Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengaruh Aplikasi Trichokompos Pelepah Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Tanaman Timun (Cucumis sativus L.)

Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi · Vol. 6 No. 1 (2022) · pp. 56–65

DOI
10.22437/jiituj.v6i1.19332
ISSN
2580-2259, 2580-2240
Published
2022-06-30
Publisher
LPPM Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Abstract

Timun (Cucumis sativus L.) adalah salah satu jenis sayuran yang masuk dalam famili labu-labuan (Cucurbitaceae) yang sudah popular di dunia. Dalam budidaya tanaman timun terdapat beberapa masalah dalam pengelolaan penanamannya, salah satunya adalah kondisi lahan yang tidak optimal untuk mendukung pertumbuhan timun, terutama di Jambi. Hal ini karena lahan di Jambi umumnya didominasi oleh tanah ultisol yang tingkat kesuburan yang rendah. Pupuk organik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menekan penggunaan pupuk anorganik. Pupuk organik memiliki sifat kimia, biologi dan fisika tanah yang baik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai bulan November 2021. Penelitian ini mengguanakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yakni penambahan pupuk Trichokompos pelepah sawit, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan: t0 = 0 ton/ha (kontrol) tanpa perlakuan (0 g/ tanaman), t1 = 15 ton/ha trichokompos pelepah sawit (320 g/tanaman), t2 = 30 ton/ha trichokompos pelepah sawit (480 g/tanaman), t3 = 45 ton/ha trichokompos pelepah sawit (640 g/tanaman), t4 = 60 ton/ha trichokompos pelepah sawit (800 g/tanaman), t5 = 75 ton/ha trichokompos pelepah sawit (960 g/tanaman). Terdapat 6 perlakuan, setiap perlakuan di ulang sebanyak 4 kali, sehingga di dapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 6 tanaman, sehingga pada penelitian ini akan di tanam 144 tanaman. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati dilakukan uji anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk trichokompos pelepah kelapa sawit belum mampu memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah dan bobot pertanaman tanaman mentimun. Penambahan pupuk trichokompos pelepah kelapa sawit 60 ton/ha mampu memberikan hasil bobot buah pertanaman terbaik yaitu 204,791 kg.

Collaboration network of the authors

5 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Evita EvitaAffiliation unknown2
Meli MegawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Aplikasi Trichokompos Pelepah Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Tanaman Timun (Cucumis sativus L.)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Soverda, Nerty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Indraswari, Elly</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Neliyati, Neliyati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Timun (Cucumis sativus L.) adalah salah satu jenis sayuran yang masuk dalam famili labu-labuan (Cucurbitaceae) yang sudah popular di dunia. Dalam budidaya tanaman timun &amp;nbsp;terdapat beberapa masalah dalam pengelolaan penanamannya, salah satunya adalah kondisi lahan yang tidak optimal untuk mendukung pertumbuhan timun , terutama di Jambi. Hal ini karena lahan di Jambi umumnya didominasi oleh tanah ultisol yang tingkat kesuburan yang rendah. Pupuk organik merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menekan penggunaan pupuk anorganik. Pupuk organik memiliki sifat kimia, biologi dan fisika tanah yang baik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Mendalo Indah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai bulan November 2021. Penelitian ini mengguanakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yakni penambahan pupuk Trichokompos pelepah sawit, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan: t0 = 0 ton/ha (kontrol) tanpa perlakuan (0 g/ tanaman), t1 = 15 ton/ha trichokompos pelepah sawit (320 g/tanaman), t2 = 30 ton/ha trichokompos pelepah sawit (480 g/tanaman), t3 = 45 ton/ha trichokompos pelepah sawit (640 g/tanaman), t4 = 60 ton/ha trichokompos pelepah sawit (800 g/tanaman), t5 = 75 ton/ha trichokompos pelepah sawit (960 g/tanaman). Terdapat 6 perlakuan, setiap perlakuan di ulang sebanyak 4 kali, sehingga di dapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 6 tanaman, sehingga pada penelitian ini akan di tanam 144 tanaman. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati dilakukan uji anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk trichokompos pelepah kelapa sawit belum mampu memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, diameter buah dan bobot pertanaman tanaman mentimun. Penambahan pupuk trichokompos pelepah kelapa sawit 60 ton/ha mampu memberikan hasil bobot buah pertanaman terbaik yaitu 204,791 kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/19332</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jiituj.v6i1.19332</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022; 56-65</dc:source>
	<dc:source>2580-2259</dc:source>
	<dc:source>2580-2240</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/19332/13757</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Nerty Soverda, Elly Indraswari dan Neliyati </dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>