dan B/C ratio 1,93 (>1) nilai ini menunjukkan bahwa penerimaan kotor 2,93 kali lipat biaya yang dikeluarkan. Angka R/C ratio 2,93 berarti bahwa setiap Rp. 100,- yang dikeluarkan petani dalam berusahatani memperoleh penerimaan sebesar Rp. 293,- atau B/C ratio 1,93 berarti bahwa setiap Rp. 100,- yang diinvestasikan akan memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 193,-.

Collaboration network of the authors

15 authors · 35 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Adri AdriAffiliation unknown6
Firdaus FirdausAffiliation unknown5
Yarda YardaAffiliation unknown3
Zubir ZubirAffiliation unknown3
Endang SusilawatiAffiliation unknown2
Syafri EdiAffiliation unknown2
Mildaerizanti MildaerizantiAffiliation unknown1
Rustam RustamAffiliation unknown1
Hendri PurnamaAffiliation unknown1
Widya Sari MurniAffiliation unknown1
Julistia BobihoeAffiliation unknown1
Bustami BustamiUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry1
Busra BSAffiliation unknown1
Rachmat HendayanaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS USAHATANI SAYURAN DI DATARAN TINGGI KERINCI PROVINSI JAMBI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suharyon, Suharyon</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Analisis usahatani terhadap 10 responden yang melakukan usahatani kentang memberikan gambaran bahwa biaya produksi terbesar didapat pada biaya pembelian bibit sebesar Rp. 5.800.000,- atau 29,04 % dari jumlah biaya produksi. Penggunaan bibit berkisar antara 1795 kg – 3125 kg/ha atau rata-rata 2566 kg/ha. Tingginya kebutuhan bibit persatuan luas erat hubungannnya dengan ukuran umbi bibit yang digunakan, dimana ada kecendrungan semakin besar ukuran umbi bibit maka jumlah bibit yang dibutuhkan per hektarnya semakin banyak. Edi., (2005) menyatakan bahwa ukuran umbi bibit kentang yang ideal adalah + 45 gram/umbi atau setara dengan 1500 – 2000 kg/ha. Secara umum sumber bibit yang digunakan petani barasal dari; (1) hasil guliran tanaman sendiri, (2) dibeli dipasaran yang berasal dari petani atau pedagang hasil tanaman dari Kerinci, (3) dibeli dipasaran yang berasal dari luar Kerinci, dan (4) dibeli di BBIK Kayu Aro dan telah ditanam beberapa generasi. Pada umumnya semua bibit yang digunakan tidak jelas lagi asal usulnya terutama generasi dari bibit tersebut. Hal ini mendorong petani memberikan pemupukan dan pengendalian hama serta penyakit diatas dosis anjuran sehingga biaya produksi menjadi tinggi. Sejalan dengan arahan kebijakan pembangunan pertanian akhir-akhir ini yang lebih mengarah kepada peningkatan pendapatan petani, maka penerapan konsep analisis usaha bagi setiap pelaku produksi harus dilakukan. Melalui penerapan konsep ini petani produsen dapat mempertimbangkan jenis usaha yang menghasilkan keuntungan tertinggi berbagai alternatif yang tersedia. Analisis finansial diversifikasi teknologi budidaya komoditas sayuran total biaya saprodi dan tenaga kerja Rp. 27.920.000,- dengan total penerimaan sebesar Rp. 81.909.650,- petani memperoleh keuntungan Rp. 53.989.650,- dengan R/C ratio 2,93 (&amp;gt;1) dan B/C ratio 1,93 (&amp;gt;1) nilai ini menunjukkan bahwa penerimaan kotor 2,93 kali lipat biaya yang dikeluarkan. Angka R/C ratio 2,93 berarti bahwa setiap Rp. 100,- yang dikeluarkan petani dalam berusahatani memperoleh penerimaan sebesar Rp. 293,- atau B/C ratio 1,93&amp;nbsp; berarti bahwa setiap Rp. 100,- yang diinvestasikan akan memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 193,-.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/3735</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jiituj.v1i1.3735</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; 13-24</dc:source>
	<dc:source>2580-2259</dc:source>
	<dc:source>2580-2240</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/3735/8434</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH ILMU TERAPAN UNIVERSITAS JAMBI</dc:rights>
</oai_dc:dc>