Kebutuhan terhadap jagung semakin meningkat, baik untuk pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah dalam peningkatan produksi jagung menuju swasembada berkelanjutan. Varietas unggul merupakan salah satu komponen yang dapat meningkatkan hasil dengan nyata, varietas hibrida memiliki potensi hasil lebih tinggi dibanding komposit sehingga penggunaan benih jagung hibrida mampu meningkatkan hasil jagung persatuan luas panen. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan varietas-varietas jagung hibrida dengan potensi hasil yang tinggi, yang tidak kalah bersaing dengan jagung hibrida swasta lainnya, hanya saja belum terdiseminasi dengan baik. Guna memperoleh nilai tambah bagi petani dan terdesiminasinya benih jagung Balitbangtan, maka dilakukan rintisan penangkaran benih jagung hibrida tingkat petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2017 seluas 1 ha. Rintisan ini dikemas dalam Model Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Jagung. Hasil penelitian diperoleh benih jagung sebanyak 1 ton/ha. Usahatani perbanyakan benih jagung hibrida ini layak dan menguntungkan secara ekonomi, hal ditunjukkan oleh nilai R/C 1,69, TIP 591 kg/ha dan TIH Rp 14.775/kg. dilihat dari biaya produksi maka biaya tenaga kerja lebih tinggi 14,8 % dibandingkan biaya untuk pembelian saprodi.
Collaboration network of the authors
17 authors ·
38 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.