Ketergantungan terhadap impor yang semakin tinggi menyebabkan diperlukan upaya peningkatan produksi kedelai nasional, termasuk Provinsi Jambi yang menjadi salah satu sentra produksi kedelai, salah satu sentra adalah; Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Biaya tinggi diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi usahatani kedelai. Upaya peningkatan produksi kedelai saat ini mengalami tantangan adanya keraguan kelayakan ekonomi yang menyebabkan berkurangnya minat petani untuk terus melakukan usahatani kedelai. Tujuan pengkajian ini adalah untuk menganalsis kelayakan ekonomi usahatani kedelai di darerah sentra produksi. Pengkajian ini dilakukan di desa suo-suo, kecamatan sumay Kabupaten Tebo. Data yang dikumpulkan dalam pengkajian ini meliputi data primer berupa informasi dari petani serta data sekunder, serta kondisi wilayah pengkajian, demografi penduduk, potensi sosial dan ekonominya. Data primer diambil menggunakan teknik survei yakni mewancara petani dan informasi kunci menggunakan kuesioner. Sampel ditentukan secara acak pada populasi petani kedelai di lokasi pengkajian seumlah 30 petani. Teknik analisis data meliputi analisis tabulasi digunakan untuk pemahaman kondisi usahatani ekonomi petani, analisis kelayakan ekonomi menggunakan R/C ratio. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa nilai R/C ratio dari usahatani kedelai adalah 1,13 yang berarti usahatani kedelai ini layak untuk dilaksanakan. Namun demikian perlu adanya insentif usahatani bagi petani, sehingga petani lebih semangat untuk melaksanakan bertanam kedelai.
Collaboration network of the authors
17 authors ·
38 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.