Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengaruh Clibadium Surinamense dan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Edamame

Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi · Vol. 5 No. 2 (2021) · pp. 180–192

DOI
10.22437/jiituj.v5i2.15953
ISSN
2580-2259, 2580-2240
Published
2021-12-12
Publisher
LPPM Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Abstract

Kedelai edamame dapat dibudidayakan pada dataran tinggi maupun rendah, dan dapat tumbuh di semua jenis tanah yang mempunyai drainase dan aerasi yang baik. Edamame sangat cocok untuk dikembangkan di Indonesia karna kondisi alam dari Indonesia itu sendiri. Tujuan penelitian ini nadalah untuk mengetahui interaksi pemberian kompos putihan (Clibadium surinamense) dan rhizobium dengan berbagai dosis terhadap tanaman kedelai edamame dan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian kompos putihan dan rhizobium pada tumbuhan kedelai edamame (Glycine max L. Merill). Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor yakni faktor pertama kompos putihan (k) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: k0: Tanpa kompos putihan k1: 5 ton/ha kompos putihan, k2: 10 ton/ha kompos putihan k3: 15 ton/ha kompos putihan. Faktor kedua adalah rhizoium (r) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: r0: Tanpa rhizobium, r1: 5 g rhizobium r2: 10 g rhizobium r3: 15 g rhizobium. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 48 petak percobaan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat interaksi pemberian kompos putihan dan rhizobium terhadap parameter jumlah bintil akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, serta berat polong panen segar per tanaman. Pemberian rhizobium secara tunggal menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman. Pemberian kompos putihan dan rhizobium dengan dosis 15 ton/ha kompos putihan + 10 g rhizobium memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil kedelai edamame.

Collaboration network of the authors

7 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Trias NovitaAffiliation unknown4
Jasminarni JasminarniAffiliation unknown4
Elly IndraswariAffiliation unknown1
Neliyati NeliyatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Clibadium Surinamense dan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Edamame </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Soverda, Nerty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Evita, Evita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Megawati, Meli </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Kedelai edamame dapat dibudidayakan pada dataran tinggi maupun rendah, dan dapat tumbuh di semua jenis tanah yang mempunyai drainase dan aerasi yang baik. Edamame sangat cocok untuk dikembangkan di Indonesia karna kondisi alam dari Indonesia itu sendiri. Tujuan penelitian ini nadalah untuk mengetahui interaksi pemberian kompos putihan (Clibadium surinamense) dan rhizobium dengan berbagai dosis terhadap tanaman kedelai edamame dan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian kompos putihan dan rhizobium pada tumbuhan kedelai edamame (Glycine max L. Merill).&amp;nbsp; Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor yakni faktor pertama kompos putihan (k) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: k0 : Tanpa kompos putihan k1 : 5 ton/ha kompos putihan, k2 : 10 ton/ha kompos putihan k3 : 15 ton/ha kompos putihan. Faktor kedua adalah rhizoium (r) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: r0 : Tanpa rhizobium, r1 : 5 g rhizobium r2 : 10 g rhizobium r3 : 15 g rhizobium. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 48 petak percobaan. Dari hasil &amp;nbsp;penelitian &amp;nbsp;didapatkan bahwa terdapat interaksi pemberian kompos putihan dan rhizobium terhadap parameter jumlah bintil akar, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, serta berat polong panen segar per tanaman. Pemberian rhizobium secara tunggal menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman. Pemberian kompos putihan dan rhizobium dengan dosis 15 ton/ha kompos putihan + 10 g rhizobium memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil kedelai edamame.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/15953</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jiituj.v5i2.15953</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, Desember 2021 ; 180-192</dc:source>
	<dc:source>2580-2259</dc:source>
	<dc:source>2580-2240</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/15953/12207</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Nerty Soverda, Evita dan Meli Megawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>