Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Komoditas Lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi · Vol. 6 No. 2 (2022) · pp. 181–191

DOI
10.22437/jiituj.v6i2.22955
ISSN
2580-2259, 2580-2240
Published
2022-12-26
Publisher
LPPM Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan dari sektor perkebunan. memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mempunyai kontribusi terhadap devisa Negara. Lada merupakan komoditas ekspor potensial di Indonesia. Adanya ekspor lada Indonesia di pasar global akan meningkatkan devisa Negara dan menggerakkan perekonomian dalam negeri khususnya produsen atau petani lada, karena 96% perkebunan lada di Indonesia merupakan perkebunan rakyat. Pengembangan tanaman perkebunan baik secara kualitas maupun kuantitas masih sangat dimungkinkan. Peluang tertuju pada pengembangan pertanian di wilayah sub optimal (lahan rawa pasang surut), karena potensi lahan cukup luas. Tanjung Jabung Timur merupakan wilayah pasang surut yang potensial untuk pengembangan tanaman Lada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh kelas kesesuaian lahan untuk tanaman lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur umumnya sesuai marginal (S3). Seluas 304.226 ha (61,64%) wilayah dengan factor pembatas; pH kecil dari 4,8 dan 4,0, drainase terhambat, kedalaman bahan sulfidik 40-75 cm. Seluas 183.352 ha (37,14%) lahan tidak sesuai (N), dengan factor pembatas; drainase sangat terhambat, ketebalan gambut 200-300 cm, dan kedalaman bahan Sulfidik kurang dari 40 cm. Berdasarkan faktor pembatas untuk pengembangan Lada di Tanjung Jabung Timur, maka teknologi yang diperlukan adalah; ameliorasi lahan dengan pemberian kapur dan bahan organik untuk meningkatkan kemampuan retensi hara, pemupukan lengkap untuk meningkatkan ketersediaan hara, pengaturan sistem tata air tanah dan tinggi permukaan air tanah harus di atas lapisan bahan sulfidik.

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Adri AdriAffiliation unknown8
Suharyon SuharyonAffiliation unknown5
Erwin AnshariAffiliation unknown4
Wd Rizky AwaliahAffiliation unknown2
Nur Imdah MinsyahAffiliation unknown2
Syafri EdiAffiliation unknown2
Nunuk Hariani SoekamtoAffiliation unknown2
Almin AlminAffiliation unknown1
Muhammad AchidaAffiliation unknown1
Laode Muhammad BuyungAffiliation unknown1
Ali ArsadAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Marwan Zam MiliAffiliation unknown1
Wahab WahabUniversitas Halu Oleo1
Alfian Hendra SaputraAffiliation unknown1
Deniyatno DeniyatnoAffiliation unknown1
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Hasria HasriaAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Ali OktoUniversitas Halu Oleo1
Suparwi SuparwiAffiliation unknown1
Ade SaputraAffiliation unknown1
Ritna WahyuniAffiliation unknown1
Dhanu Bagas PratomoAffiliation unknown1
Raditya Janaloka NatishareviAffiliation unknown1
Jose RizalAffiliation unknown1
Pepi NoviantiAffiliation unknown1
Wina Ayu LestariAffiliation unknown1
Busyra Buyung SaidiAffiliation unknown1
Suci PrimilestariAffiliation unknown1
E SuryaniAffiliation unknown1
Defira Suci GusfarinaAffiliation unknown1
Erwan WahyudiAffiliation unknown1
Yardha YardhaAffiliation unknown1
Salwati SalwatiAffiliation unknown1
Lutfi IzharAffiliation unknown1
Busra BSAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JIITUJ/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Komoditas Lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Firdaus, Firdaus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hendri, Jon</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saidi, Busyra B</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan dari sektor perkebunan. memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mempunyai kontribusi terhadap devisa Negara. Lada merupakan komoditas ekspor potensial di Indonesia. Adanya ekspor lada Indonesia di pasar global akan meningkatkan devisa Negara dan menggerakkan perekonomian dalam negeri khususnya produsen atau petani lada, karena 96% perkebunan lada di Indonesia merupakan perkebunan rakyat. Pengembangan tanaman perkebunan baik secara kualitas maupun kuantitas masih sangat dimungkinkan. Peluang tertuju pada pengembangan pertanian di wilayah sub optimal (lahan rawa pasang surut), karena potensi lahan cukup luas. Tanjung Jabung Timur merupakan wilayah pasang surut yang potensial untuk pengembangan tanaman Lada. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh kelas kesesuaian lahan untuk tanaman lada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur umumnya sesuai marginal (S3). Seluas 304.226 ha (61,64%) wilayah dengan factor pembatas; pH kecil dari 4,8 dan 4,0, drainase terhambat, kedalaman bahan sulfidik 40-75 cm. Seluas 183.352 ha (37,14%) lahan tidak sesuai (N), dengan factor pembatas; drainase sangat terhambat, ketebalan gambut 200-300 cm, dan kedalaman bahan Sulfidik kurang dari 40 cm. Berdasarkan faktor pembatas untuk pengembangan Lada di Tanjung Jabung Timur, maka teknologi yang diperlukan adalah; ameliorasi lahan dengan pemberian kapur dan bahan organik untuk meningkatkan kemampuan retensi hara, pemupukan lengkap untuk meningkatkan ketersediaan hara, pengaturan sistem tata air tanah dan tinggi permukaan air tanah harus di atas lapisan bahan sulfidik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LPPM Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/22955</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jiituj.v6i2.22955</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi; Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022; 181-191</dc:source>
	<dc:source>2580-2259</dc:source>
	<dc:source>2580-2240</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JIITUJ/article/view/22955/14837</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Firdaus,  Jon Hendri,  Busyra B. Saidi </dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>