Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Analisis Kelayakan Perubahan Teknologi Kedelai Lahan Pasang Surut

Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi · Vol. 5 No. 1 (2021) · pp. 39–47

DOI
10.22437/jiituj.v5i1.12998
ISSN
2580-2259, 2580-2240
Published
2021-05-30
Publisher
LPPM Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Abstract

Suatu teknologi akan diadopsi oleh petani apabila teknologi tersebut memberikan keuntungan bagi petani, termasuk untuk usahatani kedelai lahan pasang surut yang pada umumnya ditanami kedelai sekali dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perubahan teknologi rekomendasi kedelai yang diintroduksikan pada lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2020. Metode penelitian on-farm pada lahan petani yang tergabung dalam kelompok tani Bambu Runcing. Hasil penelitian menunjunkan bahwa teknologi rekomendasi layak untuk diintroduksikan. Hal ini terlihat dari hasil analisis Marginal B/C sebesar 2,1 dengan tambahan keuntungan Rp 2.860.000,-/musim/ha. Kenaikan produksi minimum yang harus dicapai adalah 533,4 kg/ha. dengan kata lain, produksi minimum kedelai yang harus dicapai dari penerapan teknologi rekomendasi yang diintroduksikan adalah ( 1150 kg + 533,4 kg ) = 1.683,4 kg/ha. Titik Impas Harga (TIH) adalah Rp 2.424,8 /kg. ini berarti bahwa penerapan teknologi rekomendasi layak kalau turunnya harga kedelai tidak dibawah Rp 2.424,8 / kg. dengan kata lain, selama harga kedelai per kg Rp 2.424,8 atau lebih, maka teknologi rekomendasi ini masih layak untuk diintroduksikan.

Collaboration network of the authors

10 authors · 26 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Firdaus FirdausAffiliation unknown9
Suharyon SuharyonAffiliation unknown6
Yarda YardaAffiliation unknown2
Syafri EdiAffiliation unknown2
H. AnwarAffiliation unknown1
Mildaerizanti MildaerizantiAffiliation unknown1
Busra BSAffiliation unknown1
Rachmat HendayanaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Kelayakan Perubahan Teknologi Kedelai Lahan Pasang Surut</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Adri, Adri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yardha, Yardha</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Suatu teknologi akan diadopsi oleh petani apabila teknologi tersebut memberikan keuntungan bagi petani, termasuk untuk usahatani kedelai lahan pasang surut yang pada umumnya ditanami kedelai sekali dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perubahan teknologi rekomendasi kedelai yang diintroduksikan pada lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi dari &amp;nbsp;bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2020. Metode penelitian on-farm pada lahan petani yang tergabung dalam kelompok tani Bambu Runcing. Hasil penelitian menunjunkan bahwa teknologi rekomendasi layak untuk diintroduksikan. Hal ini terlihat dari hasil analisis Marginal B/C sebesar 2,1 dengan tambahan keuntungan Rp 2.860.000,-/musim/ha. Kenaikan produksi minimum yang harus dicapai adalah 533,4 kg/ha. dengan kata lain, produksi minimum kedelai yang harus dicapai dari penerapan teknologi rekomendasi yang diintroduksikan adalah ( 1150 kg + 533,4 kg )&amp;nbsp; = 1.683,4 kg/ha. Titik Impas Harga (TIH) &amp;nbsp;adalah Rp 2.424,8 /kg. ini berarti bahwa penerapan teknologi rekomendasi layak kalau turunnya harga kedelai tidak dibawah Rp 2.424,8 / kg. dengan kata lain, selama harga kedelai per kg Rp 2.424,8 atau lebih, maka teknologi rekomendasi ini masih layak untuk diintroduksikan.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/12998</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jiituj.v5i1.12998</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Juni 2021; 39-47</dc:source>
	<dc:source>2580-2259</dc:source>
	<dc:source>2580-2240</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/12998/11024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Adri dan Yardha</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>