Potensi, Kendala dan Solusi Peremajaan Karet Dalam Mewujudkan Pertanian Maju Mandiri-Modern di Tengah Perubahan Iklim dan Pandemi Covid 19 Di Provinsi Jambi
Provinsi Jambi merupakan penghasil karet terbesar ketiga di Indonesia. Komoditas ini memainkan sebuah peran penting dalam perekonomian disemua kabupaten di Provinsi Jambi. Areal perkebunan karet di Provinsi Jambi luasnya mencapai 567.042 ha, dengan hasil olahan karet sebanyak 312.292 ton. Kondisi luas areal perkebunan karet terdiri dari 105.666 ha merupakan hasil panen (TM), 330.820 ha adalah tanaman belum menghasilkan dan 130. 656 ha merupakan tanaman tua dan rusak (TR). Kondisi ini menyebabkan rendahnya tingkat produktivitas tanaman karet rata-rata hanya 714 kg / ha / th, oleh karena itu perlu adanya Peremajaan karet di Jambi menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat. Beberapa masalah peremajaan ditemukan pada petani karet yang kurang pengetahuan dan teknologi, kurangnya kesiapan petani dan kelompok tani, kesiapan dana, masih kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan semacam kredit lunak kepada petani khususnya petani karet Penerapan teknologi budidaya karet yang baik dan benar merupakan saran yang akan meningkatkan produktivitas perkebunan karet dalam jangka panjang, serta kerjasama yang diperlukan antara Dinas Perkebunan, Lembaga Penelitian, BPN, Perbankan, dan Bapelluh Bakorluh, serta seluruh pemangku kepentingan fasilitas terkait sebagai penyedia transfer teknologi, lembaga pembiayaan, dan lembaga terkait lainnya sehingga selanjutnya diharapkan penyedia sarana produksi karet di Jambi bisa dijalankan sesuai dengan program peremajaan.
Collaboration network of the authors
15 authors ·
35 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.