Jurnal
Perbandingan Penduga M, S, dan MM pada Regresi Linier dalam Menangani Keberadaan Outlier
Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi · Vol. 15 No. 1 (2018) · pp. 88–96
ISSN 2614-8811, 1858-1382
Published 2018-07-04
Publisher Department of Mathematics, Hasanuddin University
Language en
Abstract
Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan metode penduga parameter yang paling banyak digunakan pada analisis regresi. MKT merupakan metode penduga parameter tak bias yang baik selama asumsi komponen galatnya terpenuhi. Namun dalam aplikasinya sering ditemui terjadinya pelanggaran asumsi. Diantaranya, pelanggaran asumsi galat berdistribusi normal disebabkan adanya outlier pada data amatan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang kekar terhadap keberadaan outlier. Metode pendugaan parameter yang kekar terhadap keberadaan outlier pada regresi linier diantaranya ialah penduga M, penduga S, dan penduga MM yang masing-masing memiliki keunggulan dari segi efisiensi dan breakdown point yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan penduga M, S, dan MM dalam menduga parameter regresi pada analisis regresi linier sederhana terhadap keberadaan outlier menggunakan data simulasi. Simulasi dilakukan untuk ukuran sampel yang berbeda (20, 60, dan 120) ketika terdapat 20% dan 45% outlier pada variabel bebas dan variabel terikat. Metode terbaik ialah metode dengan Standard Error (SE) dan Mean Square Error (MSE) terkecil. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penduga MM lebih baik dibandingkan penduga M dan penduga S.
Collaboration network of the authors
19 authors ·
30 co-authorship links
· 4 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Jenderal Soedirman University Shizuoka University Universitas Halu Oleo Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.
Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/oai,
first harvested 5 Nov 2026,
last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
<dc:title xml:lang="en">Perbandingan Penduga M, S, dan MM pada Regresi Linier dalam Menangani Keberadaan Outlier</dc:title>
<dc:creator xml:lang="en">Lainun, Hanifah</dc:creator>
<dc:creator xml:lang="en">Tinungki, Georgina M</dc:creator>
<dc:creator xml:lang="en">Amran, Amran</dc:creator>
<dc:subject xml:lang="en">Regresi Robust</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="en">Penduga M</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="en">Penduga S</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="en">Penduga MM</dc:subject>
<dc:subject xml:lang="en">Outlier</dc:subject>
<dc:description xml:lang="en">Metode Kuadrat Terkecil (MKT) merupakan metode penduga parameter yang paling banyak digunakan pada analisis regresi. MKT merupakan metode penduga parameter tak bias yang baik selama asumsi komponen galatnya terpenuhi. Namun dalam aplikasinya sering ditemui terjadinya pelanggaran asumsi. Diantaranya, pelanggaran asumsi galat berdistribusi normal disebabkan adanya outlier pada data amatan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang kekar terhadap keberadaan outlier. Metode pendugaan parameter yang kekar terhadap keberadaan outlier pada regresi linier diantaranya ialah penduga M, penduga S, dan penduga MM yang masing-masing memiliki keunggulan dari segi efisiensi dan breakdown point yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan penduga M, S, dan MM dalam menduga parameter regresi pada analisis regresi linier sederhana terhadap keberadaan outlier menggunakan data simulasi. Simulasi dilakukan untuk ukuran sampel yang berbeda (20, 60, dan 120) ketika terdapat 20% dan 45% outlier pada variabel bebas dan variabel terikat. Metode terbaik ialah metode dengan Standard Error (SE) dan Mean Square Error (MSE) terkecil. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penduga MM lebih baik dibandingkan penduga M dan penduga S.</dc:description>
<dc:publisher xml:lang="en">Department of Mathematics, Hasanuddin University</dc:publisher>
<dc:date>2018-07-04</dc:date>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
<dc:format>application/pdf</dc:format>
<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/article/view/4427</dc:identifier>
<dc:identifier>10.20956/jmsk.v15i1.4427</dc:identifier>
<dc:source xml:lang="en">Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi; Vol. 15 No. 1 (2018): July 2018; 88-96</dc:source>
<dc:source>2614-8811</dc:source>
<dc:source>1858-1382</dc:source>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/article/view/4427/2524</dc:relation>
<dc:relation>10.20956/j.v15i1.4427.g2524</dc:relation>
<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Matematika Statistika dan Komputasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
Citations and indexing
OpenAlex
Not checked
Crossref
Not checked
Cite this article
APA 7
Lainun, H., Tinungki, G. M., & Amran, A. (2018). Perbandingan Penduga M, S, dan MM pada Regresi Linier dalam Menangani Keberadaan Outlier. Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi, 15(1), 88–96. https://doi.org/10.20956/jmsk.v15i1.4427
Copy
IEEE
H. Lainun, G. M. Tinungki, and A. Amran, “Perbandingan Penduga M, S, dan MM pada Regresi Linier dalam Menangani Keberadaan Outlier,” Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi, vol. 15, no. 1, pp. 88–96, 2018, doi: 10.20956/jmsk.v15i1.4427.
Copy
Generated from the journal's metadata; check author names before use.